USU Dampingi Warga Terdampak Bencana Di Garoga


MEDAN (Waspada.id): Universitas Sumatera Utara (USU) melalui Pusat Studi Kebencanaan (CeDMA) melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional di Hunian Sementara (Huntara) Batang Toru, Desa Garoga, Kabupaten Tapanuli Selatan. Kegiatan ini berfokus pada penguatan psikososial, kesiapsiagaan bencana berpusat pada anak, dan pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana.
Program tersebut melibatkan akademisi dan mitra internasional dari Filipina serta Malaysia. Kegiatannya meliputi pendampingan psikososial, observasi kondisi warga, wawancara dengan penghuni huntara, serta penyerahan bantuan pertanian, pendidikan, dan olahraga.
Ketua Summer Course CeDMA USU, Dr. Meutia Nauly, S.Psi., M.Si., Psikolog, menyampaikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan Ameilia Zuliyanti Siregar, M.Sc., Ph.D.

Serah terima buku-buku oleh Edu-F. Waspada.id/ist
Kegiatan ini turut dihadiri Asisten III Kabupaten Tapanuli Selatan Triyanta Hadil Khoiri Dairiyawan, S.E., M.Si., Camat Batang Toru Maratinggi Siregar, S.A.P., M.A.P., perwakilan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan relawan.
Bantuan yang diserahkan meliputi bibit cabai merah, bawang merah, sawi, kangkung, brokoli, dan jagung. Selain itu, warga menerima peralatan olahraga berupa bola kaki, bola voli, dan raket bulutangkis, serta buku Sirah Nabawiyah dari Komunitas ESENSI dan buku bacaan anak dari Edu Foundation.
Bantuan tersebut diharapkan mendukung aktivitas anak-anak selama tinggal di huntara sekaligus membantu warga membangun kembali kegiatan produktif untuk memulihkan perekonomian keluarga.

Peserta perwakilan masyarakat pada acara PkM Internasional Psikologi USU. Waspada.id/ist
Perwakilan Sekretaris Desa Garoga, Sahalatua, mengatakan sebagian warga kehilangan mata pencaharian setelah bencana merusak lahan pertanian yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagian warga kini mengandalkan pekerjaan sebagai buruh harian, termasuk membantu proyek pembangunan di sekitar Desa Garoga. Karena itu, dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan relawan diperlukan untuk membantu pemulihan ekonomi masyarakat.
Saat ini, sebanyak 245 kepala keluarga (KK) menempati Huntara Batang Toru sambil menunggu penyelesaian pembangunan hunian tetap (huntap).

Serah terima buku-buku dan psikologi masyarakat di Desa Garoga, Batangtoru, Tapsel. Waspada.id/ist
Sebagai bagian dari program, peserta Summer Course CeDMA USU melakukan observasi lapangan dan wawancara dengan warga. Kegiatan ini bertujuan memperoleh gambaran mengenai kondisi pemulihan pascabencana, kebutuhan anak-anak, serta dukungan psikologis yang dibutuhkan masyarakat.
Tim pelaksana PkM Internasional USU diketuai Arliza Juairiani Lubis, M.Si., Psikolog. Tim pakar dan anggota terdiri atas Dr. Meutia Nauly, S.Psi., M.Si., Psikolog; Fasti Rola, S.Psi., M.Psi., Psikolog; Dr. Rahmi Rangkuti, S.Psi., M.Psi.; Dr. Oding Affandi, S.Hut., M.P.; Yasmin Anggia Sari, S.Si., M.T.; Mahnum Lailan Nasution, S.Kep., Ns., M.Kep.; serta Dr. Sri Fajar Ayu, S.P., M.M.Ag.
Adapun mitra internasional yang terlibat adalah Assoc. Prof. Gemma M. Guigue dari College of Agriculture and Environmental Studies, University of Northwestern Mindanao, Filipina, serta Nurul Syamimi Rosli, M.A., dari Universiti Sultan Azlan Shah (USAS), Malaysia.
Melalui kegiatan ini, USU dan mitra internasional diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkuat ketahanan psikososial masyarakat, meningkatkan kesiapsiagaan bencana yang memperhatikan kebutuhan anak, serta mendukung pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi warga Desa Garoga. (id142)
Berita Terkait









































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda