Breaking News
Memuat breaking news...

Utang Pemerintah Mencapai Rp10.293 Triliun

Redaksi
Redaksi
Kamis, 13 Agustus 2026 - 7.47 AM WIB
Utang Pemerintah Mencapai Rp10.293 Triliun
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Utang pemerintah Indonesia menembus Rp10.293,69 triliun hingga 30 Juni 2026. Posisi tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan pembiayaan negara sekaligus menjadi perhatian dalam menjaga kesehatan fiskal jangka panjang.

Melansir Liputan6.com, berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan yang dikutip Rabu (12/8/2026), total utang pemerintah terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp8.966,79 triliun dan pinjaman Rp1.326,90 triliun.

Dengan posisi tersebut, rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 41,26%.

Dari total utang, SBN masih menjadi instrumen utama pembiayaan pemerintah dengan porsi mencapai 87,11%. Sementara itu, pinjaman menyumbang sekitar 12,89%.

Komposisi tersebut menunjukkan pemerintah lebih banyak mengandalkan penerbitan surat utang melalui pasar keuangan dibandingkan pembiayaan berbasis pinjaman langsung, baik dari dalam maupun luar negeri.

Utang Dikelola untuk Jaga Fiskal

Besarnya posisi utang membuat pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan keberlanjutan fiskal.

DJPPR menegaskan pengelolaan utang dilakukan secara cermat dan terukur. Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga portofolio utang tetap optimal sekaligus mendukung pengembangan pasar keuangan domestik.

Pemerintah tidak hanya menggunakan utang untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN, tetapi juga berupaya menjadikan instrumen utang sebagai bagian dari pengembangan dan pendalaman pasar keuangan nasional.

Karena itu, pengelolaan utang menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus memastikan kebutuhan pembiayaan pembangunan tetap terpenuhi.

Posisi utang per Juni 2026 juga menjadi indikator penting untuk melihat kemampuan pemerintah mengelola pembiayaan negara. Tantangannya adalah memastikan tambahan utang tetap sejalan dengan kapasitas fiskal dan tidak mengganggu keberlanjutan APBN dalam jangka panjang. (Lip6)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement