Wabup Samosir Hadiri Pertemuan ASWAKADA


SAMOSIR (Waspada.id): Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk didampingi istri Ny. Kennauli A. Sidauruk menghadiri Rapat Koordinasi Asosiasi Wakil Kepala Daerah Indonesia (ASWAKADA) Wilayah Sumatera Utara di D Heritage, Grand City Hall Hotel Medan, Sabtu (24/10).
Rakor digelar untuk memperkuat koordinasi dan sinergi pelaksanaan program kerja sesuai tugas dan fungsi Wakil Kepala Daerah di Provinsi Sumatera Utara. Selain ajang silaturahmi, Rakor Aswakada tersebut menjadi forum bertukar informasi yang mempertemukan para Wakil Kepala Daerah dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Utara.
Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang untuk saling mengenal, berbagi pengalaman serta memperkuat kapasitas Wakil Kepala Daerah dalam mengambil peran strategis mendukung pembangunan di daerah masing-masing.
Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk menyambut baik terbentuknya wadah ASWAKADA sebagai ruang komunikasi dan silaturahmi antarsesama Wakil Kepala Daerah. Menurutnya, forum tersebut penting untuk saling bertukar pengalaman dalam menjalankan tugas serta mencari solusi atas berbagai dinamika pemerintahan di daerah.
“Pertemuan ini sangat baik untuk kita saling mengenal, bertukar informasi dan pengalaman. Kita memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing, sehingga komunikasi dan sinergi menjadi hal yang sangat penting,” ujar Ariston.
Ariston menegaskan bahwa sebagai Wakil Kepala Daerah, dirinya akan terus mengambil peran dalam mendukung program pembangunan yang telah ditetapkan bersama Bupati Samosir. Menurutnya, keberhasilan pembangunan membutuhkan kerja sama yang solid, baik antara Bupati dan Wakil Bupati maupun dengan seluruh jajaran pemerintahan dan pemangku kepentingan.
“Bagi kami di Samosir, bagaimana posisi Wakil Bupati dapat memberikan dukungan maksimal kepada Bupati dalam menjalankan program pembangunan. Yang terpenting adalah bagaimana setiap tugas yang dipercayakan dapat kita jalankan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga berharap ASWAKADA tidak berhenti sebagai wadah silaturahmi, tetapi dapat berkembang menjadi forum yang memberikan kontribusi nyata bagi penguatan pemerintahan daerah.
“Kita berharap pertemuan seperti ini dapat terus berlanjut. Kita bisa saling berbagi praktik baik, menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di daerah dan bersama-sama mencari solusi. Dengan begitu, peran Wakil Kepala Daerah dapat semakin kuat dalam mendukung pembangunan,” tambahnya.
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina selaku panitia penyelenggara menyampaikan bahwa pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah untuk memperkuat komunikasi antarpimpinan daerah.
Menurutnya, melalui ASWAKADA, para Wakil Kepala Daerah dapat saling bertukar informasi mengenai berbagai perkembangan yang terjadi di daerah, sekaligus memperkuat kapasitas dan pemahaman mengenai peran yang dapat diambil dalam mendukung program-program strategis pemerintah daerah.
“Ini merupakan pertemuan perdana. Kami mengapresiasi kehadiran para Wakil Kepala Daerah. Melalui wadah ini, kita berharap dapat semakin mantap memberikan dukungan terhadap pembangunan daerah serta membangun sinergi dengan kepala daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Pengurus ASWAKADA yang juga Wakil Bupati Pakpak Bharat Mutsyuhito Solin menekankan pentingnya membangun kesadaran bersama antara kepala daerah dan wakil kepala daerah. Ia menyebut, dinamika hubungan kepala daerah dan wakil kepala daerah kerap menjadi tantangan dalam menjalankan pemerintahan.
“ASWAKADA akan memberikan energi baru. Kita bisa saling berkomunikasi dan berbagi informasi. Yang paling penting adalah kesadaran dari masing-masing pihak untuk menjalankan perannya dan menjadi inovator dengan menggunakan hati nurani,” katanya.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso. Ia mengingatkan bahwa relasi antara kepala daerah dan wakil kepala daerah sering kali menghadapi persoalan, bahkan tidak jarang berujung pada perpecahan hubungan atau pecah kongsi.
Menurutnya, Wakil Kepala Daerah tidak perlu terjebak pada persoalan yang justru dapat merugikan diri sendiri maupun menghambat pembangunan. Apabila belum mendapatkan ruang yang besar dalam program strategis, kondisi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat jejaring dan mencari ruang kontribusi lainnya bagi masyarakat.
Sugiat juga mendorong para Wakil Kepala Daerah di Sumatera Utara untuk mengambil peran dalam mendukung arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, termasuk penguatan ketahanan pangan.
“Jangan habiskan waktu lima tahun dengan hal-hal yang tidak produktif. Apa yang bisa diperbuat, perbuatlah. Dengan posisi sebagai pemimpin daerah, maksimalkan peran sebagai wakil. Tuhan tidak akan tidur dan rakyat pasti akan melihat,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Medan Rico Waas menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis antara kepala daerah dan wakil kepala daerah. Menurutnya, konflik di antara pasangan kepala daerah dapat menghambat berbagai program pembangunan yang telah direncanakan.
Ia mengajak para kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk terus menata komunikasi, saling memahami dan mendengarkan, serta menurunkan ego masing-masing demi tujuan bersama.
“Antara kepala daerah dan wakil harus rukun, karena tujuan kita adalah pembangunan dan masyarakat,” ujarnya.
Pertemuan ASWAKADA tersebut menjadi ruang strategis bagi para Wakil Kepala Daerah di Sumatera Utara untuk memperkuat komunikasi, membangun jejaring serta berbagi pengalaman dalam menjalankan tugas pemerintahan. (id103)
Berita Terkait































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda