UPU Sulap Limbah Cangkang Kerang Jadi Masker, Dorong Ekonomi Masyarakat Pesisir Medan-BelawanUPU Sulap Limbah Cangkang Kerang Jadi Masker, Dorong Ekonomi Masyarakat Pesisir Medan-Belawan

MEDAN (Waspada.id): Limbah cangkang kerang yang selama ini lebih banyak berakhir sebagai limbah di kawasan pesisir kini mulai dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Universitas Potensi Utama (UPU) melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) 2026 mendorong masyarakat pesisir Medan-Belawan mengolah cangkang kerang menjadi bahan pendukung masker wajah non-medis.
Program yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tersebut mengusung tema “Optimalisasi Potensi Laut Berbasis Blue Economy sebagai Strategi Peningkatan Pendapatan Masyarakat Pesisir Medan-Belawan melalui Pengolahan Limbah Cangkang Kerang menjadi Produk Kecantikan.”
Program pengabdian masyarakat UPU ini diketuai Dr Stivani Ismawira Sinambela, bersama Dr Ayu Soraya dan Rachmaniar Rachmat. Kegiatan berlangsung Juni hingga Agustus 2026 dengan menggandeng CUTS CREATE sebagai mitra UMKM berbasis komunitas masyarakat pesisir Medan-Belawan.
“Pengembangan masker dari limbah cangkang kerang ini merupakan model pemberdayaan berkelanjutan yang diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah potensi laut sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat pesisir,” kata Dr Stivani, Jumat (14/8/2026).
Pelatihan dan pendampingan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan 12 peserta dari kelompok mitra. Program tersebut tidak hanya berfokus pada pengolahan limbah, tetapi juga mendorong diversifikasi produk agar masyarakat memiliki alternatif usaha dengan nilai jual yang lebih tinggi.
Selama ini, cangkang kerang yang dimanfaatkan masyarakat lebih banyak diolah menjadi produk kerajinan seperti kotak tisu, gantungan kunci dan bros. Melalui program PMP, pemanfaatannya diperluas ke produk kecantikan berupa bahan pendukung masker wajah non-medis.
“Diversifikasi ini dilakukan untuk memperluas pemanfaatan limbah sekaligus menciptakan produk dengan segmentasi pasar yang lebih luas,” jelas Stivani.
Dalam proses produksinya, tim UPU memperkenalkan teknologi sederhana dan tepat guna yang disesuaikan dengan kapasitas UMKM. Salah satunya penggunaan mesin penepung atau Disk Mill untuk menghasilkan serbuk cangkang kerang dengan ukuran yang lebih seragam.
Teknologi tersebut diharapkan dapat dioperasikan secara mandiri oleh mitra sehingga proses produksi tidak bergantung pada teknologi yang rumit maupun biaya operasional yang tinggi.
“Pemanfaatan limbah cangkang kerang menjadi produk kecantikan merupakan upaya mengubah potensi yang selama ini belum optimal menjadi sumber nilai ekonomi baru bagi masyarakat pesisir. Kami tidak hanya mendorong terciptanya produk, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar mampu memproduksi, mengelola dan memasarkan produk secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Stivani.
Pelatihan juga mencakup peningkatan kualitas dan konsistensi produksi. Para peserta didampingi untuk menerapkan alur produksi yang sederhana, higienis dan sesuai dengan kapasitas usaha yang dimiliki.
Hasilnya, mitra telah berhasil menghasilkan satu varian masker berbahan limbah cangkang kerang yang telah dikemas dan siap dipasarkan. Produk tersebut menjadi salah satu luaran nyata dari program pemberdayaan yang menggabungkan pengelolaan limbah dengan pengembangan usaha masyarakat.
Tak hanya produksi, UPU juga memberikan pendampingan pada aspek manajemen usaha. Mitra dibekali pengetahuan mengenai pencatatan usaha, perencanaan produksi, pengendalian kualitas hingga strategi pemasaran.
Pemasaran digital menjadi salah satu perhatian utama karena sebelumnya pemasaran produk mitra masih terbatas pada jaringan lokal. Melalui pemanfaatan platform digital, produk diharapkan dapat menjangkau konsumen yang lebih luas.
Pendekatan program mengintegrasikan konsep blue economy, ekonomi sirkular dan penguatan kewirausahaan UMKM. Cangkang kerang yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah di kawasan pesisir dimanfaatkan kembali sebagai bahan pendukung produk bernilai ekonomi.
Dengan pendekatan tersebut, masyarakat didorong mengubah cara pandang terhadap limbah. Limbah laut tidak lagi semata-mata dipandang sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi sumber daya yang memiliki potensi ekonomi apabila dikelola secara inovatif dan bertanggung jawab.
Program ini juga sejalan dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 8 terkait pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta SDG 14 mengenai ekosistem lautan.
Melalui pemanfaatan limbah, peningkatan keterampilan dan pengembangan usaha, program PMP UPU diharapkan dapat memberikan sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat pesisir sekaligus membantu mengurangi potensi pencemaran lingkungan.
Pengembangan masker berbahan limbah cangkang kerang menjadi langkah awal untuk membangun model usaha masyarakat pesisir yang berbasis potensi lokal. Produk yang telah dihasilkan dan siap dipasarkan menjadi bukti bahwa inovasi berbasis sumber daya lokal dapat diarahkan menjadi peluang ekonomi baru.
Integrasi antara pengolahan limbah, teknologi produksi, pengembangan produk, pengemasan, manajemen usaha dan pemasaran digital menjadi kekuatan utama program tersebut. UPU berharap model pemberdayaan berbasis blue economy ini dapat terus dikembangkan dan direplikasi di kawasan pesisir lainnya.(wsp.id)
























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda