Breaking News
Memuat breaking news...

Unimed Latih Guru SMPN 40 Medan Manfaatkan VR Berbasis AI Untuk Mitigasi Bencana

Redaksi
Redaksi
Jumat, 25 September 2026 - 11.27 AM WIB
Unimed Latih Guru SMPN 40 Medan Manfaatkan VR Berbasis AI Untuk Mitigasi Bencana
Tim PKM Unimed mengisi sesi pelatihan dan mendampingi peserta dalam pemanfaatan teknologi untuk pengembangan media pembelajaran. Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Medan (Unimed) melaksanakan pelatihan pemanfaatan Virtual Reality (VR) Learning berbasis AI sebagai media edukasi dan mitigasi bencana di UPT SMP Negeri 40 Medan, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Kegiatan melibatkan 30 guru dan 6 siswa dalam pembelajaran yang memadukan literasi kebencanaan, simulasi imersif, serta pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi.

Kegiatan ini merupakan PKM BIMA Diktisaintek Berdampak Tahun 2026 yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Program dilaksanakan oleh dosen Unimed di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unimed sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan satuan pendidikan.

Tim pelaksana diketuai oleh Prihatin Ningsih Sagala, S.Pd., M.Si., dengan anggota Nindya Ayu Pristanti, S.Pd., M.Pd., dan Dr. Darwin Parlaungan Lubis, M.Si., dibantu tim lapangan Pristi Suhendro L,S.Hum,M.Si, Fevi Rahmawaty,S.Pd,M.Pd, serta melibatkan mahasiswa Siti Sarah, Reo Rizki Ananda, dan Zidan. Kolaborasi dosen dan mahasiswa tersebut diarahkan untuk memastikan bahwa media VR, materi kebencanaan, evaluasi, dan pendampingan teknologi dapat diterapkan sesuai kebutuhan sekolah mitra.

Pelatihan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap kebutuhan sekolah dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana, khususnya banjir. Lingkungan sekolah pernah terdampak genangan yang mengganggu kegiatan belajar dan merusak fasilitas. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa edukasi kebencanaan perlu diberikan tidak hanya secara teoritis, tetapi juga melalui pengalaman belajar yang kontekstual, aman, dan mudah dipraktikkan.

Dalam sesi utama, peserta memperoleh penguatan mengenai tindakan sebelum, saat, dan setelah bencana. Tim kemudian mendemonstrasikan penggunaan perangkat VR berupa headset, headphone, dan pengendali navigasi. Para guru bergantian memasuki lingkungan simulasi untuk mengenali potensi bahaya, memahami respons darurat, dan mempelajari jalur evakuasi. Pendampingan dilakukan secara langsung agar peserta mampu menggunakan perangkat secara aman dan menghubungkan pengalaman virtual dengan kondisi nyata di lingkungan sekolah.

Ketua Tim Pelaksana, Prihatin Ningsih Sagala, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa VR Learning digunakan sebagai media latihan yang memungkinkan skenario kebencanaan dipelajari secara berulang tanpa menempatkan peserta pada risiko nyata. Pendekatan imersif tersebut diharapkan membantu guru menerjemahkan konsep mitigasi menjadi pengalaman pembelajaran yang lebih konkret, sekaligus menjadi bekal untuk mengedukasi siswa secara berkelanjutan.

Pelatihan VR dilengkapi dengan pengenalan penggunaan ChatGPT dan Gemini untuk menyusun prompt, menghasilkan aset visual setiap scene, serta mengembangkan video pembelajaran melalui Google Flow. Empat dari 30 guru atau 13,3 persen berhasil menyelesaikan video pembelajaran berbasis AI dalam bentuk utuh. Pada kelompok siswa, dua dari enam peserta atau 33,3 persen berhasil menyelesaikan video animasi berbasis AI. Peserta lainnya telah mencapai tahap penting berupa kemampuan menyusun prompt dan menghasilkan gambar sebagai bahan dasar video.

Keberlanjutan program diperkuat oleh struktur pengurus sosial sekolah berdasarkan Surat Keputusan Kepala UPT SMP Negeri 40 Medan Nomor 400.3.9.9/016 tanggal 15 Januari 2025 untuk masa bakti 2025-2027. Struktur tersebut dapat mendukung koordinasi saat terjadi musibah, pendataan kebutuhan, penyaluran bantuan, dan penanganan pascabencana. Hasil pengisian Google Form menunjukkan 27 dari 29 guru atau 93,10 persen mengetahui keberadaan struktur kepengurusan tersebut. Seluruh responden, yakni 29 guru atau 100 persen, juga menyatakan bersedia terus melakukan edukasi kebencanaan kepada siswa.

Tim PKM menilai hasil tersebut sebagai fondasi awal untuk membangun sekolah yang lebih tangguh. Program lanjutan akan diarahkan pada praktik VR secara berkala, pendampingan guru yang masih memerlukan penguatan, penyelesaian produk video pembelajaran, serta integrasi skenario VR dengan prosedur operasional sekolah dan simulasi evakuasi. Dengan dukungan guru, siswa, pengurus sosial sekolah, dan perguruan tinggi, teknologi VR diharapkan berkembang menjadi media komplementer yang memperkuat budaya sadar risiko di UPT SMP Negeri 40 Medan.(wsp.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement