Breaking News
Memuat breaking news...

Wali Kota Alor Setar Raih Penghargaan Climate Governance di IMT-GT Medan, Puji Perkembangan Kota Medan

Redaksi
Redaksi
Rabu, 9 September 2026 - 10.41 PM WIB
Wali Kota Alor Setar Raih Penghargaan Climate Governance di IMT-GT Medan, Puji Perkembangan Kota Medan
Wali Kota Alor Setar (Datuk Bandar Alor Setar), Dato' Haji Abdul Gafar bin Yahya, dapat Penghargaan dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di acara IMT-GT Award 2026 di Hotel Marriott Medan Waspada.id / Muhammad Faisal
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

MEDAN (Waspada.id) : Sumatera Utara sukses menjadi pusat perhatian regional dengan menjadi tuan rumah perhelatan akbar Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 Ministerial Meeting yang dipusatkan di JW Marriott Hotel Medan pada 7 hingga 10 September 2026. Pertemuan tingkat Menteri ini menjadi momentum strategis bagi ketiga negara anggota untuk memperkuat konektivitas kawasan, memperluas kerja sama ekonomi sub-regional, serta mengoptimalkan sinergi antarwilayah melalui rangkaian agenda mulai dari pertemuan pejabat senior hingga forum bisnis.

"Ajang strategis ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan panggung kolaborasi nyata bagi Indonesia, Malaysia, dan Thailand dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi, pembangunan perkotaan, dan kesejahteraan masyarakat di kawasan," ujar salah satu delegasi dalam rangkaian forum internasional tersebut.

Di sela-sela kemeriahan agenda sidang tingkat tinggi tersebut, Wali Kota Alor Setar atau yang bergelar Datuk Bandar Alor Setar, Dato' Haji Abdul Gafar bin Yahya, menorehkan prestasi membanggakan dengan menerima penghargaan bergengsi IMT-GT Award 2026 di Hotel Marriott Medan pada Rabu, 9 September 2026. Kota di bawah kepemimpinannya tersebut sukses dinobatkan sebagai yang terbaik untuk kategori Carbon and Climate Governance (Alor Setar Car Free Saturday - ASCFS) berkat komitmen kuat terhadap tata kelola iklim dan lingkungan.

"Kehadiran kami di sini dan penghargaan yang diterima adalah wujud komitmen bersama untuk saling belajar, mengadaptasi praktik terbaik, serta memperkuat tata kelola lingkungan perkotaan yang berkelanjutan antarwilayah," ungkap Dato' Haji Abdul Gafar bin Yahya dalam wawancara khusus bersama Waspada.id.

Lebih lanjut, pimpinan yang mulai mengemban amanah sebagai Datuk Bandar Alor Setar sejak 2 Februari 2025 itu menjelaskan bahwa partisipasi aktif wilayahnya dalam forum IMT-GT dimanfaatkan secara maksimal untuk menyerap strategi pembangunan lintas batas.

Ia mencontohkan bagaimana kotanya melirik keberhasilan pengelolaan sampah dan penerapan ekonomi sirkular atau circular economy dari Kota Pekanbaru, serta strategi modernisasi penataan kawasan perkotaan dari Kota Medan.

"Kami melihat banyak sekali potensi saling melengkapi, seperti bagaimana kami mempelajari pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular dari Pekanbaru serta teknik pengembangan kawasan kota yang pesat dari Medan," tambahnya.

Langkah konkret kepemimpinan Dato' Haji Abdul Gafar dalam merengkuh penghargaan tata kelola iklim tersebut tercermin nyata melalui program andalan bertajuk Alor Setar Car Free Saturday. Inisiatif ramah lingkungan ini rutin digeber setiap hari Sabtu pertama di awal setiap bulan dengan menutup total jalur kendaraan bermotor sepanjang 5,3 kilometer di jantung pusat kota, yang kemudian disemarakkan dengan beragam tema edukatif seperti kampanye kesehatan hingga penguatan instrumen wakaf.

"Program Car Free Saturday kami laksanakan secara konsisten di jalur sepanjang 5,3 kilometer setiap Sabtu pertama awal bulan dengan mengusung tema yang dinamis, mulai dari isu kesehatan hingga gerakan wakaf untuk masyarakat," paparnya.

Daya tarik dari program andalan tersebut kian istimewa karena mampu merekatkan seluruh elemen sosial secara inklusif, mulai dari partisipasi aktif masyarakat akar rumput, jajaran tokoh politik lokal, hingga dukungan langsung dari Kerabat Diraja termasuk kehadiran Sultan Kedah, Raja Muda Kedah ( RMK) , Tunku Mahkota Kedah (TMK) dan Menteri Besar, Kedah.

"Kesuksesan inisiatif ini tidak lepas dari pelibatan berbagai lapisan masyarakat, para tokoh politik, hingga dukungan penuh dari Kerabat Diraja termasuk Sultan Kedah dan Raja Muda yang turut memberikan teladan," jelasnya.

Di balik dinamika modernisasinya, Alor Setar menyimpan kekayaan historis yang luar biasa sebagai ibu kota Negeri Kedah yang telah berdiri kokoh sejak tahun 1735 atau kini telah berusia lebih dari 290 tahun. Wilayah historis ini memegang bangsawan susur galur Kesultanan Kedah yang diakui dunia sebagai salah satu garis keturunan kesultanan tertua yang tidak pernah terputus, berpadu harmonis dengan lanskap geografis unik berupa hamparan sawah padi subur yang diapit megahnya Gunung Keriang di tengah daratan.

"Sebagai ibu kota Negeri Kedah yang berdiri sejak 1735 dan berusia lebih dari 290 tahun, Alor Setar memiliki warisan Kesultanan Kedah tertua di dunia yang tidak terputus serta lanskap unik persawahan dan Gunung Keriang," tuturnya.

Dalam kunjungan perdananya ke ibu kota Provinsi Sumatera Utara ini, sang Datuk Bandar meluapkan rasa takjubnya atas pesona tata kelola ruang publik yang agresif dan tertib di Kota Medan, khususnya keindahan kawasan Lapangan Merdeka atau Laman Merdeka serta pusat cagar budaya dan ekonomi kreatif Warehouse Singapura atau Singhub.

"Saya sangat mengagumi penataan dan pembangunan ruang publik di Lapangan Merdeka atau Laman Merdeka serta kawasan cagar budaya dan ekonomi kreatif seperti Warehouse Singapura atau Singhub," puji Dato' Haji Abdul Gafar.

Kesan mendalam tersebut semakin lengkap tatkala ia menyaksikan dari dekat laju pembangunan infrastruktur perkotaan yang progresif di Medan, yang turut digerakkan oleh energi kepemimpinan para kepala daerah muda potensial di Indonesia.

"Kami sangat mengapresiasi dinamika pembangunan Kota Medan yang luar biasa serta gaya kepemimpinan para kepala daerah muda di Indonesia yang sangat energik dan visioner," katanya.

Menutup rangkaian perhelatan akbar IMT-GT 2026 ini, pihaknya optimistis jejaring kolaborasi segitiga pertumbuhan ekonomi regional akan semakin erat dengan merangkul keterlibatan aktif masyarakat luas, sektor swasta, hingga pilar media massa.

"Melalui momentum IMT-GT 2026 ini, kami mendorong kolaborasi erat antara masyarakat, sektor swasta, dan media untuk memperkuat silaturahmi serta pariwisata antara Alor Setar, Medan, Pekanbaru, dan kawasan lainnya," pungkasnya.(Id12)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement