Breaking News
Memuat breaking news...

Warga Lampahan Keluhkan Krisis Air PDAM Tak Mengalir Sebulan

Redaksi
Redaksi
Rabu, 26 Agustus 2026 - 9.20 PM WIB
Warga Lampahan Keluhkan Krisis Air PDAM Tak Mengalir Sebulan
Air PDAM mengalir sangat kecil. (Waspada.id/Ist)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

REDELONG (Waspada.id): Warga di Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, mengeluhkan terganggunya aliran air PDAM yang disebut telah berlangsung hampir satu bulan.

Keluhan tersebut disampaikan salah seorang warga, Irwansyah, kepada Waspada.id melalui pesan WhatsApp, Rabu (26/8/2026).

“Katanya kami sudah sebulan ini kekurangan air. Kadang-kadang datang, terkadang tidak datang,” ungkap Irwansyah.

Menurutnya, gangguan aliran air juga terjadi di sejumlah wilayah lainnya. Di kawasan Mekar Ayu, sebagian kebutuhan air masyarakat masih mengandalkan sumber air swadaya.

Sementara di Lampahan Barat dan Datu Beru, aliran air PDAM juga dilaporkan mengalami gangguan.

“Ini tadi siang saya cari informasi. Air PDAM yang terkendala,” ujarnya.

Irwansyah menyebutkan, masyarakat tetap dikenakan pembayaran layanan PDAM setiap bulan, dengan besaran Rp55.500 per bulan.

Kondisi tersebut menjadi keluhan warga karena air merupakan kebutuhan dasar yang sangat dibutuhkan untuk aktivitas sehari-hari.

Ketika dikonfirmasi Waspada melalui telepon WhatsApp, Kepala PDAM Lampahan, Rahmatsyah, membenarkan bahwa selama sebulan terakhir pihaknya terus melakukan perbaikan jaringan.

“Iya benar, selama sebulan ini kami terus melakukan perbaikan. Pipa sebelumnya kondisinya baik, namun karena tergilas dump truk jadi pecah, sehingga material bebatuan dan pecahan pipa masuk ke dalam pipa," jelasnya.

Rahmatsyah mengatakan, perbaikan masih terus dilakukan dan kemungkinan akan berlanjut hingga Senin mendatang.

“Untuk itu, kami masih perlu melakukan perbaikan. Mungkin hari Senin kami juga masih memperbaikinya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan kepada masyarakat bahwa debit air saat ini mengalami penurunan akibat dampak bencana yang terjadi sebelumnya.

“Satu hal lagi yang perlu kami sampaikan kepada masyarakat agar diketahui, debit air saat ini memang sudah kecil karena pascabencana kemarin,” pungkas Rahmatsyah.(id.86)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement