Breaking News
Memuat breaking news...

Wali Kota Sowa' Laoli Pimpin Penanaman Perdana Cabai Perkuat Kedaulatan Pangan

Redaksi
Redaksi
Rabu, 9 September 2026 - 7.13 PM WIB
Wali Kota Sowa' Laoli Pimpin Penanaman Perdana Cabai Perkuat Kedaulatan Pangan
Wali Kota Gunungsitoli, Sowa'a Laoli memimpin penanaman perdana cabai sebagai upaya penguatan kedaulatan pangan bertempat di lahan Desa Tuhegeo I, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Rabu (9/9). Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

GUNUNGSITOLI (Waspada.id): Pemerintah Kota Gunungsitoli terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan sekaligus kedaulatan pangan daerah melalui pendampingan kelompok tani yang berkelanjutan.

Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan penanaman perdana cabai merah keriting dan cabai rawit yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli, SE, M.Si berlokasi di Desa Tuhegeo I, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Rabu (9/9).

Wali Kota Gunungsitoli pada penanaman perdana cabai tersebut menyampaikan apresiasi atas inisiatif para penyuluh pertanian yang aktif mendampingi kelompok tani.

Menurutn Sowa'a Laoli, langkah ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan kedaulatan pangan, sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar daerah.

“Pendampingan ini merupakan langkah strategis. Kita ingin memastikan bahwa kebutuhan pangan masyarakat dapat dipenuhi dari hasil produksi sendiri, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat,” ujar Sowa'a Laoli.

Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Tim Kerja (Katimker) Penyuluh Pertanian Kota Gunungsitoli, Oktameyer P. Samosir. Dalam laporannya disampaikan bahwa penanaman cabai ini merupakan penanaman perdana yang dilakukan dengan sistem tumpang sari bersama padi gogo rancah varietas Situ Bagendit. Pola tanam ini diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan lahan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.

Penanaman dilaksanakan oleh Kelompok Tani Pemula Desa Tuhegeo I yang saat ini telah memasuki periode tanam ke-3, setelah sebelumnya berhasil melakukan penanaman jagung. Keberlanjutan pola tanam ini menjadi indikator positif terhadap peningkatan kapasitas dan kemandirian kelompok tani.

Pemerintah Kota Gunungsitoli juga menaruh harapan besar agar pendampingan yang saat ini berjalan dapat diperluas ke kelompok tani lainnya di berbagai wilayah. Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan secara terbatas, tetapi dapat berdampak luas bagi ketahanan pangan daerah.

Sementara itu, anggota kelompok tani, Murni Hura menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian serta dukungan yang diberikan oleh pemerintah. Ia mengungkapkan bahwa pendampingan yang dilakukan sangat membantu para petani, baik dari sisi pengetahuan maupun ketersediaan pangan.

“Kami sangat senang dengan perhatian dari pemerintah. Sekarang kami merasa lebih terbantu karena sebagian kebutuhan pangan sudah bisa kami penuhi sendiri tanpa harus selalu membeli di pasar,” ungkap Murni Hura.

Hal senada juga disampaikan oleh salah seorang warga lainnya, Tiati Larosa, yang menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, program ini tidak hanya meningkatkan semangat bertani masyarakat, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap pengeluaran rumah tangga.

“Masyarakat sangat terbantu. Dengan adanya kegiatan ini, kebutuhan sehari-hari bisa dipenuhi dari hasil sendiri, sehingga tidak selalu bergantung pada pasar,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Gunungsitoli menegaskan komitmennya dalam mendorong kemandirian pangan berbasis potensi lokal. Pendampingan kelompok tani yang terarah dan berkelanjutan diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan ketahanan pangan yang inklusif dan berdaya saing di masa mendatang. (id60)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement