Breaking News
Memuat breaking news...

Wali Kota Sabang Minta Pendampingan Petani Padi Gogo Diperkuat

Redaksi
Redaksi
Senin, 19 Oktober 2026 - 5.47 PM WIB
Wali Kota Sabang Minta Pendampingan Petani Padi Gogo Diperkuat
Wali Kota Sabang dan Ketua TP-PKK Kota Sabang pada acara penanaman padi gogo di Gampong Batee Shoek. (Waspada.id/Jk)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

SABANG (Waspada.id): Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam meminta Dinas Pertanian dan Pangan memperkuat pendampingan kepada petani padi gogo, terutama dalam penerapan teknik budi daya dan perawatan tanaman. Upaya ini diperlukan agar pengembangan padi gogo di Kota Sabang dapat berjalan berkelanjutan dan mendukung ketahanan pangan daerah.

Arahan tersebut disampaikan Zulkifli saat melakukan penanaman padi gogo di lahan milik Saifuddin, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Sabang, di Gampong Batee Shoek. Penanaman dilakukan di lahan seluas sekitar 3.000 meter persegi dari total luas kebun sekitar setengah hektare.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sabang. Ketua TP-PKK Kota Sabang Nuri Farisal bersama Staf Ahli TP-PKK Erwani Meutia dan anggota Pokja III TP-PKK juga hadir sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sektor pertanian dan pemanfaatan potensi pangan lokal.

Zulkifli mengatakan, keterbatasan lahan persawahan di Sabang membuat pengembangan padi gogo menjadi salah satu alternatif untuk mendukung ketersediaan pangan masyarakat. Dengan jumlah penduduk sekitar 44 ribu jiwa, menurutnya, potensi lahan yang sesuai perlu dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.

“Harapan kita kepada Dinas Pertanian dan masyarakat, kalau ada lahan-lahan subur dan bisa ditanami padi gogo, terutama lahan-lahan yang selama ini kosong, mudah-mudahan bisa dimanfaatkan dengan baik,” kata Zulkifli, Senin (19/10).

Untuk mendukung upaya tersebut, Wali Kota Sabang meminta Dinas Pertanian dan Pangan memberikan pembinaan kepada petani, terutama masyarakat yang belum memahami teknik budi daya padi gogo. Pendampingan dinilai penting agar petani mampu melakukan penanaman dan perawatan tanaman dengan tepat.

“Petani perlu dibina dan diberikan semangat. Masyarakat yang belum memahami bagaimana cara menanam dan merawat padi gogo perlu dibantu oleh pemerintah melalui Dinas Pertanian,” ujarnya.

Selain pembinaan, Zulkifli menegaskan bahwa Pemko Sabang akan terus mendukung kebutuhan petani sesuai permintaan, termasuk bantuan alat pertanian, benih, pupuk, dan sarana produksi lainnya. Ia juga mendorong agar penyuluhan dan sosialisasi terus dilakukan sehingga pengembangan padi gogo dapat diikuti lebih banyak masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang Faisal Azwar menyampaikan bahwa penanaman padi gogo di Sabang telah terealisasi sekitar delapan hektare. Penanaman tersebut telah dilakukan di sejumlah lokasi, yakni Cot Mancang, Jaboi, Batee Shoek, dan Paya, yang tersebar di tiga kecamatan.

Ia menjelaskan, penanaman padi gogo didukung bantuan benih dari APBN serta pupuk dan obat-obatan pertanian dari APBK. Dinas Pertanian dan Pangan juga terus memberikan pendampingan dan penyuluhan kepada petani untuk mendukung keberhasilan budi daya.

“Target kita tahun ini sekitar 40 hektare. Yang sudah terlaksana kurang lebih delapan hektare, dan penanaman masih berlanjut di beberapa lokasi. Kita juga akan terus mendukung petani melalui bantuan sarana produksi, pendampingan, dan penyuluhan,” tambahnya.

Pada kegiatan penanaman di Batee Shoek, benih yang digunakan merupakan varietas Infago 13 Fortis dengan kebutuhan sekitar 15 kilogram untuk lahan yang ditanami. Penanaman ini menjadi bagian dari pelaksanaan pengembangan padi gogo yang masih berlangsung di Kota Sabang. (Jk)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement