Tim Pengabdian USU Laksanakan Pemetaan Partisipatif Jalur dan Titik Evakuasi Banjir di Desa Paya Perupuk Langkat

MEDAN (Waspada.id) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan kegiatan pemetaan partisipatif jalur dan titik evakuasi banjir berbasis spasial di Desa Paya Perupuk, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat.
Kegiatan tersebut merupakan upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana banjir yang berpotensi terjadi di wilayah tersebut.
Program pengabdian masyarakat ini diketuai Ir. Robi Arianta Sembiring, ST, MEng, IPM, bersama anggota tim, yakni Dr. Anthoni Veery Mardianta, ST, MT, IAP, CIIQA, Dicky Andrea Sembiring, ST, MT, Yasmine Anggia Sari, SSi, MT, serta Riza Inanda Siregar, ST, MT, PhD.

Rangkaian kegiatan diawali dengan survei lapangan pada 22 Juli 2026. Survei dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi geografis wilayah, kawasan yang berpotensi terdampak banjir, tingkat aksesibilitas, serta mengidentifikasi lokasi yang dapat digunakan sebagai jalur dan titik evakuasi.
Dalam survei tersebut, tim juga mengamati kondisi lingkungan dan infrastruktur yang dapat mendukung proses evakuasi warga saat terjadi keadaan darurat.
Sebagai tindak lanjut, tim USU menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama masyarakat Desa Paya Perupuk pada 22 Agustus 2026. Kegiatan itu melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh budaya, serta berbagai kelompok masyarakat setempat.
Pendekatan partisipatif dilakukan karena masyarakat dinilai paling memahami kondisi riil di lapangan, termasuk sejarah banjir, pola pergerakan warga saat kondisi darurat, serta berbagai kendala yang dihadapi ketika banjir terjadi.
Melalui FGD tersebut, masyarakat menyampaikan pengalaman dan aspirasi terkait penanganan banjir. Warga bersama tim memetakan sejumlah kawasan yang kerap terisolasi, akses jalan yang sulit dilalui, hingga menentukan calon titik kumpul dan lokasi evakuasi sementara yang dinilai aman.
Seluruh informasi dan pengetahuan lokal masyarakat kemudian diintegrasikan dengan data spasial dan kajian teknis untuk menyusun peta jalur serta titik evakuasi yang lebih presisi dan mudah dipahami masyarakat.
Salurkan Bantuan Perahu Karet
Selain melakukan pemetaan, kegiatan tersebut juga mengidentifikasi kebutuhan sarana evakuasi melalui jalur air. Tingginya luapan banjir kerap membatasi mobilitas warga dan menyulitkan proses penyelamatan, terutama bagi kelompok rentan.
Menjawab kebutuhan tersebut, Tim Pengabdian USU turut menyalurkan bantuan berupa perahu karet kepada pemerintah dan masyarakat Desa Paya Perupuk untuk mendukung proses evakuasi apabila banjir kembali terjadi.
Hasil akhir kegiatan ini berupa dokumen dan Peta Jalur serta Titik Evakuasi Banjir Desa Paya Perupuk. Peta tersebut diharapkan dapat menjadi panduan bagi pemerintah desa dan masyarakat dalam menentukan jalur aman serta lokasi evakuasi saat kondisi darurat.
Ketua Tim Pengabdian, Robi Arianta Sembiring, berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga dapat memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.
“Dengan adanya peta berbasis spasial dan dukungan sarana evakuasi, masyarakat diharapkan dapat bertindak lebih cepat, terarah, dan terkoordinasi ketika menghadapi ancaman banjir,” ujarnya.
Melalui program tersebut, Desa Paya Perupuk diharapkan semakin tangguh dan adaptif dalam menghadapi risiko bencana banjir. (Wsp.id)



























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda