Wakapolresta Apresiasi Terobosan Ikamba untuk Menjadi Pemimpin Masa Depan Banda Aceh


BANDA ACEH (Waspada.id): Wakapolresta Banda Aceh AKBP Benny Bathara mengapresiasi terobosan Ikatan Mahasiswa Banda Aceh (Ikamba) dalam menyelenggarakan Banda Aceh Youth Leader Camp (BAYLC) 2026.
Kegiatan tersebut dinilai menjadi wadah positif bagi mahasiswa dan generasi muda untuk mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin masa depan.
Apresiasi tersebut disampaikan AKBP Benny Bathara saat menghadiri pembukaan Banda Aceh Youth Leader Camp Ikamba 2026 di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Jumat (6/11) malam.
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal itu, digagas sebagai ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk bertukar gagasan, memperluas jejaring, sekaligus mengasah kapasitas dan jiwa kepemimpinan.
Benny menilai, inisiatif yang dilakukan Ikamba merupakan langkah positif dalam mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki wawasan luas, karakter kuat, serta kepedulian terhadap pembangunan daerah.
Menurutnya, kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memberikan arahan, tetapi juga menyangkut integritas, tanggung jawab, kedisiplinan, dan keberanian mengambil keputusan.

Wakapolresta Banda Aceh AKBP Benny Bathara berbincang dengan Ketua Umum Ikamba M. Geubry Al-Fattah Budian. (Waspada.id/Ist)
Ia juga berharap BAYLC dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun pola pikir kritis dan konstruktif, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Ikamba dan seluruh panitia yang telah menggagas kegiatan tersebut.
Illiza mengatakan, BAYLC bukan sekadar kegiatan berkumpul atau pelatihan, melainkan ruang untuk melahirkan gagasan, keberanian, dan semangat generasi muda dalam memberikan kontribusi bagi daerah.
Ia menyebutkan, berdasarkan data kependudukan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, Banda Aceh memiliki sekitar 271.552 penduduk. Dari jumlah itu, sebanyak 43.806 jiwa atau 16,13 persen merupakan kelompok usia 16-25 tahun.
"Ini menunjukkan bahwa anak muda memiliki peran besar dalam menentukan arah dan masa depan kota kita," ujar Illiza.
Menurutnya, menjadi seorang pemimpin tidak cukup hanya bermodalkan kecerdasan. Namun, juga membutuhkan integritas, keberanian, kepedulian, serta kemampuan menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan.
Illiza menjelaskan, Pemerintah Kota Banda Aceh terus membuka ruang peningkatan kapasitas generasi muda melalui program Banda Aceh Academy (BAA).
Berbagai program, mulai dari pelatihan, short course, pengembangan kewirausahaan hingga business matching, dihadirkan untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan generasi muda memasuki dunia kerja.
"Kami ingin anak muda ikut mengambil bagian dalam pembangunan, menyampaikan gagasan, memberikan kritik yang membangun, serta menghadirkan inovasi bagi kota ini," katanya.
Dalam kesempatan itu, Illiza turut mengingatkan sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian bersama, khususnya terkait ancaman terhadap generasi muda.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data Polresta Banda Aceh, sepanjang Januari hingga Mei 2026 tercatat 38 kasus narkotika dengan 57 tersangka.
Selain itu, Polresta Banda Aceh juga menangani empat kasus perundungan dengan empat korban dan 14 pelaku. Persoalan balap liar, judi online, serta temuan kasus HIV juga menjadi tantangan yang membutuhkan perhatian semua pihak.
"Angka-angka ini menjadi pengingat bahwa generasi muda membutuhkan lingkungan yang sehat dan kegiatan positif. Saya mengajak semua pemuda untuk menjauhi narkoba, judi online, balap liar, dan perundungan. Jangan sampai masa muda yang penuh potensi justru terbuang karena perilaku yang merusak masa depan," sebut Illiza.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Banda Aceh terbuka untuk membangun kolaborasi dengan mahasiswa dan berbagai organisasi kepemudaan dalam mendukung pembangunan daerah.
"Pemimpin bukan hanya orang yang mampu memberikan arahan, tetapi juga mereka yang mau mendengar, berani mengambil tanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi orang lain," ujarnya.
Illiza juga mengingatkan bahwa masa depan Banda Aceh bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh, Ketua Umum Ikamba M. Geubry Al-Fattah Budian beserta jajaran pengurus dan panitia, pimpinan organisasi kemasyarakatan, tokoh pemuda, akademisi, serta peserta BAYLC Ikamba 2026. (id65)
Berita Terkait












































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda