TPN XIII Kota Medan Sukses, Satukan Lebih dari 500 Pendidik dalam Semangat "Cita-Cita Kolektif: Kewargaan Desa Dunia"TPN XIII Kota Medan Sukses, Satukan Lebih dari 500 Pendidik dalam Semangat "Cita-Cita Kolektif: Kewargaan Desa Dunia"

MEDAN (Waspada.id): Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII Kota Medan yang diselenggarakan oleh Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Kota Medan berlangsung sukses dan meriah pada Sabtu, 18 Juli 2026. Mengusung tema "Cita-Cita Kolektif: Kewargaan Desa Dunia", kegiatan ini menjadi ruang belajar, berbagi praktik baik, dan memperkuat kolaborasi berbagai pemangku kepentingan pendidikan dalam mendukung guru untuk terus bertumbuh.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Ahmad Barli Mulia Nasution, S.STP., MAP. Dalam sambutannya, dia menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada KGBN Kota Medan yang selama ini konsisten menghadirkan ruang belajar dan ruang bertumbuh bagi guru-guru, tidak hanya di Kota Medan tetapi juga di berbagai daerah di Provinsi Sumatera Utara.
"Kami mengapresiasi KGBN Kota Medan yang telah menjadi wadah guru untuk terus belajar, berkolaborasi, dan meningkatkan kompetensi. Semoga semangat belajar sepanjang hayat ini terus tumbuh sehingga berdampak pada kualitas pendidikan di Sumatera Utara," ungkapnya.
TPN XIII Kota Medan diikuti oleh sekitar 500 peserta yang berasal dari berbagai unsur pendidikan, mulai dari guru, kepala sekolah, pengawas, mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Universitas Negeri Medan (UNIMED), dan Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah, hingga pegiat Pendidikan. Acara semakin semarak dengan penampilan tarian persembahan dari mahasiswa UMSU yang berhasil memukau seluruh peserta.
Salah satu agenda utama adalah Talkshow Pendidikan yang menghadirkan berbagai narasumber diantaranya; ), Ahmad Barli Mulia Nasution, S.STP., MAP (Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan), Ismail Saleh Nasution, M.Pd. (Kaprodi PGSD UMSU), Arifin Ambarita, M.Pd. (Perwakilan dari BPMP Provinsi Sumut), Husni Ilyas, M.Si. ( Perwakilan dari BBGTK Provinsi Sumut), H. Hendra Cipta, SE, M.M. (Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara), Mahniar Sinaga, M.Pd. (Ketua KGBN Kota Medan), dan Fidela Dominiq Hutapea (Bintang Sobat SMP 2026), dan sebagai pemandu talkshow Lisza MegasariS.Pd. (Ketua Bidang Advokasi & Kebijakan BPN KGBN).
Koordinator TPN XIII Kota Medan, Renta Siregar, S.Pd. mengungkapkan bahwa antusiasme peserta tahun ini sangat luar biasa. Tidak hanya berasal dari Kota Medan, peserta juga datang dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara.
"Animo peserta begitu tinggi. Bahkan karena kuota telah terpenuhi, kami terpaksa menutup pendaftaran sejak H-1 pelaksanaan kegiatan. Ini menjadi bukti bahwa kebutuhan guru terhadap ruang belajar dan kolaborasi semakin besar," jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa TPN XIII Kota Medan memiliki keunikan tersendiri dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Tidak hanya diikuti oleh guru dan kepala sekolah, tetapi juga mahasiswa PPG Prajabatan yang hadir untuk belajar langsung dari praktik baik para guru yang telah berpengalaman di lapangan.
"Ini menjadi ruang belajar lintas generasi. Calon guru dapat berdialog, berdiskusi, dan mengambil inspirasi dari guru-guru yang telah membuktikan praktik baiknya di kelas. Sebaliknya, guru juga memperoleh energi baru dari semangat para calon pendidik," tambahnya.

Ketua Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Kota Medan Mahniar Sinaga, M.Pd
Sementara itu, Ketua KGBN Kota Medan, Mahniar Sinaga, M.Pd., dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam membangun pendidikan.
"Guru belajar membutuhkan dukungan dari banyak pihak. Tidak mungkin guru bertumbuh sendirian. Karena itu, mari kita kita rawat sinergi bersama pemerintah daerah, dinas pendidikan, perguruan tinggi, dunia usaha dan industri, komunitas pendidikan, serta berbagai mitra agar ekosistem belajar guru semakin kuat," ujarnya.
Mahniar menjelaskan bahwa tema "Cita-Cita Kolektif: Kewargaan Desa Dunia" mengajak seluruh pendidik untuk mempersiapkan peserta didik menjadi warga dunia yang tetap berpijak pada nilai-nilai lokal, budaya, karakter bangsa, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Menurutnya, perubahan pendidikan hanya dapat diwujudkan melalui budaya belajar yang terus-menerus.
"Ketika guru berkomunitas, maka guru akan terus meng-upgrade ilmu, berbagi praktik baik, saling menguatkan, dan bersama-sama menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna bagi murid," tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan apresiasi kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara yang menjadi mitra strategis dalam penyelenggaraan TPN XIII.
Melalui kolaborasi tersebut, peserta memperoleh penguatan materi mengenai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, serta edukasi mengenai pemanfaatan sistem pembayaran digital yang aman dan bijak.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Teras Baca Agmarani yang turut mendukung kegiatan melalui program Beasiswa Cerdas Cermat Guru, sebagai bentuk apresiasi kepada guru-guru yang aktif belajar, berbagi, dan berkontribusi dalam komunitas. Program ini diharapkan mampu menjadi penyemangat bagi para guru untuk terus meningkatkan kompetensi sekaligus menumbuhkan budaya belajar sepanjang hayat.
Selain seminar dan talkshow inspiratif, TPN XIII Kota Medan juga menghadirkan berbagai sesi berbagi praktik baik antarguru, pameran pendidikan, serta cerdas cermat guru (CCG) dalam hal mengukur kompetensi guru. Seluruh rangkaian kegiatan mencerminkan semangat gotong royong dalam membangun pendidikan Indonesia yang lebih berkualitas.
Keberhasilan penyelenggaraan TPN XIII Kota Medan menjadi bukti bahwa ketika pemerintah, komunitas, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat bergandengan tangan, maka akan lahir ekosistem belajar yang kuat bagi guru. Dari Medan untuk Indonesia, semangat guru belajar terus menyala demi menghadirkan pendidikan yang lebih bermakna bagi setiap anak bangsa.
Turut memberikan sambutan, Ketua Umum Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) yang diwakili oleh Lisza Megasari selaku Ketua Bidang Advokasi & Kebijakan BPN KGBN mengajak seluruh guru untuk terus menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa menjadi guru tidak cukup hanya mengajar, tetapi juga harus terus bertumbuh, menginspirasi, dan berbagi melalui komunitas belajar.
Teruslah menjadi guru yang bertumbuh, menginspirasi, dan berbagi. Rawatlah semangat belajar bersama Komunitas Guru Belajar Nusantara. Sebab, ketika guru terus belajar, maka murid akan mendapatkan pengalaman belajar yang lebih bermakna, dan pendidikan akan bergerak menuju perubahan yang lebih baik, pesannya.
Semangat bertumbuh tersebut semakin terasa dengan peluncuran buku kumpulan praktik baik berjudul Guru Bukan Sekadar Mengajar karya para pengurus KGBN Kota Medan. Peluncuran buku ini menjadi salah satu momen istimewa dalam rangkaian TPN XIII Kota Medan sebagai bukti nyata komitmen guru untuk tidak hanya mengajar di ruang kelas, tetapi juga mendokumentasikan pengalaman, refleksi, dan inovasi pembelajaran agar dapat menginspirasi lebih banyak pendidik di berbagai daerah.
Kehadiran buku ini menjadi simbol bahwa setiap guru memiliki cerita, praktik baik, dan pembelajaran berharga yang layak dibagikan. Melalui budaya menulis dan berbagi, KGBN Kota Medan berharap semakin banyak guru yang terdorong untuk berkarya, memperluas dampak praktik baiknya, serta membangun ekosistem pendidikan yang saling menguatkan melalui kolaborasi dan komunitas belajar.(rel)






























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda