TKD Tambahan Rp1,05 Miliar Rehab SD Berusia Setengah Abad di Tanjung Morawa


TANJUNG MORAWA (Waspada.id): Rehabilitasi dan pembangunan sejumlah fasilitas di SD Negeri 104240, Desa Wonosari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang telah rampung dikerjakan per Oktober 2026. Seluruh pekerjaan ini dibiayai melalui dana Transfer ke Daerah (TKD) Tambahan dengan total anggaran mencapai Rp1.056.814.300.
TKD Tambahan adalah alokasi dana tambahan dari pemerintah pusat yang disalurkan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah. Penggunaannya terutama ditujukan untuk mempercepat rehabilitasi, rekonstruksi, serta pemulihan wilayah yang terdampak bencana atau untuk mendukung penanganan kebutuhan mendesak lainnya.

Ruang belajar di SD Negeri 104240 Wonosari, Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang, telah direnovasi menjadi baru dan nyaman, Senin (26/10/2026).(Dok Tim Media Satgas PRR)
SDN 104240, Desa Wonosari, sebagai contoh. Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang, Irwansyah Putra, merinci penggunaan TKD Tambahan untuk rehabilitasi sekolah tersebut sebagai berikut:
Pembangunan sarana olahraga seluas 419 m²: Rp180.004.300
Rumah dinas penjaga sekolah seluas 36 m²: Rp154.080.000
Pembangunan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) seluas 12 m²: Rp51.360.000
Pembangunan laboratorium seluas 64 m²: Rp273.920.000
Rehabilitasi pagar sekolah: Rp145.000.000
Rehabilitasi tiga ruang kelas: Rp252.450.000
"Sumber dananya berasal dari TKD Tambahan. Semua sudah selesai dan siap digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar yang lebih nyaman dan aman," jelas Irwansyah Putra saat meninjau lokasi, Senin (26/10/2026).
Fasilitas Baru Tingkatkan Minat Belajar dan Jumlah Siswa
Sebelum renovasi, sekolah yang berdiri sejak 1975 ini kerap tergenang air, ruang kelas rusak, belum memiliki UKS, rumah penjaga tidak layak, dan tidak ada lapangan olahraga yang memadai. Kondisi ini membuat jumlah siswa relatif sedikit. Setelah direnovasi, jumlah siswa meningkat dari 143 orang pada tahun sebelumnya menjadi 164 siswa di tahun 2026.

Suasana di Laboratorium yang baru dibangun di SD Negeri 104240 Wonosari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Senin (26/10/2026).(Dok Tim Media Satgas PRR)
Kepala SD Negeri 104240, Muhammad Ibni, menyebut perubahan kondisi sekolah turut memengaruhi minat masyarakat untuk menyekolahkan anak mereka di sekolah tersebut. "Banyak yang pindah ke sini setelah melihat fasilitasnya diperbaiki. Murid pun lebih semangat masuk ke kelas yang sudah rapi dan nyaman," ujarnya.
Fasilitas baru juga membuka kemungkinan kegiatan ekstrakurikuler yang sebelumnya tidak dapat dilakukan. Lapangan olahraga kini digunakan untuk kegiatan futsal, pramuka, pencak silat, dan kegiatan keagamaan.
Bagian dari Rencana Induk PRRP Sumatera 2026–2028
Renovasi SD Negeri 104240 merupakan bagian dari Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRRP) Sumatera Tahun 2026–2028. Dalam dokumen tersebut, sektor pendidikan menetapkan dua strategi utama:
Strategi Rehabilitasi
Pemulihan layanan pendidikan dan dukungan sarana pembelajaran
Pemenuhan paket perlengkapan belajar siswa
Pendampingan trauma healing bagi peserta didik, mahasiswa, guru, dan dosen
Pendampingan pembelajaran darurat serta tunjangan khusus bagi pendidik dan tenaga kependidikan terdampak
Pelatihan pendidikan dalam situasi darurat
Strategi Rekonstruksi
Pembangunan unit sekolah baru dan/atau relokasi satuan pendidikan dengan tingkat kerusakan total
Pengembangan dan penguatan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), agar sistem pendidikan lebih tangguh dan mampu menyediakan layanan dalam kondisi bencana
Secara nasional, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp4,65 triliun untuk merehabilitasi dan merevitalisasi 4.922 sekolah yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Per 22 Oktober 2026, sebanyak 3.135 sekolah telah rampung direvitalisasi, termasuk 683 unit di Sumatera Utara.
Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan keberlanjutan proses belajar mengajar menjadi salah satu capaian penting dalam pemulihan pendidikan pascabencana. Meski jumlah sekolah terdampak ribuan, proses pembelajaran telah kembali berjalan di seluruh lokasi terdampak.
"Jadi, memang sekali lagi karena jumlahnya masif yang 4.922 sekolah, tidak mungkin diselesaikan dalam waktu yang sangat cepat," ujar Tito. Ia juga menyoroti 97 sekolah yang membutuhkan relokasi dan meminta pemda mempercepat penyediaan lahannya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menambahkan pemulihan pendidikan tidak hanya berfokus pada pembangunan gedung, tetapi juga menjaga layanan pembelajaran tetap berjalan selama proses perbaikan.
Masih Ada Kebutuhan Perbaikan Berlanjut
Meskipun empat ruang kelas lainnya dan ruang kepala sekolah belum direhab, pihak sekolah berharap kebutuhan tersebut dapat terpenuhi pada tahun 2027. Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang mencatat masih terdapat sekitar 856 kebutuhan ruang kelas baru secara bertahap, dengan target 202 ruang kelas baru pada tahun 2026. Upaya ini diharapkan memungkinkan seluruh sekolah dasar di Kabupaten Deli Serdang melaksanakan pembelajaran satu sif di pagi hari.
Dewi Hasugian, warga sekaligus wali murid yang juga alumni sekolah ini, mengaku sengaja memindahkan anaknya ke SD Negeri 104240 setelah melihat perubahan yang signifikan. "Dulu setiap hujan halaman becek dan tergenang air. Sekarang sudah tertata rapi. Itulah sebabnya saya pilih sekolah ini untuk anak saya," katanya.

Suasana murid di SD Negeri 104240 Wonosari, Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang, saat sedang bermain di jam istirahat, Senin (26/10/2026).(Dok Tim Media Satgas PRR)
Renovasi SD Negeri 104240 menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan. Rehabilitasi sekolah akan terus dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan ketersediaan anggaran, agar semakin banyak sekolah memiliki lingkungan belajar yang layak, aman, dan nyaman. Upaya ini menunjukkan kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus kerja keras pemerintah untuk memastikan anak-anak memperoleh fasilitas pendidikan yang memadai. Perbaikan yang telah terwujud di SD Negeri 104240 juga merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, pihak sekolah, dan masyarakat yang bersama-sama mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih baik.***
Berita Terkait











































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda