Breaking News
Memuat breaking news...

TNI Bangun Jembatan Gantung di Dabun Gelang

Redaksi
Redaksi
Jumat, 31 Juli 2026 - 9.36 PM WIB
TNI Bangun Jembatan Gantung di Dabun Gelang
Personel Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP) 855/Raksaka Dharma bersama warga memasang konstruksi utama Jembatan Gantung Kendawi di Desa Kendawi, Kec. Dabun Gelang, Gayo Lues. (Waspada.id/Ist)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BLANGKEJEREN (Waspada.id): Tidak lama lagi, TNI akan menuntaskan pembangunan jembatan gantung di bekas jembatan beton di Desa Kendawi, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues. Saat ini progress jembatan telah mencapai 50 persen lebih. Ditargetkan, jembatan gantung tersebut selesai sebelum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Sebagai jalur alternatif sebelum jembatan gantung selesai dibangun, TNI dan warga telah membangun jembatan sling alternatif. TNI dari Batalyon TP 885/Raksaka Dharma, juga menyiagakan satu unit rubber boat di lokasi.

Pada Rabu (29/07/2026), salah seorang Komandan Peleton (Danton) Peltu Nurdin, dari Batalyon Infantri Teritorial Pembangunan (Yon TP) 855/Raksaka Dharma, yang bermarkas di Desa Panglima Linting, Kecamatan Dabun Gelang, menyebutkan pembangunan jembatan gantung Kendawi sudah berlangsung selama satu bulan dua minggu. Progres pembangunannya telah mencapai 50 persen. Salah satu abudment jembatan telah selesai dibangun. “Perkembangan pembangunanya telah mencapai 50 persen,” kata Peltu Nurdin.

Pada Kamis, (20/07/2026), Kepala Koordinator Wilayah Aceh II Posko Nasional Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Brigjen TNI (Mar) Dr. Guslin, juga telah meninjau langsung lokasi pembangunan jembatan gantung Kendawi. Dia melihat langsung progress pembangunan jembatan yang dibangun oleh TNI di sana.

Pada kesempatan yang sama, saat mendampingi kunjungan Satgas PRR, Dandim 0113/GL, Letkol Arm. Fran Desiafan Eka Saputra, SH, menyampaikan bahwa bila tidak ada aral melintang, jembatan gantung tersebut selesai sebelum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Sejumlah warga di Kendawi menyayangkan framing tentang siswa sekolah yang menggunakan jembatan sling yang dibentangkan di atas badan Sungai Tripe. Cara pembingkaian informasi di media sosial tersebut, dinilai sengaja mereduksi fakta lain, bahwa di sana TNI sedang bekerja membangun jembatan.

Warga berharap cara framing negatif supaya ditinggalkan, karena akan membuat proses pemulihan Aceh pascabencana menjadi terhambat. “Kalau mau mewartakan, sampaikan secara lengkap. Informasi jangan dipenggal-penggal,” kata seorang warga.

Sebelumnya, pada Rabu, 26 November 2025, Krueng (Sungai) Tripe yang berhulu di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) mengamuk. Hujan deras elama satu minggu, ditambah silon tropis, membuat sungai tersebut mengalami surplus debit air.

Air sungai yang mengalir deras membawa bandang yang luar biasa. Gelondongan kayu yang dihanyutkan oleh derasnya air sungai, merusak banyak bangunan di sepanjang aliran sungai.

Salah satu yang dihantam kemudian dirobohkan oleh banjir bandang yaitu jembatan beton permanen di Desa Kendawi. Jembatan yang menjadi penghubung warga di enam desa, hancur dan terjengkang ke dalam sungai.

Jembatan yang dibangun untuk menggantikan jembatan beton yang roboh diterjang banjir bandang akhir 2025 itu kini telah mencapai progres lebih dari 50 persen dan ditargetkan rampung sebelum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. (Waspada.id/Ist)

SDN 5 Dabun Gelang dan SMP Satu Atap Kendawi, mengalami rusak parah akibat terjangan air bah yang mengamuk pada akhir November tahun lalu. Supaya proses belajar mengajar tetap berjalan dan pembangunan jembatan gantung tidak terganggu, pihak sekolah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Gayo Lues, memindahkan pelaksanaan sekolah ke meunasah (surau) yang ada di desa tersebut.

Kepala Posko Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Dr. Safrizal ZA, Jumat (31/07/2026), secara terpisah mengatakan proses penanganan daerah terdampak bencana terus dilakukan. Termasuk pembangunan jembatan gantung Kendawi.

Ia memberikan apresiasi kepada TNI yang sedang membangun jembatan gantung di lokasi bekas jembatan beton yang roboh akibat bencana hidrometeorologi Sumatra.

“Terima kasih kepada personel TNI yang sedang bekerja membangun jembatan sejak satu bulan lalu. Mudah-mudahan jembatan gantung tersebut selesai seperti jadwal yang telah direncanakan,“ sebut Safrizal.

Safrizal juga mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah bekerja sama dengan pemerintah membantu proses pemulihan.

“Partisipasi masyarakat yang telah berlangsung selama ini turut saya berikan apresiasi. Mudah-mudahan sinergitas ini dapat terus berlangsung,” Harap Safrizal. (id67)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement