Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif, Asiana Technologies Kenalkan Teknologi Waste-to-FuelUbah Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif, Asiana Technologies Kenalkan Teknologi Waste-to-Fuel

JAKARTA (Waspada.id): Asiana Technologies resmi memperkenalkan teknologi waste-to-fuel atau pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif sebagai upaya mendukung percepatan transisi energi bersih di Indonesia. Teknologi ini ditawarkan sebagai solusi atas persoalan penumpukan sampah sekaligus tingginya ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Perusahaan yang bergerak di bidang energi baru terbarukan (EBT) itu menyatakan telah mengembangkan fasilitas pengolahan limbah padat yang mampu mengubah berbagai jenis sampah menjadi bahan bakar alternatif dengan nilai kalor di atas 3.500 kkal/kg. Bahan baku yang diolah meliputi sampah rumah tangga, landfill, pasar tradisional dan modern, limbah industri, hingga limbah perkebunan, pertanian, dan peternakan.
Asiana Technologies juga mengungkapkan telah menjalin kerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah untuk mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif, di antaranya Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk TPA Sarimukti. Selain itu, perusahaan telah menandatangani kerja sama penjualan EBT dengan Indocement untuk memasok hingga 10.000 ton bahan bakar alternatif per hari ke lima pabrik perusahaan tersebut di berbagai provinsi di Indonesia.
CEO sekaligus Inventor Asiana Technologies, Poltak Sitinjak, mengatakan teknologi waste-to-fuel yang dikembangkan perusahaan tidak hanya bertujuan mengurangi volume limbah, tetapi juga menghasilkan bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan untuk berbagai sektor industri, seperti pembangkit listrik, semen, petrokimia, keramik, kaca, dan baja.
'Kami percaya bahwa sampah bukanlah akhir dari sebuah siklus, melainkan awal dari energi
baru. Melalui teknologi waste-to-fuel yang kami kembangkan, Asiana Technologies tidak
hanya mengurangi volume limbah di berbagai sektor, tetapi juga mendistribusikan bahan bakar
alternatif yang lebih ramah lingkungan untuk berbagai Industri Pembangkit Listrik, Industri
Semen, Pertrochemical, Keramik, Gelas, Baja dan lain sebagainya,' ujar Poltak Sitinjak, Senin (29/6/2026).
Menurutnya, teknologi tersebut mengusung prinsip ekonomi sirkular dengan meminimalkan jejak karbon dan memaksimalkan efisiensi penggunaan sumber daya. Bahan bakar alternatif yang dihasilkan diklaim memiliki karakteristik kompetitif dan dapat menjadi substitusi sebagian maupun sepenuhnya bagi bahan bakar konvensional.
Dengan memanfaatkan berbagai sumber limbah dari sektor hulu hingga hilir, Asiana Technologies optimistis inovasi ini dapat membantu pemerintah dan sektor swasta dalam mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) melalui pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.



























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda