Wakil Bupati Madina Tinjau Irigasi Aek Roburan yang Jebol, 500 Hektare Sawah Terancam KekeringanWakil Bupati Madina Tinjau Irigasi Aek Roburan yang Jebol, 500 Hektare Sawah Terancam Kekeringan

HUTA LOMBANG (Waspada.id): Wakil Bupati Mandailing Natal, Atika Azmi Utammi Nasution, didampingi Plt. Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas PUPR, serta perangkat daerah terkait, turun langsung meninjau kerusakan saluran irigasi Aek Roburan di Desa Huta Lombang, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Senin (10/8).
Peninjauan dilakukan menyusul laporan warga dan pemberitaan di media daring terkait tanggul sepanjang 14–20 meter yang jebol akibat hujan deras.

Kerusakan ini mengancam pasokan air bagi sekitar 500 hektare lahan persawahan di dua kecamatan sekaligus, yaitu Puncak Sorik Marapi dan Lembah Sorik Marapi. Jika tidak segera diperbaiki, petani dikhawatirkan gagal tanam hingga gagal panen.

"Air irigasi ini adalah urat nadi perekonomian petani. Kita tidak boleh membiarkan ratusan hektare sawah warga terlantar," tegas Wakil Bupati di lokasi kejadian.
Pemkab menjadikan pemulihan infrastruktur pertanian ini prioritas utama agar aktivitas warga tidak lumpuh lama.
Langkah penanganan darurat segera dikoordinasikan bersama pemerintah kecamatan, desa, serta memanfaatkan bantuan pipa dan alat berat agar air segera mengalir kembali. Sementara itu, perbaikan jangka panjang juga sedang disiapkan.
Sekretaris Daerah menjelaskan, penanganan mendesak berupa pemasangan pipa dan pembersihan material segera dilaksanakan.

"Namun kami juga merencanakan bangunan permanen yang lebih kokoh, agar tidak mudah jebol kembali saat hujan ekstrem datang," ujarnya.
Warga dan petani menyambut baik respons cepat pemerintah daerah. Herman Nasution, salah satu tokoh masyarakat, menyampaikan terima kasih mendalam atas kehadiran langsung jajaran pimpinan daerah.
"Kami sangat berterima kasih. Semoga irigasi ini cepat pulih dan mengairi kembali sawah kami. Langkah cepat pemerintah ini mudah-mudahan menjadi amal ibadah," katanya.

Kepala Desa Huta Lombang, Supriadi, turut mengapresiasi perhatian dan kehadiran langsung Pemkab Madina.
Warga berharap koordinasi ini segera membuahkan hasil nyata demi menyelamatkan mata pencaharian ratusan kepala keluarga.(id100)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda