Usman IA Dorong UMKM Abdya Naik Kelas, Wabup Harap Pokir BertambahUsman IA Dorong UMKM Abdya Naik Kelas, Wabup Harap Pokir Bertambah

BLANGPIDIE (Waspada.id): Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Usman IA, mengajak para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), menjadikan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP), sebagai titik awal untuk mengembangkan usaha, agar semakin maju, mandiri dan memiliki daya saing, di tengah persaingan ekonomi yang semakin kompetitif.
Ajakan tersebut disampaikan Usman IA, saat menghadiri kegiatan penyaluran bantuan UEP, kepada puluhan pelaku usaha kios, kuliner dan menjahit, di Kantor Dinas Sosial Abdya. Program tersebut merupakan realisasi aspirasi masyarakat, melalui Pokok Pikiran (Pokir) Usman IA, yang diakomodir Pemerintah Aceh dan disalurkan melalui Dinas Sosial.
Dalam sambutannya, Usman IA menegaskan bahwa, UMKM selama ini menjadi salah satu pilar utama penggerak perekonomian daerah. Keberadaan usaha kecil dinilai memiliki kontribusi besar, dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus menjaga perputaran ekonomi masyarakat hingga ke tingkat desa.
Meski demikian, menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, mempertahankan usaha di tengah berbagai tantangan bukan perkara mudah. Pelaku UMKM harus menghadapi kenaikan harga bahan baku, perubahan pola konsumsi masyarakat, hingga persaingan pasar yang semakin ketat.

Karena itu, pemerintah dan legislatif memiliki tanggung jawab, untuk terus menghadirkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. "Sebagai wakil rakyat, tugas kami bukan hanya menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga memastikan setiap kebijakan dan anggaran yang diperjuangkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program seperti ini harus menjadi solusi untuk memperkuat ekonomi keluarga," ujar Usman IA.
Ia menjelaskan, bantuan UEP tahun ini disalurkan kepada 63 pelaku usaha yang telah melalui proses verifikasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 32 penerima merupakan pemilik usaha kios, 14 pelaku usaha kuliner dan 17 pelaku usaha menjahit.
Menurutnya, bantuan tersebut bukan sekadar penyaluran dana atau perlengkapan usaha, tetapi merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor ekonomi kerakyatan melalui kolaborasi antara DPRA dengan Dinas Sosial. "Bantuan ini bukan hanya bentuk apresiasi kepada para pelaku usaha yang selama ini bertahan di tengah berbagai tantangan ekonomi, tetapi juga menjadi stimulan agar usaha mereka terus berkembang, naik kelas, dan memiliki daya saing yang lebih baik," katanya.
Usman IA mengingatkan para penerima, agar tidak melihat bantuan dari sisi nominal semata. Yang lebih penting, kata dia, bantuan tersebut harus dimanfaatkan secara produktif untuk memperkuat usaha yang telah dijalankan.
Ia berharap bantuan tersebut dapat digunakan untuk menambah modal usaha, melengkapi peralatan produksi, meningkatkan kualitas produk, memperbaiki kemasan, hingga memperluas jaringan pemasaran sehingga mampu meningkatkan omzet dan pendapatan keluarga.
"Jadikan bantuan ini sebagai pemicu semangat baru untuk terus berkembang. Jangan berhenti hanya karena telah menerima bantuan. Justru ini harus menjadi awal untuk membangun usaha yang lebih besar. Kami di DPRA akan terus mengawal dan memperjuangkan program-program pemberdayaan masyarakat agar terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang," tegasnya.
Usman IA juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Sosial Aceh dan Dinas Sosial Kabupaten Aceh Barat Daya yang telah bekerja mulai dari proses pendataan, verifikasi hingga penyaluran bantuan sehingga dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Sementara itu, Wakil Bupati Abdya H. Zaman Akli, S.Sos., MM menyampaikan, program bantuan tersebut menjadi bukti nyata sinergi yang baik antara Pemerintah Aceh, DPRA dan Pemkab Abdya, dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari banyaknya infrastruktur yang dibangun, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat memperoleh kesempatan untuk bekerja, berusaha, dan meningkatkan taraf hidup melalui kegiatan ekonomi yang produktif.
"Setiap bantuan yang diberikan hari ini bukan sekadar bantuan modal, tetapi juga merupakan bentuk kepercayaan kepada masyarakat agar mampu mengembangkan usaha, membuka peluang kerja baru, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga," ujar Zaman Akli.
Ia menilai, pelaku UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda perekonomian daerah. Apabila sektor usaha kecil tumbuh dengan baik, maka dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat melalui peningkatan pendapatan dan terbukanya kesempatan kerja.
Karena itu, Pemkab Abdya lanjutnya, akan terus berkomitmen mendukung pengembangan ekonomi kerakyatan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, pelatihan, pendampingan, serta bantuan usaha yang berorientasi pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM.

Zaman Akli mengimbau seluruh penerima bantuan agar memanfaatkan bantuan tersebut secara maksimal untuk memperbesar usaha, meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, serta membangun usaha yang lebih profesional sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Pada kesempatan itu, Wakil Bupati juga menyampaikan harapan kepada Usman IA, agar terus memperjuangkan peningkatan alokasi dana Pokok Pikiran (Pokir) untuk Abdya, pada setiap tahun anggaran.
Menurutnya, semakin besar alokasi Pokir yang diperjuangkan, semakin banyak pula program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang dapat direalisasikan di Abdya, mulai dari bantuan sosial, penguatan UMKM, pembangunan sarana ekonomi, hingga berbagai program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
"Kami berharap perhatian Bapak Usman IA terhadap Abdya terus ditingkatkan melalui penambahan alokasi Pokir setiap tahunnya. Dengan demikian, semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari berbagai program pembangunan dan pemberdayaan yang diperjuangkan melalui DPRA," pungkas Zaman Akli.
Kegiatan penyaluran bantuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh antusias. Para penerima bantuan berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan usaha mikro yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga sekaligus penggerak ekonomi masyarakat di Abdya.(id82)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda