Warga Agara Swadaya Perbaiki Jalan dan Jembatan Rangka Baja Mbarung

KUTACANE (Waspada.id): Merasa terpanggil melihat kondisi jalan dan jembatan yang tak kunjung dibangun kembali pasca ambruk dan rusak berat diterjang banjir sungai, warga Agara bergerak secara swadaya menggalang dana untuk perbaikan.
Sebelumnya, pada November 2025, jembatan rangka Mbarung yang menghubungkan Kecamatan Babussalam dengan Kecamatan Lawe Alas dan Kecamatan Darul Hasanah ambruk dan hanyut diterjang banjir Sungai Alas.
Rudi Desky, tokoh masyarakat sekaligus mantan anggota DPRK Aceh Tenggara (Agara), menjelaskan kepada Waspada.id di Kute Mbarung, Sabtu (1/9), bahwa pasca peristiwa tersebut, warga tiga kecamatan mengalami kesulitan melintasi jalan dan jembatan darurat yang menghubungkan Mbarung dengan puluhan kute di dua kecamatan seberang.
Pasalnya, jalan dan jembatan darurat tersebut hanya dapat dilewati kendaraan roda dua dan roda tiga, pun demikian dalam kondisi licin, penuh risiko, dan rawan kecelakaan, terlebih karena papan penyangganya sudah tidak layak.

Untuk memperbaiki kerusakan tersebut, berbagai unsur warga Agara, mulai dari pimpinan perangkat daerah hingga masyarakat, bergotong royong memperbaiki jalan Mbarung—menuju Kecamatan Darul Hasanah dan Kecamatan Lawe Alas.
Guna menyelesaikan perbaikan jalan dan jembatan vital ini, dijelaskan Rudi dan Hamidin, telah diturunkan beberapa truk pengangkut material serta alat berat. "Satu alat berat dari BPBD dan satu lagi dari PT Hutan Karya. Targetnya, pada Minggu ini jalan sudah dapat dilewati kendaraan roda dua, roda tiga, maupun roda empat," ujar Rudi.
Apabila dana perbaikan jembatan darurat Mbarung tersebut belum mencukupi, Bupati Aceh Tenggara HM Salim Fakhri berjanji akan menutupi kekurangannya.(id79)













Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda