Tingkatkan Kompetensi Vokasi Digital, Tim PKM Unimed Gelar Pelatihan SolidWorks Dan 3D Printing Di SMK Gelora Jaya Nusantara


MEDAN (Waspada.id): Dalam upaya menjawab tantangan Industri 4.0 dan memperkuat keterampilan teknis siswa vokasi, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Negeri Medan (Unimed) menyelenggarakan rangkaian pelatihan dan workshop bertajuk “Peningkatan Kompetensi Guru dan Siswa dalam Pemanfaatan Teknologi Manufaktur Digital” di SMK Swasta Gelora Jaya Nusantara Medan.
Kegiatan yang didanai melalui skema PKM LPPM Unimed Tahun Anggaran 2026 ini dipimpin oleh Henry Iskandar, S.Pd., M.Pd.T., bersama anggota tim dosen Nur Basuki, S.Pd., M.Pd., M.Pd.T., dan Aken Derisman, M.Pd.T., serta dibantu oleh tim mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif dan Teknik Mesin Unimed.
Ketua Tim PKM Unimed, Henry Iskandar, S.Pd., M.Pd.T., menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mengatasi keterbatasan penguasaan perangkat lunak Computer-Aided Design (CAD) serta mengoptimalisasi pemanfaatan fasilitas printer 3D Anycubic yang ada di sekolah mitra.
“Persaingan dunia kerja dan industri manufaktur saat ini menuntut kelulusan SMK tidak hanya mampu menggambar teknik secara manual, tetapi juga terampil merancang model 3D parametrik secara digital hingga merealisasikannya menjadi produk prototipe fisik,” ujar Henry di sela-sela kegiatan puncak workshop.
Rangkaian program PKM ini telah berlangsung secara sistematis sejak Februari hingga Juli 2026. Puncak kegiatan workshop pengoperasian printer 3D dilaksanakan pada Senin, 27 Juli 2026 di Laboratorium Komputer SMK Swasta Gelora Jaya Nusantara, Jl. Jamin Ginting Km. 15, Medan Tuntungan.
Sebanyak 35 peserta yang terdiri dari 30 siswa dan 5 guru produktif teknik mengikuti seluruh tahapan pelatihan dengan tingkat ketuntasan 100%. Materi yang diberikan mencakup dasar-dasar pemodelan 3D menggunakan SolidWorks, teknik slicing, pengaturan parameter cetak, kalibrasi mesin printer 3D Anycubic, hingga penanganan masalah teknis (troubleshooting).
Hasil evaluasi program menunjukkan dampak nyata pada peningkatan kompetensi peserta. Berdasarkan nilai pre-test dan post-test, rata-rata pemahaman peserta meningkat secara signifikan dari 62,4 menjadi 84,6, atau mengalami kenaikan sebesar 22,2 poin (35,58%). Selain itu, praktikum mandiri peserta berhasil menghasilkan 10 prototipe fisik akhir yang meliputi komponen mekanik, benda fungsional, dan media pembelajaran 3D.
Kepala SMK Swasta Gelora Jaya Nusantara, Nur Minta Ginting, S.Pd., M.Pd.T., menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Tim PKM Unimed atas kepedulian serta kontribusi nyatanya dalam memajukan kualitas pendidikan vokasi di sekolah tersebut.
“Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Tim PKM Unimed dan LPPM Unimed. Pelatihan ini memberi dampak luar biasa bagi pengembangan kompetensi guru dan siswa kami. Fasilitas printer 3D yang sebelumnya belum termanfaatkan secara optimal, kini sudah dapat dioperasikan dengan baik oleh para siswa dan guru,” tutur Kepala SMK Swasta Gelora Jaya Nusantara, Nur Minta Ginting, S.Pd., M.Pd.T.
Nur Minta Ginting, S.Pd., M.Pd.T. menambahkan, keberadaan modul pembelajaran CAD dan 3D Printing yang disusun tim dosen Unimed akan menjadi panduan berharga untuk keberlanjutan praktikum di sekolah. “Ke depan, modul dan SOP ini akan kami integrasikan ke dalam kurikulum pembelajaran praktikum secara berkala. Kami juga berencana membentuk Klub CAD-Prototyping siswa sebagai wadah kreativitas sekaligus persiapan menuju model pembelajaran berbasis industri atau teaching factory,” tambahnya penuh optimisme.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, Tim PKM Unimed secara resmi menyerahkan Modul Pembelajaran CAD–3D Printing dan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengoperasian mesin printer 3D untuk dipergunakan pihak sekolah secara mandiri. (wsp.id)












Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda