Breaking News
Memuat breaking news...

Tim USK dan PKBM Ruman Aceh Berkolaborasi Dalam Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer

Redaksi
Redaksi
Senin, 14 September 2026 - 2.04 PM WIB
Tim USK dan PKBM Ruman Aceh Berkolaborasi Dalam Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer
Ketua Tim Pengabdi USK menyerahkan bantuan seperangkat alat dan bahan baku pembuatan hand sanitizer kepada Pendiri dan Pembina PKBM Ruman Aceh, Sabtu (12/09/2026).(Waspada.id/Ist)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BANDA ACEH (Waspada.id): Universitas Syiah Kuala (USK) bersama PKBM Rumah Baca Aneuk Nanggroe (Ruman) Aceh memperkuat literasi kesehatan dan keterampilan peserta didik dalam mencegah penyakit infeksi melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Pembangunan Berkelanjutan (PKM BPB) dengan tema Peningkatan Keterampilan Masyarakat Sekolah dalam Pencegahan Penyakit Infeksi melalui Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer, pada Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan yang didukung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK Tahun Anggaran 2026 ini melibatkan 20 peserta didik Program Pendidikan Kesetaraan (Paket) B dan Paket C di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ruman Aceh yang berada di Gampong Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh.

Kegiatan diawali dengan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama pentingnya kebersihan tangan sebagai salah satu langkah sederhana dalam memutus rantai penularan penyakit infeksi. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai penggunaan hand sanitizer yang tepat, kemudian dilibatkan secara langsung dalam pelatihan pembuatan hand sanitizer melalui pendekatan learning by doing.

Ketua tim pengabdi, apt. Fajar Fakri, S.Farm., M.S.Farm., mengatakan kegiatan ini dirancang untuk menjembatani pengetahuan kesehatan dengan keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap edukasi kesehatan tidak berhenti pada pengetahuan. Peserta perlu memahami alasan pentingnya kebersihan tangan, mengetahui cara penggunaan hand sanitizer yang tepat, sekaligus memiliki pengalaman membuatnya secara langsung. Dengan pendekatan praktik, kami berharap kesadaran dan kemandirian dalam menerapkan PHBS dapat tumbuh secara berkelanjutan.”

Menurut Fajar, keterampilan sederhana seperti menjaga kebersihan tangan dapat menjadi bagian penting dari budaya hidup sehat apabila dipahami dan dipraktikkan secara konsisten, baik di lingkungan pendidikan, keluarga, maupun masyarakat.

Sementara itu pendiri dan Pembina PKBM Ruman Aceh, Ahmad Arif, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, kegiatan yang menggabungkan pendidikan, kesehatan, dan keterampilan praktis memberikan nilai tambah bagi peserta didik mereka.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi peserta didik karena mereka mendapatkan pengetahuan sekaligus pengalaman praktik. Kami berharap keterampilan yang diperoleh tidak berhenti dalam kegiatan ini saja, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dibagikan kepada keluarga maupun lingkungan sekitar.”

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pengabdian yang terdiri atas apt. Fajar Fakri, S.Farm., M.S.Farm., Ir. Akmal Muhni, S.T., M.T., apt. Yunda Fachrunniza, S.Farm., M.Sc., dan Mirdha Iryana, S.Farm., serta melibatkan mahasiswa Farmasi dalam pelaksanaan edukasi dan pendampingan praktik.

Selain meningkatkan pengetahuan mengenai PHBS dan pencegahan penyakit infeksi, pelatihan diarahkan untuk membangun keterampilan peserta melalui pengalaman langsung dalam proses pembuatan hand sanitizer. Interaksi antara tim pengabdi, mahasiswa, mitra, dan peserta didik menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang partisipatif dan aplikatif.

Kegiatan ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3: Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), khususnya melalui penguatan edukasi kesehatan, pencegahan penyakit, dan peningkatan kapasitas masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup sehat.

Kolaborasi USK dan PKBM Ruman Aceh tersebut menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi ruang untuk menghadirkan solusi kesehatan yang sederhana, aplikatif, dan berkelanjutan. Melalui pengetahuan yang dipraktikkan, peserta didik diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan membangun budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Sebelum menutup kegiatan, Ketua tim pengabdi USK menyerahkan bantuan seperangkat alat dan bahan baku pembuatan hand sanitizer kepada pendiri dan Pembina PKBM Ruman Aceh agar bisa ditularkan pelatihan tersebut kepada peserta didik lainnya.(id66)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement