Breaking News
Memuat breaking news...

Tim PKM Unsam Terapkan Polikultur Udang Windu-Bandeng di Langsa

Redaksi
Redaksi
Rabu, 16 September 2026 - 11.35 AM WIB
Tim PKM Unsam Terapkan Polikultur Udang Windu-Bandeng di Langsa
Tim PKM Unsam bersama Kelompok Mitra Masyarakat saat penerapan budidaya polikultur udang windu dan ikan bandeng, di Gampong Sungai Pauh Tanjong, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa.Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

LANGSA (Waspada.id): Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Samudra (Unsam) melaksanakan program pemberdayaan bagi masyarakat pesisir melalui rehabilitasi tambak dan penerapan budidaya polikultur udang windu dan ikan bandeng di Desa Sungai Pauh Tanjong, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa.

Ketua Tim PKM Dosen Universitas Samudra Muhammad Fauzan Isma, S.Pi., M.Si didampingi anggota Teuku Muhammad Faisal, S.Kel., M.Si, Syamsul Bahri,S.P., M.P, Rabu (16/9/2029) menyampaikan, bertujuan untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan serta merupakan salah satu bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi.

Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa diantaranya, Ilham Herdi, M. Farhan Mursalin bersama Kelompok Mitra Masyarakat Gampong Sungai Pauh Tanjong yang dilaksanakan sejak 29 Juli hingga September 2026 dengan sumber pendanaan DIPA Universitas Samudra melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).

Fauzan Isma menambahkan, program kegiatan tersebut merupakan salah satu aspek penting dalam memperkenalkan pengelolaan tambak berbasis data kepada kelompok masyarakat.

Petambak didampingi untuk melakukan pengukuran dan pencatatan sejumlah parameter kualitas air, antara lain suhu, oksigen terlarut (DO), pH, salinitas, kecerahan, amonia, nitrit, alkalinitas, tinggi air, serta kondisi biota, ujarnya.

Menurut, Fauzan Isma program penerapan polikultur udang windu dan bandeng dipilih sebagai alternatif pengembangan budidaya yang menjanjikan.

"Udang windu menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi, sementara bandeng dapat memanfaatkan sumber pakan alami seperti bahan organik, lumut dan detritus yang terdapat di lingkungan tambak. Ini akan meningkatkan penghasilan masyarakat pesisir yang mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan," jelasnya.

Melalui program ini, Universitas Samudra mendorong transformasi pengelolaan tambak masyarakat dari pola yang sebelumnya lebih mengandalkan pengalaman menjadi pengelolaan yang lebih terukur, partisipatif dan berbasis data.

"Semoga tambak yang dulu menganggur bisa kembali produktif dan menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat Sungai Pauh Tanjong," tandas Fauzan.(id75)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement