Breaking News
Memuat breaking news...

Tim PKM FEB Unsam Kembangkan Wirausaha Mikro Ikan Asin Berbasis Blue Economy

Redaksi
Redaksi
Jumat, 16 Oktober 2026 - 4.57 PM WIB
Tim PKM FEB Unsam Kembangkan Wirausaha Mikro Ikan Asin Berbasis Blue Economy
Tim PKM FEB Universitas Samudra melaksanakan pemberdayaan wirausaha mikro melalui inovasi produk dan penguatan kapasitas usaha pengolahan ikan asin berbasis blue economy di Balai Pengajian Gampong Kuala Langsa, Kecamatan Langsa Barat. (Waspada.id/Ist)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

LANGSA (Waspada.id): Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Samudra (Unsam) melaksanakan kegiatan pemberdayaan wirausaha mikro melalui inovasi produk dan penguatan kapasitas usaha pengolahan ikan asin berbasis blue economy di Kota Langsa.

Ketua Tim PKM Universitas Samudra, Puti Andiny, S.E., M.E., mengatakan pada Jumat (16/10/2026) bahwa program ini berfokus pada peningkatan nilai tambah produk olahan hasil perikanan agar berdaya saing dan berkelanjutan.

"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha mikro dalam mengembangkan produk olahan hasil perikanan yang memiliki nilai tambah, berdaya saing, dan berkelanjutan."

Kegiatan pemberdayaan yang berlangsung pada 14 Oktober 2026 ini dipusatkan di Balai Pengajian Gampong Kuala Langsa, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa. Kegiatan tersebut mengusung tema "Pengembangan Wirausaha Mikro Berbasis Blue Economy melalui Penguatan Kapasitas Usaha Pengolahan Ikan Asin di Kota Langsa", ujarnya.

Tim PKM FEB Unsam Kembangkan Wirausaha Mikro Ikan Asin Berbasis Blue Economy

Puti Andiny menjelaskan bahwa Kuala Langsa sebagai sentra aktivitas nelayan dan usaha pengolahan hasil laut memiliki potensi luar biasa yang perlu didukung inovasi.

"Potensi tersebut perlu didukung dengan inovasi teknologi, peningkatan kualitas produk, strategi pemasaran yang lebih luas, serta pengelolaan keuangan yang baik agar mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan pelaku usaha mikro," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pengembangan usaha ikan asin tidak cukup hanya mengandalkan bahan baku yang melimpah. Pelaku usaha harus meningkatkan kualitas produksi, menghadirkan kemasan yang menarik, memanfaatkan pemasaran digital, dan menerapkan manajemen keuangan yang tertib.

Program ini diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi biru yang mampu meningkatkan pendapatan warga pesisir dan menjadikan ikan asin Kuala Langsa sebagai produk unggulan Kota Langsa.

Lebih lanjut, Puti mengatakan bahwa program ini dilaksanakan bersama mitra usaha pengolahan ikan asin, UP Layer Mandiri, yang dipimpin Muhammad Rizal. Usaha tersebut merupakan salah satu unit usaha produktif masyarakat di Gampong Kuala Langsa yang berpotensi dikembangkan untuk memperkuat ekonomi keluarga pesisir.

Dalam pelaksanaannya, tim memberikan pendampingan pada sejumlah aspek utama, meliputi peningkatan kualitas dan efisiensi produksi, pengemasan, pemasaran digital, serta pencatatan keuangan sederhana.

Tim PKM FEB Unsam Kembangkan Wirausaha Mikro Ikan Asin Berbasis Blue Economy

Pada aspek produksi, kegiatan diarahkan pada pengenalan dan penerapan teknologi tepat guna, termasuk penggunaan freezer box untuk penyimpanan bahan baku ikan dan peralatan pendukung pengolahan. Teknologi tersebut diharapkan membantu menjaga mutu bahan baku, mengurangi risiko kerusakan, dan meningkatkan efisiensi proses produksi.

Selain produksi, perhatian diberikan pada aspek pengemasan dan identitas produk. Melalui pendampingan desain merek dan label kemasan serta penggunaan mesin vacuum sealer, mitra diperkenalkan pada teknik pengemasan yang lebih higienis dan informatif.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik produk sekaligus memperkuat identitas usaha di tengah persaingan pasar.

Pada aspek pemasaran, tim memberikan pendampingan dalam pemanfaatan platform perdagangan elektronik (e-commerce) dan lokapasar (marketplace), yaitu Shopee, melalui tautan https://id.shp.ee/QBL2GKv1 sebagai sarana promosi dan perluasan jangkauan konsumen. Pemanfaatan platform tersebut diharapkan dapat membuka peluang pemasaran yang lebih luas dan mengurangi ketergantungan pelaku usaha terhadap pemasaran konvensional.

Sementara itu, pada aspek manajemen keuangan, mitra mendapatkan pendampingan mengenai pencatatan transaksi, pemisahan keuangan usaha dan rumah tangga, serta penyusunan pembukuan sederhana. Kemampuan tersebut menjadi bagian penting dalam membantu pelaku usaha mengetahui biaya produksi, menghitung keuntungan, dan merencanakan pengembangan usaha secara lebih terukur.

Anggota tim PKM, Dr. Afrah Junita, S.E., Ak., M.Pd., Dewi Rosa Indah, S.E., M.Si., dan Nova Novitasari, S.M., M.M., turut berperan sesuai dengan bidang keahlian masing-masing, mulai dari penguatan manajemen keuangan, pemasaran dan pengemasan produk, hingga pemanfaatan teknologi digital. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Universitas Samudra untuk mendukung pelaksanaan pelatihan, praktik, dan pendampingan.

Melalui pendekatan blue economy atau ekonomi biru, program ini mendorong pemanfaatan sumber daya kelautan secara produktif dengan memperhatikan efisiensi, pengurangan kehilangan hasil perikanan, peningkatan nilai tambah, serta keberlanjutan sumber daya laut. Pendekatan tersebut menempatkan pelaku usaha mikro sebagai bagian penting dalam rantai nilai ekonomi perikanan, mulai dari pengolahan hingga pemasaran produk.

Tim PKM FEB Unsam Kembangkan Wirausaha Mikro Ikan Asin Berbasis Blue Economy

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan mitra, tetapi juga mendorong tumbuhnya wirausaha mikro yang lebih mandiri, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu menciptakan peluang kerja bagi masyarakat sekitar, khususnya keluarga nelayan dan perempuan di kawasan pesisir.

Melalui program tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Samudra diharapkan dapat terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Pendampingan berkelanjutan diharapkan dapat membantu mitra mengembangkan usaha secara konsisten, meningkatkan daya saing produk lokal, dan memperkuat perekonomian masyarakat pesisir Kota Langsa, tutup Puti Andiny. (id75)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement