Viralnya Pasien Gagal Operasi, Buka Borok RSUD Batubara, Akun Wabup Diserang Netizen


BATUBARA (Waspada.id): Viralnya pasien gagal operasi di RSUD H OK Arya Zulkarnain terus membuka borok pelayanan di RS milik Pemkab Batubara ini.
Akun Facebook Wakil Bupati Batubara yang mengunjungi RSUD H OK Arya Zulkarnain pada Rabu (28/10) memosting kegiatan orang nomor dua di Kab. Batubara ini hingga 11 jam postingannya ada 14 komentar negatif warga net yang mengungkapkan kekesalannya.
Diantaranya terkait obat anestesi anak yang habis, obat-obatan kosong pasien disuruh beli di apotik luar RS, perawat dan bidan yang jutek, hingga mengkritisi Wabup yang baru kontrol setelah viral masalah.
Di akun itu Wakil Bupati Batubara Syafrizal SE.M.Ap menyampaikan, "beberapa hari yang lalu, saya mendengar adanya keluhan terhadap pelayanan RSUD OK Arya tentang ketersediaan kesehatan obat anestesi.
Hari ini saya melakukan pengecekan terhadap ketersediaan obat. Saya mohon maaf kepada masyarakat yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan secara maksimal.
Ke depan, tata kelola pengadaan dan stok obat harus dibenahi agar kebutuhan pasien terpenuhi dan kejadian serupa tidak terulang.
Keselamatan pasien adalah prioritas. Pelayanan kesehatan yang aman, cepat, dan berkualitas harus menjadi komitmen bersama".
Sebelumnya Direktur RSUD Batubara H OK Arya Zulkarnain, dr H Yufly Yanza menjawab konfirmasi Waspada.id mengatakan, proses pengadaan obat bius ini berbeda dengan obat-obatan yang lain. Terkadang memerlukan waktu pengadaan yngg lebih lama dan memperhatikan ketersediaan di pasaran.
Saat ini RSUD memang memiliki keterbatasan stok obat bius dan sudah dalam pemesanan dan dalam pengantaran.
Obat yang akan digunakan untuk operasi pasien tersebut seharusnya tiba senin pagi hari, namun ternyata perkiraan tersebut meleset ke hari Selasa.
"Ada miskomunikasi internal antara ruang Farmasi dan ruang operasi terkait ketersediaan obat bius ini terkait update keterlambatan pengiriman obat bius tersebut," ujar Yufly dalam pesan WhatsApp.(Id.43)
Berita Terkait









































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda