Universitas Terbuka Berstandar Dunia, ICDE: Layak Jadi Rujukan Pendidikan Jarak Jauh Global

JAKARTA (Waspada.id):Universitas Terbuka (UT) kembali memperoleh pengakuan internasional setelah menyelesaikan International Quality Review yang dilakukan oleh International Council for Open and Distance Education (ICDE). Hasil temuan awal tim reviewer menegaskan posisi UT sebagai perguruan tinggi penyelenggara pendidikan terbuka dan jarak jauh yang memiliki dampak nasional besar sekaligus reputasi global.
International Quality Review yang berlangsung pada 6–10 Juli 2026 itu dilakukan oleh tiga pakar pendidikan terbuka dan jarak jauh yang ditunjuk ICDE, yakni Prof. Li Kam Cheong dari Hong Kong, Prof. Linda Armarena Cooper dari Inggris, dan Dr. Sanjaya Mishra dari India.
Selama lima hari pelaksanaan review, ketiga reviewer menelaah Self-Assessment Report (SAR), mengunjungi kampus utama UT dan tiga UT Daerah, serta berdialog dengan mahasiswa, alumni, dosen, tutor, tenaga kependidikan, hingga mitra Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT). Mereka juga meninjau secara langsung tata kelola institusi, sistem pembelajaran, penjaminan mutu, layanan mahasiswa, serta infrastruktur teknologi yang menopang penyelenggaraan pendidikan jarak jauh UT.
Dalam penyampaian temuan sementara, tim reviewer menyampaikan empat apresiasi utama kepada Universitas Terbuka. Pertama, UT dinilai memiliki skala layanan pendidikan yang luar biasa dengan 768.248 mahasiswa aktif yang tersebar di seluruh Indonesia dan sejumlah negara. Target UT mencapai satu juta mahasiswa dinilai sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi.
Kedua, reviewer menilai kepemimpinan Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, menunjukkan komitmen kuat terhadap peningkatan mutu melalui penguatan infrastruktur pembelajaran, pengembangan sumber daya manusia, serta budaya evaluasi berbasis bukti.
Ketiga, UT dinilai memiliki ekosistem teknologi yang matang untuk mendukung pembelajaran jarak jauh dalam skala besar. Infrastruktur pusat data, produksi multimedia, dan kapasitas jaringan memungkinkan layanan pembelajaran tetap menjangkau mahasiswa hingga ke wilayah terpencil di Indonesia.
Keempat, jaringan 39 UT Daerah dinilai menjadi salah satu kekuatan utama Universitas Terbuka dalam memberikan layanan kepada mahasiswa, mulai dari proses registrasi, pembelajaran, hingga pelaksanaan ujian. Tim reviewer juga mengapresiasi kualitas infrastruktur, sumber daya manusia, dan model operasional pada tiga UT Daerah yang mereka kunjungi.
Selain memberikan apresiasi, tim reviewer ICDE menekankan pentingnya dukungan investasi pemerintah yang berkelanjutan bagi Universitas Terbuka. Menurut mereka, UT telah memberikan kontribusi besar melalui penyediaan pendidikan tinggi yang terjangkau, berkualitas, dan diakui secara internasional, termasuk bagi masyarakat di wilayah terdepan, terluar, tertinggal, serta mahasiswa berkebutuhan khusus.
Model penyelenggaraan pendidikan yang dikembangkan Universitas Terbuka juga dinilai sangat efisien dan layak menjadi rujukan bagi perguruan tinggi terbuka di berbagai negara. Karena itu, peningkatan dukungan pemerintah dipandang penting untuk menjaga keberlanjutan sekaligus memperluas dampak layanan pendidikan tinggi yang diberikan UT kepada masyarakat.
Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, mengatakan hasil International Quality Review tersebut menjadi bukti bahwa budaya mutu telah mengakar dalam setiap proses penyelenggaraan pendidikan di UT.
"Mutu sudah menjadi budaya kami. Kami berangkat dari mutu dan bekerja untuk tujuan mutu," ujar Ali.
Menurutnya, kehadiran ICDE sangat penting karena Universitas Terbuka membutuhkan pengakuan internasional sebagai perguruan tinggi yang menerapkan standar pendidikan jarak jauh dunia.
"Review ini merupakan bukti komitmen dan transparansi kami kepada publik bahwa kualitas layanan Universitas Terbuka memenuhi standar internasional. Semua aspek dinilai, mulai dari kurikulum, sistem pembelajaran, asesmen, tata kelola, hingga layanan kepada mahasiswa. Yang menarik, reviewer banyak berbicara mengenai tantangan masa depan dengan fokus utama pada kepuasan mahasiswa," katanya.
Ali menambahkan, International Quality Review oleh ICDE telah diikuti Universitas Terbuka sebanyak enam kali dan dilaksanakan secara berkala setiap tiga tahun sebagai bagian dari komitmen terhadap peningkatan mutu berkelanjutan.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Terbuka, Prof. Dr. Rahmat, menegaskan masyarakat tidak perlu lagi meragukan kualitas Universitas Terbuka karena telah memperoleh pengakuan internasional secara konsisten.
"Akses pendidikan yang diberikan Universitas Terbuka telah mengubah kehidupan jutaan masyarakat Indonesia. Inilah yang menjadikan UT sebagai salah satu mega university di dunia. Karena itu masyarakat tidak perlu ragu memilih Universitas Terbuka, sebab kualitasnya telah diakui secara internasional," ujar Rahmat.
Laporan lengkap hasil International Quality Review akan disampaikan kepada ICDE dalam beberapa bulan mendatang. Pimpinan Universitas Terbuka menyatakan akan menjadikan hasil review tersebut sebagai dasar penyusunan program pengembangan institusi guna memperkuat tata kelola, layanan akademik, inovasi pembelajaran, serta kualitas pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh di Indonesia.(id11)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda