Ustadz Faizal Adriansyah: Banyak Pemimpin Tidak Amanah dan Khianati Cita-cita Pahlawan

ACEH BESAR (Waspada.id): Setelah kemerdekaan Indonesia kita raih 81 tahun lalu banyak pemimpin yang tidak amanah dan menghianati cita-cita para pahlawan. Mereka tidak malu hidup mewah di atas penderitaan rakyat dan praktek korupsi merajalela. Ini bukan hoax.
Ini adalah fakta dan kenyataan di negeri kita. Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia peringkat 109 dari 180 negara. Data ini membuat kita miris, hampir setiap hari kita dipertotonkan oleh perilaku para pemimpin yang tidak berakhlak yang melanggar integritas.
Widyaiswara Ahli Utama LAN RI, ustazd Ir. Faizal Adriansyah, M.Si menyampaikan hal itu dalam khutbah Jumat di Masjid Jamik Buengcala, Aceh Besar, Jumat (28/08/2026), bertepatan 15 Rabiul Awwal 1448 Hijriah.
Ustazd Faizal menjelaskan, jajaran nama pahlawan kemerdekaan membuktikan peran besar umat Islam dalam mewujudkan NKRI. Kita kenal Pangeran Diponogoro, Tuanku Imam Bonjol, Sultan Antasari, Sultan Hasanuddin. Bahkan dari Aceh ada Teuku Umar, Panglima Polem dan srikandi yang menggetarkan penjajah yaitu Cut Nyak Dien, Cut Mutia, Kemalahayati.
“Para pejuang kemerdekaan ini adalah mereka yang mewarisi sifat Rasulullah saw dengan akhlakul karimah, berjuang tanpa pamrih mengorbankan harta bahkan jiwa raganya,” tegasnya.
Lalu apa yang harus kita lakukan. Tentu umat Islam tidak boleh berputus asa, kita masih punya harapan. Mari kita perbaiki negeri ini dengan meneladani akhlak Rasulullah. Dari mana kita mulai. Tentu dari diri kita dan keluarga kita. Kalau kita mendapat amanah kekuasaan maka gunakan kekuasaan tersebut untuk membangun akhlak yang mulia.
“Mulailah dari yang bisa kita lakukan setiap saat seperti menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya, disiplin dalam aturan terutama berlalu lintas, karena ini cerminan bangsa yang berakhlak,” pinta Ustazd Faizal.
Ustazd Faizal mengatakan, membuka lembaran sejarah Islam membuat banyak sejarawan bertanya. Bagaimana mungkin hanya dalam waktu 10 tahun Nabi Muhammad SAW mampu mempersatukan jazirah Arab. Tidak hanya itu bahkan membuat gentar kerajaan Romawi dan Persia.
Peningkatan pengikut Islam dari hari kehari terus bertambah secara menakjubkan. Wilayah yang dulunya tunduk dibawah kekuasaan Romawi, kini berbondong-bondong menyeberang kepada kekuatan politik baru yang dipimpin oleh Nabi Muhammad saw.
Apakah masuknya manusia kedalam Islam secara berbondong-bondong dan bergelombang disebabkan oleh karena ancaman pedang. Ternyata jawabnya tidak, walaupun pada masa itu Rasulullah saw memimpin beberapa kali pasukan perang, namun fakta menunjukan masuknya manusia kedalam Islam karena keagungan akhlak Nabi Muhammad saw.
Keagungan akhlak Rasulullah ternyata kunci jawaban mengapa Nabi Muhammad sukses mendirikan negara Madinah hanya dalam waktu sepuluh tahun. Allah Swt berfirman “Sungguh engkau (Muhammad) memiliki ahlak yang agung.” (QS Al-Qalam: 4)
Di bulan Rabiul Awal ini di saat kaum muslimin memperingati kelahiran manusia agung Nabi Muhammad saw, bersamaan juga dengan peringatan 81 tahun kemerdekaan Indonesia, mari kita melakukan refleksi sebagai bangsa.
“Tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia tidak akan pernah merdeka tanpa umat Islam, karena umat Islam adalah umat terbesar di negeri ini,” pungkas Dosen Luar Biasa Prodi Teknik Geologi USK ini.(id66)
.



























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda