Breaking News
Memuat breaking news...

Warga Keluhkan Revitalisasi Sawah di Alue Mangki, Ditumbuhi Semak Belukar

Redaksi
Redaksi
Rabu, 26 Agustus 2026 - 10.27 PM WIB
Warga Keluhkan Revitalisasi Sawah di Alue Mangki, Ditumbuhi Semak Belukar
Kondisi sawah di Gampong Alue Mangki, Gandapura, ditumbuhi semak belukar Senin (24/8).Waspada.id/Fauzan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BIREUEN (Waspada.id): Program revitalisasi lahan persawahan pascabanjir di Gampong Alue Mangki, Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen, yang menelan anggaran sekitar Rp200 juta, dinilai belum memberikan hasil yang diharapkan warga.

Pekerjaan pembersihan sawah tersebut untuk memulihkan lahan terdampak banjir besar pada November 2025 lalu kini justru kembali ditumbuhi semak belukar dan rumput, sehingga belum dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para petani Gampong tersebut.

Seorang warga gampong itu, mengatakan pelaksanaan pekerjaan pembersihan tersebut tidak maksimal dengan hasil revitalisasi yang dinilai belum tuntas. Menurutnya, setelah banjir melanda, lahan sawah di wilayah itu tertimbun lumpur dan seharusnya dibersihkan secara menyeluruh sebelum dapat kembali digarap.

"Excavator pernah diturunkan ke sawah Alue Mangki, namun hanya sebagian yang dibersihkan lumpurnya," ungkap warga itu, Senin (24/8).

Ia menjelaskan, sebagian kecil lahan memang dibersihkan menggunakan alat berat, tetapi area lainnya langsung dibajak dengan traktor di atas timbunan lumpur banjir yang belum dibersihkan terlebih dahulu. Kini sebagian lahan kembali dipenuhi rumput dan belum bisa digunakan secara optimal.

"Hanya sebagian kecil sawah yang dibersihkan menggunakan excavator, sedangkan yang lainnya langsung dibajak di atas timbunan lumpur banjir yang belum dibersihkan terlebih dahulu," keluhnya.

Keuchik: Swakelola Kelompok Tani

Menanggapi hal tersebut, Keuchik Alue Mangki, Rijalul Fadli, membenarkan adanya kegiatan revitalisasi sawah tersebut dengan anggaran sekira Rp200 juta lebih dan pembersihan lahan sawah itu dikerjakan secara swakelola oleh kelompok tani.

"Itu sudah lama dikerjakan oleh kelompok tani dan semuanya telah dibajak dan sudah bersih sekali. Karena tidak ada air makanya petani tidak bisa turun kesawah. Anggarannya sekitar dua ratus juta lebih," ujar Rijalul.

Ia juga menyatakan bahwa sebagian besar lahan sudah dibajak, dan hanya tersisa dua petak sawah yang belum dikerjakan karena tidak ada air. Terkait lahan yang kini kembali ditumbuhi rumput, Rijalul menjelaskan bahwa kendala utamanya adalah ketersediaan air irigasi yang terbatas.

"Keadaan sekarang memang sudah mulai tumbuh rumput kembali karena sawah di desa kami tidak memiliki sumber air. Dulu disini lahan sawah tadah hujan, kemudian menggunakan pompa melalui sungai, kondisi sungai sekarang sudah dangkal tidak bisa digunakan. Sumur bor baru dibangun belum dapat difungsikan," jelas Keuchik Rijalul.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pertanian Kabupaten Bireuen terkait revitalisasi sawah di Gampong Alue Mangki, Kecamatan Gandapura.(id73)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement