Warga Alue Peunawa Abdya Puluhan Tahun Lewati Jalan Berdebu dan BerlumpurWarga Alue Peunawa Abdya Puluhan Tahun Lewati Jalan Berdebu dan Berlumpur

BLANGPIDIE (Waspada.id): Ironis, di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah, masyarakat Desa Alue Peunawa, Kecamatan Babah Rot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), hingga kini masih harus melewati jalan kabupaten peninggalan zaman penjajahan Belanda, yang belum pernah tersentuh aspal.
Ruas jalan sepanjang kurang lebih 800 meter tersebut, menjadi akses utama bagi lebih dari seribuan warga menuju jalan nasional pusat Kecamatan Babah Rot. Kondisinya rusak parah, berlubang, berbatu dan dipenuhi tanah yang berubah menjadi debu tebal saat musim kemarau, serta lautan lumpur ketika musim penghujan.
Akibatnya, aktivitas masyarakat terganggu setiap hari. Saat kemarau, debu membumbung tinggi setiap kali kendaraan melintas, hingga masuk ke rumah-rumah warga yang berada di sepanjang jalan.
Sementara saat hujan turun, jalan berubah licin dan berlumpur, sehingga menyulitkan kendaraan roda dua maupun roda empat melintas. Bahkan, kecelakaan tunggal kerap terjadi akibat kondisi jalan yang memprihatinkan.
Jalan tersebut bukan hanya menjadi urat nadi perekonomian masyarakat, melainkan juga menjadi jalur utama bagi anak-anak menuju sekolah yang berada di luar desa. Selain itu, akses tersebut digunakan para santri dan masyarakat menuju Pesantren Nurussalam, yang selama ini menjadi salah satu pusat pendidikan keagamaan di kawasan tersebut.
Tokoh masyarakat Alue Peunawa, Fahmi Jauhari Kamis(23/7), berharap Pemkab Abdya segera merealisasikan pembangunan jalan secara menyeluruh agar masyarakat tidak lagi hidup dalam ketidaknyamanan.

"Kami tidak meminta yang berlebihan. Jalan ini sudah dibuka sejak zaman Belanda, tetapi sampai sekarang belum juga diaspal. Padahal ini akses utama masyarakat. Setiap hari anak sekolah, santri, petani, pedagang dan warga melintasi jalan ini. Kami berharap Pemkab Abdya memberi perhatian serius, sehingga masyarakat bisa menikmati jalan yang layak," ujar Fahmi.
Menurutnya, pembangunan jalan tersebut akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Alue Peunawa, Idris Adami. Ia mengatakan pemerintah desa telah mengusulkan peningkatan ruas jalan tersebut kepada Pemerintah Kabupaten, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

"Alhamdulillah usulan itu mendapat perhatian pemerintah daerah. Kami berharap pengerjaannya dapat berjalan lancar dan berlanjut hingga seluruh ruas jalan selesai dibangun," kata Idris.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Abdya, Darma Musliandi ST, mengatakan, ruas jalan Desa Alue Peunawa telah masuk dalam program prioritas pembangunan tahun anggaran 2026.
Menurutnya, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp900 juta lebih, untuk pembangunan tahap awal dengan panjang pekerjaan sekitar 400 meter lebih.
"Ruas jalan tersebut memang menjadi salah satu prioritas kami tahun ini. Insya Allah pada tahun anggaran 2026 akan mulai dikerjakan sepanjang sekitar 400 meter lebih, dengan anggaran sekitar Rp900 juta. Karena keterbatasan anggaran, pengerjaan dilakukan secara bertahap. Untuk sisa ruas jalan akan kami programkan kembali pada tahun berikutnya, hingga seluruhnya dapat tertangani," jelas Darma.
Masyarakat berharap, realisasi pembangunan tahap awal tersebut menjadi awal berakhirnya penderitaan panjang warga, yang selama puluhan tahun harus berjibaku dengan debu dan lumpur di jalan yang menjadi urat nadi kehidupan Desa Alue Peunawa.(id82)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda