Usai digeruduk Pasca Bentrok Renggut 1 Nyawa, Mapolsek Menteng Dijaga KetatUsai digeruduk Pasca Bentrok Renggut 1 Nyawa, Mapolsek Menteng Dijaga Ketat

JAKARTA (Waspada.id): Sebagian massa masih terlihat berada di sekitar halaman Mapolsek Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026) dini hari. Sebelumnya, massa dari keluarga dan kerabat pria yang tewas dalam bentrokan di Menteng, Jakarta Pusat, menggeruduk Mapolsek Menteng pada Minggu (26/7/2026) malam.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi pada pukul 01.17 WIB, gerbang Mapolsek Menteng tampak ditutup rapat dan dijaga oleh sejumlah petugas kepolisian.
Kondisi jalanan di depan Mapolsek Menteng kini tampak sepi. Sampah berupa tisu dan kertas putih terlihat berserakan di jalan. Tak jauh dari Mapolsek Menteng, sebagian massa masih terlihat berada di sekitar lokasi. Mereka mengenakan atasan serba hitam dan celana jeans.
Mereka tampak berkumpul di trotoar sambil sesekali berbincang dengan anggota kelompok lainnya. Beberapa di antaranya juga terlihat memantau situasi di sekitar Mapolsek Menteng.
Sementara itu, sejumlah personel kepolisian masih bersiaga di sekitar lokasi. Petugas terlihat berjaga di balik pagar Mapolsek Menteng dan sesekali memantau kondisi di luar.
Situasi di sekitar Mapolsek Menteng terpantau kondusif. Tidak terlihat adanya aksi massa maupun upaya mendekati area gerbang Mapolsek yang masih dalam keadaan tertutup. Arus lalu lintas di Jalan Menteng Raya juga terpantau lengang.
Kendaraan hanya sesekali melintas di kawasan tersebut, sementara aktivitas warga di sekitar lokasi tampak minim.
Awal mula kericuhan
Kericuhan antar warga di Jalan Tambak I, Menteng, terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, Minggu. Insiden tersebut mengakibatkan seorang pria berinisial K meninggal dunia setelah sempat dibawa ke rumah sakit.
Sementara itu, seorang pria lainnya berinisial DS mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Dalam penanganan kasus tersebut, polisi telah menangkap tiga orang yang diduga terlibat dalam tindak penganiayaan saat bentrokan berlangsung, yakni S, T, dan U.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung menjelaskan, bentrokan bermula dari perselisihan antara sekelompok orang dan warga Matraman. Keributan kemudian meluas hingga ke Jalan Tambak I dan berujung aksi saling lempar batu.
"Ada dua orang yang menggunakan kendaraan bermotor melewati jualan nasi uduk yang gerobaknya terdampak, dan dirusak, itu karena menggeber-geber motornya. Sehingga knalpot tersebut membuat kebisingan, (mereka) ditegur tidak terima," kata Reynold
Setelah ditegur, kedua orang tersebut meninggalkan lokasi. Namun, tidak lama kemudian mereka kembali bersama sekitar lima rekannya dan diduga melakukan perusakan terhadap gerobak pedagang UMKM serta menganiaya warga.
Insiden tersebut kemudian memicu bentrokan. Keributan meluas hingga terjadi aksi saling lempar batu di kawasan Jalan Tambak I.
Sumber Kompas.com































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda