Breaking News
Memuat breaking news...

TPT Belakang Kantor Koperindag Toba Longsor, Satu Bidang Dipindahkan

Redaksi
Redaksi
Kamis, 24 September 2026 - 2.10 PM WIB
TPT Belakang Kantor Koperindag Toba Longsor, Satu Bidang Dipindahkan
Kondisi TPT yang rubuh akibat adanya galian tepat di belakang Kantor Koperindag Kabupaten Toba. Waspada.id/Ramsiana Gultom.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

TOBA (Waspada.id): Tembok Penahan Tanah (TPT) di belakang Kantor Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Toba mengalami keruntuhan. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk aktivitas penggalian lahan serta aliran air dari kawasan perkantoran Simanjalo.

Kepala Dinas Koperindag Toba, Sofian Sitorus, ketika dikonfirmasi Waspada.id, Kamis (24/9/2026), mengatakan aktivitas penggalian di sekitar lokasi memang turut berpengaruh terhadap kondisi TPT. Namun, keruntuhan semakin cepat terjadi karena saat ini memasuki musim hujan.

“Memang benar ada galian di sana, jadi tentu berpengaruh juga ke tembok penahan kita. Namun, secara kebetulan waktunya bersamaan dengan musim hujan,” ujarnya.

Kadis Koperindag, Sofian Sitorus. Waspada.id/Ramsiana Gultom



Menurutnya, aliran air dari kawasan atas kompleks perkantoran Simanjalo selama ini mengarah ke kawasan galian lewat saluran air yang berada tepat di bawah Kantor Koperindag. Kondisi tersebut membuat tekanan terhadap tanah semakin besar dan mempercepat keruntuhan TPT.

Ia menyebut, idealnya aliran air dari kawasan atas dialihkan mengikuti jalur jalan yang berada di depan kantor sehingga tidak mengarah ke lahan yang berada di belakang kantor. “Air yang dari atas seharusnya kita alihkan mengikuti jalan yang ada di depan kantor,” katanya.

Persoalan drainase tersebut, lanjutnya, sebenarnya sudah pernah dikeluhkan pemilik lahan yang berada di sekitar lokasi. Bahkan, sejak awal dirinya bertugas di lingkungan Koperindag, pemilik lahan telah menyampaikan keberatan karena aliran air dari kawasan perkantoran dibuang ke lahan mereka.

“Kita sudah coba koordinasi dengan mereka. Dengan Dinas PU juga secara pribadi saya sudah koordinasi agar kalau boleh drainasenya ditampung dari depan kantor saja, sepanjang jalan masuk ke kompleks Manjalo, bukan justru ke tanah orang,” jelasnya.

Ia menduga, kondisi tersebut berkaitan dengan pembangunan kompleks perkantoran yang dilakukan sekitar 2007. Saat itu, kondisi kawasan di sekitar kompleks masih belum berkembang seperti sekarang sehingga sistem pembuangan air kemungkinan belum memperhitungkan perkembangan kawasan dan kondisi saat ini.

“Dulu mungkin tahun 2007 ketika kompleks ini dibangun belum ada bypass. Mungkin masih hutan-hutan, sehingga kurang memperkirakan. Tapi sekarang pemilik lahan sudah komplain,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi dampak yang lebih besar selama musim hujan, pihak Koperindag untuk sementara menutup jalur aliran air di bagian depan kantor agar debit air tidak kembali mengarah ke titik yang mengalami longsor.

Satu Bidang Dipindahkan
Kondisi TPT yang berada tidak jauh dari sejumlah ruangan kantor membuat pihak Koperindag mengambil langkah antisipasi. Salah satu bidang, yakni Bidang Perindustrian, untuk sementara dipindahkan dan bergabung dengan Bidang Koperasi.

Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari risiko terhadap pegawai yang bekerja di ruangan yang berada dekat dengan lokasi longsor.

“Kita tentu sangat berharap tidak ada yang menjadi korban. Jadi, untuk sementara satu bidang, bidang perindustrian, kita pindahkan bergabung dengan bidang koperasi,” katanya.

Kadis Koperindag, Sofian Sitorus, saat menunjukkan saluran buangan air dari kompleks perkantoran Simanjalo yang melintas di bawah Kantor Koperindag. Waspada.id/Ramsiana Gultom.



Ia berharap penanganan permanen terhadap kondisi tersebut dapat segera dilakukan. Usulan penanganan telah disampaikan kepada Bupati Toba melalui proses pengajuan yang dilakukan pihaknya.

Menurutnya, Bupati Toba juga telah merespons persoalan tersebut dan berencana meninjau langsung lokasi.

“Saya sudah berbicara secara langsung dengan beliau dan beliau sudah memerintahkan akan segera ditinjau. Tentu memang perlu ditinjau dulu supaya diketahui bagaimana konstruksi penanganannya oleh Dinas PU,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Koperindag juga mengingatkan para pegawai agar tetap waspada mengingat kondisi di sekitar lokasi masih rawan, khususnya ketika hujan turun.

Untuk sementara, aliran air di depan kantor juga dialihkan guna mengurangi tekanan air menuju kawasan yang mengalami longsor. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian permukaan aspal di depan kantor menjadi basah hampir sepanjang hari.

“Mohon maaf, di depan kantor kami memang hampir sepanjang hari basah aspalnya karena sementara kami alihkan dulu aliran air yang menuju daerah longsor di belakang kantor,” pungkasnya. (Id52)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement