Breaking News
Memuat breaking news...

Wacana Libatkan Kantin Sekolah dalam MBG, Bang Brewok: Perkuat yang Sudah Ada

Redaksi
Redaksi
Kamis, 10 September 2026 - 11.13 PM WIB
Wacana Libatkan Kantin Sekolah dalam MBG, Bang Brewok: Perkuat yang Sudah Ada
Muhammad Rissan alias Bang Brewok.Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

MEUREUDU (Waspada.id): Wacana pemerintah mengevaluasi skema distribusi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), termasuk melibatkan kantin sekolah, mendapat sorotan. Muhammad Rissan alias Bang Brewok meminta pemerintah tidak tergesa-gesa mengubah pola yang sudah berjalan.

Menurutnya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang selama ini menjadi bagian dari pelaksanaan MBG harus diperkuat dan dibenahi jika ditemukan kekurangan.

“Skema pendistribusian MBG melalui SPPG yang sudah ada sangat penting dipertahankan karena sudah berjalan sejak awal pencanangan hingga hari ini,” kata Bang Brewok, Kamis (10/9).

Ia mengingatkan, perubahan skema tanpa kajian matang berpotensi menimbulkan persoalan baru, mulai dari standar gizi, keamanan pangan, pengawasan hingga pengelolaan anggaran.

“Pola yang sudah ada memang harus dievaluasi dan diperbaiki. Jangan sampai karena ada persoalan, akhirnya merusak sistem yang sudah dibangun,” tegasnya.

Bang Brewok menyebut keterlibatan kantin sekolah memang memiliki kelebihan karena lokasinya lebih dekat dengan penerima manfaat. Namun, menurutnya, tidak semua sekolah memiliki kantin dengan fasilitas dan kapasitas yang memenuhi standar untuk mendukung pelaksanaan MBG.

Karena itu, wacana tersebut dinilai perlu dikaji ulang secara menyeluruh dan tidak semata-mata didasarkan pada alasan efisiensi.

“Jangan sampai karena niatnya efisiensi anggaran, malah membuka banyak titik baru yang sulit diawasi. Kalau ada pengadaan dan pengelolaan dana, semuanya harus transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia mendorong evaluasi SPPG dan kajian keterlibatan kantin sekolah dilakukan secara terbuka, berbasis data, serta mempertimbangkan kesiapan masing-masing daerah.

Bang Brewok kemudian menyampaikan perumpamaan untuk menggambarkan pentingnya memperbaiki sistem tanpa membongkarnya.

“Kalau ada tikus di dalam kamar, jangan dibongkar rumahnya. Yang harus dilakukan adalah mengusir tikus agar tidak masuk lagi ke rumah kita,” pungkasnya. (Nas)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement