Warga Hibahkan 50 Hektare untuk Markas Batalyon TNI di Labura


AEKKANOPAN (Waspada.id): Pengusaha perkebunan asal Kota Medan, Hansen Tejo, menghibahkan tanah seluas lebih kurang 50 hektare yang berada di Desa Aek Korsik, Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk pembangunan markas batalyon TNI.
Hibah ini merupakan bentuk balas budi beliau. Pada 1998, almarhum orang tuanya, Tejo, menerima pemberian tanah tersebut dari mantan Bupati Labuhanbatu Ali Nafiah, yang juga merupakan seorang perwira menengah TNI.
"Tanah tersebut dihibahkan beliau sebagai pengingat jika dahulu orang tuanya pernah diberikan tanah oleh Bupati Ali Nafiah yang juga seorang TNI," ucap Mufthi Dalimunthe, tokoh masyarakat yang menjadi perantara proses hibah, Rabu (28/10).

Menurut mantan anggota DPRD Labura itu, hibah tersebut diberikan Hansen Tejo setelah warga bersama pihak pemerintah kecamatan menemuinya dan menyampaikan permohonan agar sebagian tanah perkebunannya diberikan untuk pembangunan batalyon TNI.
"Harapan warga, pihak TNI dapat segera merealisasikan pembangunan secepatnya. Sebagai usulan dari tokoh masyarakat, kita berharap pihak TNI nantinya berkenan menamai batalyon tersebut dengan Batalyon Raja Bolitan. Sebagai pengingat sejarah terhadap sosok Raja Bolitan yang menjadi orang pertama membuka Kampung Aek Korsik," ungkap Mufthi.
Menurutnya, selama lebih dari lima bulan, warga dan pemerintah kecamatan berupaya mencari warga yang bersedia menghibahkan tanah kepada TNI setelah pihak kecamatan menerima surat dari TNI untuk membantu menyediakan lahan yang direncanakan sebagai lokasi pembangunan batalyon.
Penyerahan hibah tersebut dilakukan secara simbolis oleh Camat Aek Kuo Rusdi Efendi kepada Dandim 0209/LB Letkol Kav. Hanung Kaptiadji di Makodim Labuhanbatu pada Senin (26/10).
Terkait hibah tersebut, Letkol Hanung Kaptiadji mengatakan, "Kita menyambut positif hibah yang diberikan oleh salah seorang warga bernama Hansen kepada pihak kecamatan dan selanjutnya dihibahkan kepada TNI," ucapnya, Rabu (28/10).
Mengenai rencana pembangunan batalyon di atas tanah seluas 50 hektare tersebut, Dandim Labuhanbatu itu juga membenarkannya.
"Iya, betul. Kapan dan bagaimana pelaksanaannya, kita masih menunggu komando dari atas," jawab Hanung. (id31)
Berita Terkait








































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda