Breaking News
Memuat breaking news...

UBBG Revitalisasi Lagu Daerah Aceh Lewat Aransemen Paduan Suara Digital

Redaksi
Redaksi
Kamis, 17 September 2026 - 9.42 PM WIB
UBBG Revitalisasi Lagu Daerah Aceh Lewat Aransemen Paduan Suara Digital
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BANDA ACEH (Waspada.id): Dosen Pendidikan Seni Pertunjukan Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) melaksanakan kegiatan revitalisasi lagu daerah Aceh melalui aransemen musik paduan suara berbasis digital. Kegiatan berlangsung di Sanggar Bunga Bangsa, Kuta Alam, Banda Aceh, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan bertajuk Revitalisasi Lagu Daerah Aceh Melalui Aransemen Musik Oleh Paduan Suara di Sanggar Bunga Bangsa Berbasis Digital Untuk Memperkuat Identitas Budaya Lokal tersebut diikuti siswa di Banda Aceh yang juga merupakan anggota sanggar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) yang didanai Kemdiktisaintek.

Ketua Pelaksana, Kembang Ayu Agustya, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah untuk melatih, mengembangkan, dan mengingatkan kreativitas generasi muda serta anggota sanggar.

Kegiatan dilakukan dengan mengaransemen ulang lagu-lagu daerah Aceh ke dalam bentuk paduan suara modern dengan memanfaatkan teknologi digital. Langkah ini diharapkan membuat lagu daerah tidak dianggap ketinggalan zaman dan menarik minat generasi muda untuk mempelajarinya lebih lanjut.

Menurut Kembang Ayu, kegiatan tersebut bertujuan melestarikan warisan musik tradisional Aceh agar tetap relevan di era modern. Selain itu, kegiatan ini untuk menyelamatkan lagu-lagu daerah Aceh yang terlupakan melalui aransemen paduan suara yang segar dan menarik.

Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat identitas budaya lokal di tengah gempuran budaya global, menjadikan sanggar sebagai pusat inovasi seni yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mendokumentasikan dan menyebarluaskan hasil aransemen lagu daerah melalui platform digital.

"Terima kasih saya ucapkan kepada DPPM Kemdiktisaintek (Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi) yang telah mendanai kegiatan ini," ujarnya.

Ketua LPPM UBBG, Dr. Muhammad Iqbal, M.A., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal melalui pengabdian dan inovasi berbasis seni.

Menurutnya, revitalisasi lagu daerah tidak hanya berkaitan dengan mempertahankan karya musik tradisional, tetapi juga menghadirkan strategi baru agar budaya tersebut dapat dipahami, diapresiasi, dan dikembangkan generasi muda.

“Kami berharap kolaborasi antara dosen, sanggar seni, dan generasi muda dapat melahirkan karya-karya inovatif yang tetap berakar pada budaya Aceh, tetapi mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Dengan demikian, hasil kegiatan tidak berhenti pada proses pelatihan, tetapi dapat menjadi produk seni yang terdokumentasi, dipublikasikan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi pelestarian budaya Aceh,” ujarnya.

Rektor UBBG, Prof. Dr. Hj. Lili Kasmini, S.Si., M.Si., mengapresiasi pelaksanaan program tersebut sebagai bagian dari komitmen UBBG dalam mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pelestarian budaya dan inovasi.

Ia menilai kekayaan lagu daerah Aceh merupakan bagian penting dari identitas masyarakat yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya melalui pendekatan kreatif dan sesuai perkembangan zaman.

“Pemanfaatan teknologi digital dalam mengembangkan dan mempromosikan lagu daerah merupakan langkah penting agar kekayaan budaya Aceh semakin dikenal oleh generasi muda dan masyarakat luas. UBBG akan terus mendorong dosen dan mahasiswa untuk menghasilkan inovasi yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan kearifan lokal sehingga budaya Aceh tidak hanya dipertahankan, tetapi juga terus tumbuh dan berkembang,” ujarnya.(id64)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement