Tumpukan Pasir Pelebaran Jalan Nyaris Picu Kecelakaan Beruntun di Jalinsum Firdaus Sergai

SERGAI (Waspada.id): Tumpukan pasir dan batu koral material proyek pelebaran Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), nyaris memicu kecelakaan beruntun, Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 19.20 WIB.
Pengendara yang melintas dari arah Tebingtinggi menuju Medan harus mengelak karena tumpukan pasir berada di badan jalan. Sementara pantauan Waspada.id, kondisi lokasi yang gelap dan rambu peringatan yang dinilai kurang jelas membuat pengendara terkejut.
Rahmat 58, warga Serbelawan, mengatakan dirinya yang mengemudikan Toyota Avanza putih terpaksa membanting setir untuk menghindari tumpukan pasir sekaligus menghindari truk tronton yang berada di belakangnya.

Tumpukan pasir dan batu koral pembangunan draenase pelebaran jalan lintas Sumatera Medan Tebingtinggi diduga tanpa rambu yang jelas dan penerangan, Sabtu (12/9). Waspada.id/Bambang
“Saya harus banting setir. Kalau tidak, mobil saya dihantam truk tronton. Kalau saya tidak mengelak, bisa terjadi kecelakaan beruntun,” kata Rahmat saat ditemui Waspada.id, Sabtu (12/9) di lokasi sekitar pukul 19.35 WIB.
Rahmat mengatakan, di belakang mobilnya terdapat mobil Kayla. Setelah itu, ada sepeda motor Yamaha N-Max yang dikendarai seorang pria bersama istri dan anak perempuannya.
“Saya mengelak karena di depan ada tumpukan pasir. Jalannya gelap, rambu-rambunya juga tidak jelas. Kita tidak nampak kalau ada pekerjaan jalan,” ujarnya.
Tak lama kemudian, pengendara N-Max ikut mengelak dan terjatuh. Pengendaranya diketahui bernama Irfan 48, warga Perdagangan.
Irfan mengatakan dirinya bersama istri dan anaknya hendak menuju Medan. Ia mengaku terkejut ketika melihat kendaraan di depannya mengelak.
“Saya mengelak supaya tidak menabrak mobil di depan. Kalau tidak saya elakkan, pasti saya tabrak mobil Kayla. Kami akhirnya jatuh,” kata Irfan.

Istri dan anak perempuan Irfan pengemudi sepeda motor Yamaha N- MAX terduduk lemas di tumpukan material batu koral pembangunan drainase pelebaran jalan di Sergai, Sabtu malam (12/9). Waspada.id/Bambang
Irfan mengatakan akibat terjatuh, dirinya mengalami luka pada bibir dan kehilangan gigi depan rahang bawah. Istrinya mengalami benturan di bagian dada, sedangkan anaknya mengalami luka lecet pada kedua tangan.
“Kami mau ke Jalan Pancing Medan, ke rumah saudara. Naas kejadian seperti ini. Syukur kami masih selamat,” katanya.
Rahmat dan Irfan berharap pihak terkait memperhatikan keselamatan pengguna jalan selama pekerjaan pelebaran Jalinsum berlangsung. “Kalau memang ada pekerjaan jalan, rambu-rambunya harus jelas dan terang. Biar pengendara bisa tahu dari jauh dan tidak seperti tadi,” harapnya. (bs)













Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda