Wamen Haji: Rekrutmen Petugas Haji 2027 Belum Dibuka, Waspadai Informasi Palsu


TANGERANG (Waspada.id): Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau masyarakat agar waspada terhadap informasi palsu terkait rekrutmen petugas haji. Imbauan tersebut disampaikannya saat menyambut kedatangan petugas haji Daerah Kerja Madinah di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (2/7/2026). Ia menegaskan bahwa hingga saat ini Kementerian Haji dan Umrah belum membuka rekrutmen petugas haji untuk penyelenggaraan ibadah haji 2027.
Menurut Dahnil, seluruh informasi resmi mengenai rekrutmen petugas haji hanya akan diumumkan melalui laman resmi dan akun media sosial resmi Kementerian Haji dan Umrah.
"Rekrutmen petugas haji tidak dipungut biaya. Kalau ada pihak yang menawarkan atau menjadi calo petugas haji, dipastikan itu ilegal," tegas Dahnil.
Ia menjelaskan, pada penyelenggaraan ibadah haji 2026 pemerintah menugaskan sebanyak 1.622 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk memberikan layanan kepada lebih dari 221 ribu jamaah haji Indonesia di Arab Saudi.
Dahnil menambahkan, proses rekrutmen petugas haji tahun 2027, termasuk bagi petugas Media Center Haji (MCH), akan dilakukan dengan standar yang lebih ketat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Seluruh petugas yang dinyatakan lolos juga diwajibkan mengikuti pelatihan intensif selama sekitar satu bulan sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Kementerian Haji dan Umrah untuk meningkatkan kualitas layanan serta memastikan petugas memiliki kompetensi dan kesiapan yang lebih baik dalam melayani jamaah haji Indonesia.
Meski masih terdapat sejumlah catatan evaluasi, Dahnil menilai penyelenggaraan ibadah haji 2026 secara keseluruhan berjalan dengan baik dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk jamaah haji Indonesia maupun Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari dedikasi 1.622 petugas haji Indonesia yang bertugas di Makkah, Madinah, Jeddah, bandara, hingga di Tanah Air.
"Petugas haji Indonesia tahun ini mendapat banyak apresiasi. Mereka bekerja secara responsif, empatik, dan melayani jamaah dengan sepenuh hati. Bahkan, petugas haji Indonesia dinilai dapat menjadi percontohan bagi banyak negara dalam penyelenggaraan layanan haji," ujarnya.
Dahnil juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga para petugas haji yang telah memberikan dukungan sehingga anggota keluarganya dapat menjalankan tugas selama lebih dari 70 hari di Arab Saudi.
"Atas nama Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Haji dan Umrah, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga petugas haji yang telah merelakan anggota keluarganya bertugas selama lebih dari dua bulan demi melayani jamaah Indonesia," katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji merupakan hasil kolaborasi seluruh komponen bangsa. Selain para petugas haji, berbagai kementerian dan lembaga seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, aparat keamanan, media massa, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya turut berkontribusi dalam menyukseskan operasional haji 2026.(id11)












Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda