Tim PKM FIP Unimed Latih Guru SLBN Autis Sumut Dan Karya MurniTim PKM FIP Unimed Latih Guru SLBN Autis Sumut Dan Karya Murni

MEDAN (Waspada.id): Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Medan (Unimed) menggelar pelatihan pembuatan media pembelajaran musik berbantuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bagi guru-guru Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Medan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi pendidik dalam memanfaatkan teknologi untuk memperkuat pendidikan seni yang inklusif.
Pelatihan yang berlangsung diikuti guru-guru dari SLBN Autis Sumut dan SLB Karya Murni. Kegiatan dibuka oleh Kepala Sekolah, Cawir Rufinus Purba, S.Pd., M.Pd., bersama Ketua Pelaksana PKM, Try Wahyu Purnomo, S.Pd., M.Pd.
Program tersebut didukung tim dosen PKM FIP Unimed yang terdiri atas Utami Nurhafsari Putri, S.Psi., M.Psi., Melly Br. Bangun, S.Kom., M.Kom., dan Dr. Herna Hirza, S.Pd., M.Sn. Pada kesempatan itu, tim PKM juga menyerahkan bantuan peralatan secara simbolis kepada pihak sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan inklusif.
Ketua Pelaksana PKM, Try Wahyu Purnomo, mengatakan pemanfaatan teknologi menjadi kebutuhan penting dalam pembelajaran seni, khususnya bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
"Pembelajaran seni, terutama musik, memerlukan media yang adaptif dan personal agar mampu menjangkau seluruh peserta didik, termasuk siswa autisme, tunanetra, maupun tunarungu," ujarnya.
Menurutnya, penerapan teknologi AI dapat membantu guru menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) secara lebih efektif sekaligus menghasilkan media pembelajaran visual dan auditori yang mampu meningkatkan fokus, keterlibatan, serta respons emosional peserta didik.
Pada sesi materi, Melly Br. Bangun menjelaskan pemanfaatan Artificial Intelligence dalam pendidikan khusus. Ia menegaskan AI bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi asisten yang membantu menciptakan proses pembelajaran yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa.
Ia mencontohkan teknologi seperti *emotion recognition*, *visual schedule*, *text to speech*, dan *speech to text* yang dapat mendukung proses belajar siswa berkebutuhan khusus. Selain itu, aplikasi pembelajaran berbasis AI juga memungkinkan evaluasi otomatis serta pemantauan perkembangan siswa secara lebih terukur.
Sementara itu, narasumber Rinanda Purba, S.Kom., M.Sn., memberikan pelatihan teknis mengenai pembuatan media visual inklusif menggunakan pendekatan **Single Master Prompt (Zero-Prompt)** berbasis JSON. Melalui teknologi AI, para guru dilatih menghasilkan ilustrasi visual yang sederhana, kontras, dan mudah dipahami siswa berkebutuhan khusus tanpa harus memiliki kemampuan desain grafis.
Menurutnya, pendekatan tersebut memudahkan guru menyusun media pembelajaran, instrumen evaluasi, maupun soal berbasis visual yang lebih menarik dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan testimoni dari peserta serta kepala sekolah. Melalui pelatihan ini, Tim PKM FIP Unimed berharap pemanfaatan kecerdasan buatan dapat semakin mendukung inovasi pembelajaran di sekolah luar biasa sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan inklusif di Sumatera Utara. (wsp.id)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda