Urat Nadi Warga Terputus, Jembatan Gantung Kubang Jaya Amblas Diterjang Sungai Alas


KUTACANE (Waspada.id): Urat nadi ribuan warga akhirnya terputus. Jembatan gantung Perintis Garuda Kubang Jaya di Kecamatan Badar, Kabupaten Aceh Tenggara, amblas diterjang derasnya arus Sungai Alas, Senin (26/10), sekitar pukul 10.12 WIB.
Jembatan yang menghubungkan Desa Gulo dengan pusat Kota Kutacane itu selama ini menjadi satu-satunya akses utama warga Kecamatan Darul Hasanah. Setiap hari, lebih dari 1.000 warga melintas di atasnya untuk mengangkut hasil bumi, hasil sawah, hingga mengantar anak-anak ke sekolah. Kini, akses itu hilang.
"Yang utama selamatkan orang dulu. Jembatan ini sudah sebulan digunakan warga setelah jembatan utama putus. Tiga hari kami bersama Kodim berusaha menyelamatkan, tapi hujan deras dan kiriman air dari Gayo menyebabkan erosi hingga akhirnya amblas," ujar seorang warga di lokasi dengan nada sedih.

Tak hanya jembatan, lahan jagung milik warga yang berada di bantaran sungai juga ikut terseret arus.
Menanggapi hal tersebut, Dandim 0108/Aceh Tenggara Letkol Czi Arya Murdyantoro, S.T., saat dikonfirmasi Selasa (27/10), mengatakan pihaknya telah berupaya maksimal bersama masyarakat dengan melibatkan alat berat untuk melakukan rekayasa arus sebelum pondasi jembatan amblas.
"Bangunan sudah mengalami longsor dan erosi. Kami sedang menyelamatkan material yang masih bisa digunakan, seperti pagar, papan, seling, dan gelegar," ujarnya.

Dandim 0108/Aceh Tenggara Letkol Czi Arya Murdyantoro, S.T., didampingi Pasiter saat melihat jembatan yang amblas. (Waspada.id/Seh Muhammad Amin)
Ia menjelaskan, ke depan akan dilakukan pemasangan bronjong hingga ke Jembatan Silayakh untuk memperkuat tebing sungai.
"Bronjong akan dibangun oleh Balai Wilayah Sungai (BWS). Saat ini, paket bronjong sedang dalam proses lelang. Setelah bronjong selesai, baru kita akan membangun kembali jembatan gantung tersebut," katanya.
Dandim meminta warga untuk bersabar. "Saya minta warga bersabar. Bukan kami tidak peduli, ini adalah musibah banjir dengan arus Sungai Alas yang sangat deras menghantam jembatan dan area pertanian lainnya," pungkasnya. (id80)
Berita Terkait





































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda