Breaking News
Memuat breaking news...

USU Launching Desa Ekowisata Di Lau Buluh Lepar, Integrasikan Agroforestry MPTS dan Potensi Wisata Berbasis Komunitas

Redaksi
Redaksi
Kamis, 13 Agustus 2026 - 6.23 PM WIB
USU Launching Desa Ekowisata Di Lau Buluh Lepar, Integrasikan Agroforestry MPTS dan Potensi Wisata Berbasis Komunitas
USU melalui tim Desa Binaan dari Fakultas Kehutanan dan Fakultas Matematika dan MIPA Biologi launching Desa Ekowisata di Dusun Lau Buluh Lepar, Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Senin (10/8). Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

LANGKAT (Waspada.id): Universitas Sumatera Utara (USU) melalui tim Desa Binaan dari Fakultas Kehutanan dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA)–Biologi melaksanakan launching Desa Ekowisata di Dusun Lau Buluh Lepar, Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Senin (10/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Desa Binaan USU bertajuk Model Desa Mandiri Peyanggah Leuser: Integrasi Agroforestry MPTS dan Strategi Branding Ekowisata Berbasis Komunitas yang diketuai oleh Prof. Mohammad Basyuni, S.Hut., M.Si., Ph.D. serta Dr. Agr. Faujiah Nurhasanah Ritonga, S.Hut., M.Si sebagai kordinator kegiatan 1 dan Dr. Erni Jumilawaty, M.Si sebagai kordinator kegiatan 2. Program ini diarahkan untuk mengembangkan potensi sumber daya alam dan masyarakat setempat melalui integrasi agroforestri, konservasi, serta pengembangan ekowisata yang berbasis pada partisipasi masyarakat.

Kegiatan launching dihadiri oleh tim Desa Binaan USU, masyarakat Dusun Lau Buluh Lepar, Pemerintah Daerah, unsur DPRD, serta perangkat Desa Telagah. Dari tim Desa Binaan USU, kegiatan dihadiri oleh Dr. Erni Jumilawaty, M.Si. selaku koordinator kegiatan, bersama Dr. Ir. Bejo Slamet, S.Hut., M.Si., IPM, Prof. Dr. Etti Sartina Siregar, S.Si., M.Si., Dr. Iwan Risnasari, S.Hut., M.Si., Ameilia Zuliyanti Siregar, S.Si., M.Sc., Ph.D., Dr. Nelly Anna, S.Hut., M.Si., dan Dr. Ir. Netti Herlina, M.T.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, dilakukan sejumlah aktivitas utama yang menjadi bagian dari pengembangan Desa Ekowisata Lau Buluh Lepar. Salah satunya adalah penetapan lubuk larangan sebagai bagian dari upaya masyarakat dalam menjaga sumber daya perairan dan memperkuat praktik konservasi berbasis kearifan lokal.

Selain itu, tim bersama masyarakat juga melaksanakan penanaman pohon Multi-Purpose Tree Species (MPTS). Penanaman MPTS diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga mendukung ketahanan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan hasil tanaman yang bernilai guna dan bernilai ekonomi. Konsep agroforestri tersebut menjadi salah satu pendekatan utama dalam membangun model desa yang mandiri sekaligus tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Potensi wisata di kawasan tersebut juga mulai dikembangkan melalui berbagai atraksi yang memanfaatkan sumber daya lokal. Salah satu objek yang diperkenalkan dalam kegiatan launching adalah plosotan bambu, yang memanfaatkan bambu sebagai material lokal sekaligus menjadi bagian dari pengembangan daya tarik wisata berbasis potensi desa.

Libatkan Mahasiswa

Program Desa Binaan ini juga melibatkan delapan mahasiswa USU, yang terdiri atas empat mahasiswa Program Studi S-1 Kehutanan dan empat mahasiswa Program Studi S-1 Biologi. Para mahasiswa akan terlibat secara langsung dalam berbagai kegiatan pengembangan desa selama 8 hari.

Keterlibatan mahasiswa tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga memberikan pengalaman pembelajaran secara langsung di lapangan. Kegiatan mahasiswa selama berada di lokasi nantinya akan direkognisi sebagai bagian dari proses pembelajaran, sehingga mahasiswa dapat mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat secara nyata.

Melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, masyarakat, pemerintah daerah, DPRD, dan perangkat desa, program ini diharapkan dapat membangun model pengembangan desa yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan ekonomi, tetapi juga pada konservasi sumber daya alam dan penguatan kapasitas masyarakat.

Menuju Desa Mandiri Penyangga Leuser

Dusun Lau Buluh Lepar merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi sumber daya alam dan lanskap yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik ekowisata. Melalui program Model Desa Mandiri Penyangga Leuser, USU berupaya mendorong masyarakat menjadi aktor utama dalam pengelolaan potensi tersebut.

Integrasi agroforestri MPTS, konservasi berbasis masyarakat, pemanfaatan bambu, serta strategi branding ekowisata menjadi pendekatan yang diharapkan mampu memperkuat identitas Desa Telagah sebagai destinasi wisata berbasis komunitas.

Tim Desa Binaan USU bersama seluruh tim berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi berkelanjutan antara USU dan masyarakat Desa Telagah.

Dengan adanya sinergi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan pemerintah, pengembangan Dusun Lau Buluh Lepar diharapkan dapat menjadi contoh model desa mandiri yang mampu mengintegrasikan konservasi lingkungan, pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan, pengembangan ekowisata, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat peran masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga kawasan penyangga Leuser. (wsp.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement