Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

TNI AD Tertibkan Bendera Bulan Bintang di Pidie, Situasi Kembali Kondusif

Redaksi
Redaksi
Kamis, 5 November 2026 - 3.32 PM WIB
TNI AD Tertibkan Bendera Bulan Bintang di Pidie, Situasi Kembali Kondusif
Pangdam IM Brigjen TNI Mahesa Fitriadi didampingi Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal dan Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi meninjau personel TNI yang mengalami luka akibat lemparan batu, Rabu (4/11/2026).
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

PIDIE (Waspada.id): Penertiban Bendera Bulan Bintang oleh personel TNI AD di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11/2026), berujung bentrokan. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu warga meninggal dunia, serta 13 warga dan enam personel TNI mengalami luka-luka.

Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal, menjelaskan bahwa personel Kodim 0102/Pidie bersama unsur terkait melaksanakan penertiban setelah panitia peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tetap mengibarkan Bendera Bulan Bintang di Meunasah Desa Pulo Keunari.

Menurut Kolonel Mustafa, sebelum melakukan penertiban, pihaknya aparat gabungan TNI dan Polri telah mengutamakan pendekatan persuasif melalui komunikasi dan mediasi dengan panitia penyelenggara. Namun, upaya tersebut belum mencapai kesepakatan karena pihak panitia tetap mempertahankan pengibaran bendera tersebut.

Danrem menguraikan, situasi kemudian meningkat hingga terjadi aksi pelemparan batu dan kayu ke arah personel TNI. Sejumlah orang juga terlihat membawa senjata tajam.

“Personel TNI berupaya mengendalikan situasi dan membubarkan massa menggunakan perlengkapan pengendalian huru-hara. Namun, massa terus melakukan tindakan anarkis sehingga mengancam keselamatan personel,” ujarnya dalam rilis yang diterima Waspada.id Kamis (5/11/26).

Menghadapi kondisi tersebut, Danrem Mustafa menegaskan, personel mengambil tindakan pengamanan secara bertahap. TNI terlebih dahulu melepaskan tembakan peringatan menggunakan munisi hampa, kemudian menggunakan munisi karet.

“Setelah massa membubarkan diri, personel TNI menurunkan Bendera Bulan Bintang dari lokasi kegiatan,” terangnya.

Peristiwa tersebut mengakibatkan 14 warga menjadi korban. Satu orang meninggal dunia, sedangkan 13 lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, enam personel TNI juga mengalami luka-luka dan mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.

Korban meninggal dunia bernama Abzalul Riza, warga Desa Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie.

Keluarga memakamkan jenazah Abzalul Riza pada Kamis (5/11/2026) sekitar pukul 01.00 WIB di pemakaman umum Desa Dayah Kampong Baru, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie.

Pihak TNI AD menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban serta keprihatinan terhadap seluruh warga dan personel yang mengalami luka-luka. TNI juga berharap para korban segera pulih.

Selain penertiban di Pulo Keunari, TNI AD juga melakukan langkah antisipasi terhadap rencana kegiatan Syiar Aceh Merdeka di Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.

Personel Kodim 0102/Pidie bersama personel bawah kendali operasi (BKO) melaksanakan patroli serta komunikasi sosial dengan masyarakat.

Kegiatan yang semula direncanakan berlangsung di Desa Udeung Poroh akhirnya berpindah ke Makam Abdullah Syafi’i, Desa Cubo, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.

Danrem 011/Lilawangsa putra Pidie itu menegaskan, TNI AD terus mengutamakan pendekatan persuasif, komunikasi sosial, serta koordinasi dengan Polri, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah.

“TNI akan menjalankan setiap tindakan di lapangan secara profesional dengan memperhatikan ketentuan hukum serta keselamatan masyarakat dan personel di lapangan,” sebutnya.

Hingga Kamis (5/11/2026) pukul 04.30 WIB, kondisi keamanan di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, secara umum telah kondusif.

Personel TNI masih melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan aparat terkait untuk menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban masyarakat.

TNI juga mengimbau kepada warga di Aceh untuk tidak mengunakan apalagi mengibarkan simbul berkaitan sparatis yang dilarang di Negara Republik Indonesia.(rel/hd)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement