Breaking News
Memuat breaking news...

Wamenkes dan Wamendagri Tinjau Gedung Cathlab RSUD Amri Tambunan, Bahas Integrasi Skrining TBC dalam Program CKG

Redaksi
Redaksi
Selasa, 21 Juli 2026 - 8.47 PM WIB
Wamenkes dan Wamendagri Tinjau Gedung Cathlab RSUD Amri Tambunan, Bahas Integrasi Skrining TBC dalam Program CKG
Wamenkes, dr. Benjamin Paulus Octavianus bersama Wamendagri Dr. Akhmad Wiyagus, didampingi Bupati Asri Ludin Tambunan meninjau Gedung Cathlab RSUD Amri Tambunan, Selasa (21/7/26) sore. Waspada.id/rinaldi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

LUBUKPAKAM (Waspada.id): Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.M., melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Deliserdang

Kunjungan tersebut dirangkai dengan peninjauan Gedung Cathlab serta pembahasan integrasi skrining tuberkulosis (TBC) dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang berlangsung di Aula RSUD Drs. H. Amri Tambunan, Lubukpakam ,Selasa (21/7/26) sore.

Wamenkes dr. Benjamin Paulus Octavianus mengakui bahwa Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan merupakan dokter spesialis penyakit dalam, ginjal dan hipertensi.

"Saya cukup terkejut melihat paparan beliau. Ternyata, selain seorang bupati, beliau juga seorang dokter spesialis yang luar biasa dan sangat memahami tugasnya, terutama dalam mendeteksi, serta menangani hipertensi. Tadi beliau menjelaskan mengenai perbedaan antara diabetes dan hipertensi, serta bagaimana penanganannya. Beliau juga menyampaikan bahwa sejumlah pasien sebelumnya telah terdeteksi dan mendapatkan penanganan," dr. Benjamin Paulus Octavianus.

Yang diperiksa, tambahnya, datanya real dan diterapi. Pihaknya menemukan kasus diabetes dan hipertensi melalui CKG. Ini yang kemudian ditindaklanjuti.

“Dengan skrining kita bisa tahu suatu wilayah, seperti Deliserdang sakitnya apa, diabetesnya berapa persen, hipertensinya berapa persen, dan datanya jelas," sebutnya.

Ia menambahoan, hingga pekan sebelumnya, pelaksanaan CKG di Indonesia telah menjangkau sekitar 66,7 juta masyarakat. Dari hasil pemeriksaan tersebut, ditemukan berbagai kasus penyakit, termasuk diabetes melitus dan hipertensi, yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Selain penyakit tidak menular, Wamenkes juga menyoroti pentingnya memperkuat deteksi dini TBC melalui integrasi dengan program CKG. Menurutnya, apabila ditemukan seseorang yang diduga menderita TBC, pemeriksaan harus diperluas kepada anggota keluarga dan kontak erat di rumah.

Langkah itu dinilai penting untuk memutus rantai penularan TBC sekaligus menemukan kasus baru lebih cepat.

“Kalau ada suspect TBC karena kontak rumah, mereka harus ikut diperiksa. Jadi, satu pasien bisa menjadi pintu masuk untuk menemukan kasus-kasus lain di keluarganya,” jelasnya.

Pemerintah juga berencana memperkuat layanan radiologi di tingkat puskesmas melalui penggunaan portable X-ray. Perangkat tersebut nantinya dapat dibawa ke posyandu, rumah kepala desa, maupun wilayah yang sulit dijangkau.

“Puskesmas akan dilengkapi X-ray. Bisa dibawa ke daerah-daerah yang sulit. Jadi masyarakat tidak harus selalu datang ke rumah sakit,” tutur Wemenkes.

Sementara itu, Wamendagri Dr.Akhmad Wiyagus mengapresiasi sinergi pemerintah pusat dan daerah, tenaga kesehatan, kader, serta masyarakat dalam mendukung pelaksanaan program kesehatan.

Akhmad Wiyagus menegaskan, setiap program pemerintah harus dituangkan dalam perencanaan dan dilaksanakan secara nyata agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan memfasilitasi pelayanan, serta memberikan pelayanan kesejahteraan dan pelayanan umum dengan baik,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama dr. H. Asri Ludin Tambunan memaparkan capaian pelaksanaan CKG di wilayahnya. Sepanjang 2025, program tersebut telah menjangkau lebih dari satu juta masyarakat.

Sementara hingga Juli 2026, jumlah masyarakat yang telah mengikuti CKG mencapai lebih dari 700 ribu orang.

Dari hasil pemeriksaan, hipertensi dan diabetes melitus masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang dominan di tengah masyarakat.

Bupati Asri Ludin Tambunan juga memaparkan strategi penanganan TBC di Deliserdang. Salah satu inovasi yang dikembangkan yakni mekanisme rujukan langsung pasien terduga TBC dari puskesmas ke rumah sakit tipe B untuk memastikan diagnosis.

Pasien dapat menjalani pemeriksaan lanjutan, seperti foto toraks dan Tes Cepat Molekuler (TCM), sebelum terapi dilanjutkan di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

“Kalau di puskesmas belum bisa menegakkan diagnosis, pasien langsung kami kirim ke rumah sakit tipe B untuk pemeriksaan foto toraks, TCM dan pemeriksaan lainnya. Setelah diagnosis tegak, terapinya bisa dikembalikan ke puskesmas,” jelas Asri Ludin.

Menurutnya, pola tersebut menjadi salah satu upaya mempercepat diagnosis dan pengobatan pasien TBC, sekaligus mencegah keterlambatan penanganan.

Deliserdang juga telah menerima empat unit portable X-ray dari Kementerian Kesehatan, serta memiliki satu unit mobil X-ray yang telah dioperasikan untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.

Namun, pemerintah daerah masih membutuhkan penguatan layanan pemeriksaan kultur TBC. Saat ini, tambahnya, pemeriksaan tersebut masih dikirim ke fasilitas kesehatan rujukan di Medan.

Di bidang layanan rumah sakit, RSUD Drs. H. Amri Tambunan terus mengembangkan sejumlah layanan unggulan, termasuk pelayanan kanker, jantung, stroke, diabetes, dan urologi.

Pemkab Deliserdang juga berencana meningkatkan kelas rumah sakit tersebut agar mampu memberikan layanan kesehatan yang lebih lengkap bagi masyarakat.

Wamenkes dr.Benjamin Paulus Octavianus kepada wartawan menambahkan, dalam kurang waktu 3 bulan lagi, ia akan kembali melakukan evaluasi terhadap perkembangan pelaksanaan program kesehatan di Deliserdang

"Saya yakin, apalagi Bupati Deliserdang juga seorang dokter spesialis yang luar biasa dan sangat memahami tugasnya, sehingga paham mana yang harus ditindaklanjuti. Jadi semuanya nyambung, pungkasnya.

Dikesempatan itu, Bupati bersama Wabup Deliserdang juga menyerahkan cenderamata kepada Wamenkes dan Wamendagri.

Turut dihadiri kegiatan tersebut Wakil Bupati Lom Lom Suwondo , Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Hendria Lesmana, Ketua TP PKK Ny.Jelita Asri Ludin Tambunan, Ketua 1 Bidang Pembinaan TP PKK Ny.Asniar Lom Lom Suwondo, Sekda Deliserdang Dedi Maswardy, asisten, para kepala OPD, kabag, para camat, dan pejabat Lainya.(id.28/syahril)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement