Wabup Dairi Kunjungi Anak Korban Kekerasan di RSUD Sidikalang, Pastikan Perlindungan dan PemulihanWabup Dairi Kunjungi Anak Korban Kekerasan di RSUD Sidikalang, Pastikan Perlindungan dan Pemulihan

DAIRI (Waspada.id): Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi memastikan anak AGP (7), korban kekerasan yang kasusnya viral di tengah masyarakat, mendapat perlindungan, penanganan medis, serta pendampingan psikologis hingga proses pemulihan.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala, saat mengunjungi langsung korban yang sedang menjalani perawatan di RSUD Sidikalang, Sabtu (22/8/2026), atas petunjuk dan arahan Bupati Dairi.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan korban mendapatkan penanganan dan pemulihan secara menyeluruh, baik dari sisi kesehatan fisik maupun mental.
Wahyu menegaskan, pemerintah daerah tidak ingin korban hanya mendapatkan penanganan medis, tetapi juga pendampingan psikologis secara berkelanjutan hingga kondisi anak benar-benar membaik.

Ia meminta Dinas Sosial, jajaran medis RSUD Sidikalang, terutama Dinas P3AP2KB, terus memonitor perkembangan kondisi korban. Pendampingan psikologis dan trauma healing juga diminta dilakukan secara intensif agar trauma yang dialami anak dapat ditangani dengan baik.
"Yang paling utama adalah memastikan anak ini mendapat perlindungan, pemulihan kesehatan fisik dan mental. Kita meminta seluruh pihak terkait terus memonitor perkembangannya, memberikan trauma healing, dan memastikan kebutuhan nutrisinya juga terpenuhi," ujar Wahyu.
Menurutnya, kondisi anak korban kekerasan membutuhkan perhatian khusus dan tidak boleh ditangani hanya dalam jangka pendek. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus memastikan kebutuhan korban selama proses pemulihan berlangsung.
Wahyu juga memastikan Pemkab Dairi memberikan perhatian khusus terhadap kasus tersebut. Pemkab Dairi akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, khususnya Polres Dairi, untuk memantau perkembangan proses hukum.
"Kita akan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian, dalam hal ini Polres Dairi. Kita ingin memastikan kasus ini terus dipantau sehingga ada kepastian hukum dan keadilan bagi korban," tegasnya.

Ia menyampaikan keprihatinan sekaligus mengutuk keras tindakan kekerasan terhadap korban, terlebih pelaku disebut masih memiliki hubungan keluarga dengan korban.
"Apapun alasannya, kekerasan terhadap anak tidak dapat dibenarkan. Apalagi korban masih anak-anak dan membutuhkan perlindungan dari orang-orang di sekitarnya," kata Wahyu.
Atas peristiwa tersebut, pemerintah daerah menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, keluarga, tenaga kesehatan, dan aparat penegak hukum dalam memastikan keselamatan serta masa depan korban. Komunikasi antarwarga juga dinilai penting agar kasus serupa tidak terulang atau dapat segera ditanggapi dan ditangani jika kembali terjadi.

Pelaku Pernah Mendapat Bantuan Sosial
Sementara itu, Camat Sidikalang, Mawardi Tumanggor, memastikan pihak pelaku selama ini telah menerima berbagai bentuk bantuan sosial dari pemerintah. Hal tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan intervensi dan bantuan sosial yang diberikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari perlindungan terhadap kelompok rentan.
Sesuai informasi dari Lurah Sidikalang dan Kepala Lingkungan 6, hingga tahun ini bantuan yang diterima pelaku dari pemerintah berupa BLT Kesra, bantuan sembako beras, serta Kartu Indonesia Pintar untuk anak pelaku yang masih bersekolah.
Pada awal Agustus, korban juga menerima bantuan dari Yon TP 908 Gaja Dompak yang diserahkan melalui kepala lingkungan berupa makanan dan uang.
"Jadi, kami sangat menyayangkan atas kejadian ini. Mari tetap membangun komunikasi di antara warga agar kasus serupa tidak terjadi. Itu harapan kita," kata Mawardi.
Kunjungan Wakil Bupati Dairi ke RSUD Sidikalang turut didampingi Kepala Dinas Sosial Tumpal Pasaribu, Direktur RSUD Sidikalang Benni Purba, Lurah Sidikalang Fahreza Anjas Ujung, Staf Ahli PKK Ny. Sri Dewi Wahyu Sagala beserta jajaran PKK, JF Penggerak Swadaya Masyarakat Dinas P3AP2KB Denny Siringoringo, serta Kepala UPT PPA Pemkab Dairi Eva Judika Napitupulu.
Tampak juga Anggota DPRD Dairi Bona Sitindaon, kepala lingkungan (Kepling), serta jajaran tim medis RSUD. Di waktu hampir bersamaan, Anggota DPRD Dairi Batara Armin Sinaga juga menyempatkan diri mengunjungi korban dan berharap korban segera pulih. [***]


























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda