Breaking News
Memuat breaking news...

UBBG Rekam Rapa’i Debus Aceh Selatan, Dorong Pelestarian Seni Tradisi lewat Teknologi Digital

Redaksi
Redaksi
Selasa, 18 Agustus 2026 - 2.28 PM WIB
UBBG Rekam Rapa’i Debus Aceh Selatan, Dorong Pelestarian Seni Tradisi lewat Teknologi Digital
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

TAPAKTUAN (Waspada.id) : Tim pelaksana Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) menggelar Live Recording Rapa’i Debus di Sanggar Seni Rapa’i Debus Lestari Budaya, Dusun Batu Merah, Gampong Lhok Bengkuang Timur, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu luaran utama PISN yang didanai DRTPM Direktorat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia untuk mendukung pelestarian seni tradisional melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi digital.

Program bertema “Peningkatan Keberdayaan Sanggar Seni Rapa’i Debus Lestari Budaya melalui Produksi Karya, Perekaman Audio-Visual, dan Penguatan Konten Digital di Aceh Selatan” itu bertujuan meningkatkan kapasitas sanggar dalam mendokumentasikan, memproduksi, dan mempromosikan karya seni tradisi secara profesional.

Melalui program tersebut, sanggar memperoleh pendampingan dalam produksi karya, live recording, pengolahan audio-visual, dokumentasi digital, hingga penguatan konten digital sebagai media pelestarian dan promosi budaya.

Program ini diketuai Asifa Askhan, S.Sn., M.Sn., dengan anggota dosen Ully Muzakir, M.T., Riska Gebrina, S.Pd., M.Sn., dan Rizka Marlisa Aini, M.Pd. Pelaksanaan program juga melibatkan mahasiswa UBBG, yakni Auliya Syahputra, M. Faiz Akbar, Fahkri Ata, dan Muhammad Isan Rajib.

Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, tim juga melibatkan Risan Daulay dan Fitra Ramadani dalam produksi dokumentasi dan lapangan. Keduanya bertanggung jawab terhadap dokumentasi kegiatan, perekaman audio-visual, pengambilan gambar, serta kebutuhan teknis selama proses live recording.

Ketua pelaksana, Asifa Askhan, mengatakan live recording merupakan implementasi pemanfaatan teknologi sebagai media pelestarian seni tradisi. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan dokumentasi pertunjukan berkualitas, tetapi juga menjadi sarana transfer pengetahuan kepada mitra mengenai produksi karya digital.

"Program ini tidak hanya berfokus pada menghasilkan dokumentasi pertunjukan, tetapi juga membangun kapasitas komunitas seni dalam memanfaatkan teknologi digital. Melalui kegiatan ini, mitra memperoleh pengalaman langsung mengenai proses perekaman audio-visual, penggunaan peralatan produksi, pengolahan hasil rekaman, hingga pengemasan karya seni dalam format digital yang dapat dipublikasikan secara lebih luas. Harapan kami, kemampuan ini dapat terus berkembang sehingga sanggar mampu memproduksi dan mempromosikan karya-karyanya secara mandiri dan berkelanjutan," ujar Asifa.

Pergelaran live recording menampilkan repertoar Rapa’i Debus yang diwariskan secara turun-temurun masyarakat Aceh Selatan. Pertunjukan menampilkan tabuhan rapa’i yang dinamis, syair bernuansa religius, serta nilai budaya yang mencerminkan semangat kebersamaan, disiplin, dan identitas masyarakat Aceh.

Seluruh pertunjukan direkam menggunakan sistem live recording untuk mempertahankan keaslian ekspresi artistik para seniman sebagai bagian dari dokumentasi budaya yang autentik.

Kegiatan tersebut juga mendapat sambutan masyarakat sekitar. Sejak proses live recording dimulai hingga pertunjukan berakhir, masyarakat Dusun Batu Merah, Gampong Lhok Bengkuang Timur, hadir menyaksikan kegiatan secara langsung.

Antusiasme tersebut menunjukkan seni tradisional masih memiliki tempat kuat dalam kehidupan sosial masyarakat Aceh Selatan. Kehadiran masyarakat sekaligus menjadi bentuk apresiasi dan dukungan terhadap upaya pelestarian budaya melalui pendekatan teknologi digital.

Rektor UBBG, Prof. Dr. Lili Kasmini, S.Si., M.Si., mengapresiasi keberhasilan tim pelaksana merealisasikan Program Inovasi Seni Nusantara. Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pelestarian budaya lokal melalui kolaborasi akademisi, komunitas seni, mahasiswa, dan masyarakat.

"Universitas Bina Bangsa Getsempena terus berkomitmen mendukung dosen dalam menghasilkan program-program yang berdampak bagi masyarakat. Program Inovasi Seni Nusantara ini menjadi contoh nyata bagaimana inovasi teknologi dapat bersinergi dengan pelestarian budaya, sehingga warisan seni tradisional tetap lestari dan mampu menjangkau masyarakat yang lebih luas," ungkapnya.

Ketua LPPM UBBG, Dr. Muhammad Iqbal, S.Pd., M.A., mengatakan program tersebut tidak hanya menghasilkan dokumentasi karya, tetapi juga meningkatkan kapasitas mitra dalam pengelolaan produksi digital.

"Program ini memberikan dampak yang nyata karena tidak hanya menghasilkan dokumentasi audio-visual yang berkualitas, tetapi juga membekali mitra dengan kemampuan dalam produksi karya digital, pengarsipan, dan penguatan konten digital. Luaran seperti ini menjadi bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat," jelasnya.

Pimpinan Sanggar Seni Rapa’i Debus Lestari Budaya, Syarifuddin, turut mengapresiasi kepercayaan dan pendampingan UBBG melalui Program Inovasi Seni Nusantara. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru bagi komunitas seni dalam mengembangkan produksi karya berbasis teknologi.

"Program ini memberikan dampak yang sangat besar bagi sanggar kami. Selama ini kami hanya fokus pada pertunjukan, namun melalui pendampingan dari tim Universitas Bina Bangsa Getsempena kami belajar bagaimana melakukan live recording, memanfaatkan teknologi audio-visual, mengelola dokumentasi digital, hingga menghasilkan konten yang dapat dipublikasikan kepada masyarakat luas. Pengetahuan ini menjadi bekal yang sangat penting untuk menjaga keberlangsungan kesenian tradisi di tengah perkembangan teknologi digital," ujarnya.

Pihak sanggar berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada program ini, tetapi berlanjut melalui berbagai kegiatan pengembangan seni dan budaya. Menurutnya, perguruan tinggi sebagai mitra strategis memberikan harapan baru bagi pelestarian seni tradisional, terutama dalam mempersiapkan generasi muda untuk melestarikan sekaligus mengembangkan budaya lokal dengan memanfaatkan teknologi secara kreatif dan berkelanjutan.

Melalui Program Inovasi Seni Nusantara, UBBG menunjukkan komitmennya mendukung pelestarian warisan budaya Indonesia melalui kolaborasi, inovasi, dan pemanfaatan teknologi.

Pergelaran live recording Rapa’i Debus tersebut diharapkan tidak hanya menjadi dokumentasi seni pertunjukan, tetapi juga fondasi pengembangan arsip digital budaya Aceh serta media pembelajaran bagi generasi mendatang agar nilai-nilai luhur budaya lokal tetap terjaga, berkembang, dan dikenal lebih luas di tingkat nasional maupun internasional.(id64)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement