Breaking News
Memuat breaking news...

Warga Pertanyakan Kualitas Proyek Pengerukan Sungai Kali Bulan

Redaksi
Redaksi
Minggu, 11 Oktober 2026 - 12.42 PM WIB
Warga Pertanyakan Kualitas Proyek Pengerukan Sungai Kali Bulan
Tanggul pengaman di Pulo Kemiri yang baru ditimbun BPBD kembali amblas setelah digerus arus Sungai Kali Bulan. Waspada.id/Seh Muhammad Amin.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

KUTACANE (Waspada.id): Warga yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Kali Bulan mempertanyakan kualitas pekerjaan pengerukan dasar sungai.

Pasalnya, meski baru beberapa hari dikerjakan, tanggul yang disebut bersumber dari APBK 2026 dan dikerjakan BPBD Aceh Tenggara itu amblas dan hanyut disapu arus.

Akibatnya, rumah warga di Pulonas Baru dan beberapa kute lainnya terendam air dan lumpur. Badan jalan kabupaten juga amblas dan menganga akibat meningkatnya debit air Sungai Lawe Bulan.

"Bingung melihat cara kerja BPBD Agara. Badan jalan yang baru ditimbun dan dibentengi material sungai amblas hanya sekali diterjang arus," ujar Juna, warga Pulo Nas Baru.

Badan jalan Pulo Nas Baru–Lawe Rutung kembali amblas setelah ditimbun BPBD beberapa hari lalu. Waspada.id/Seh Muhammad Amin.

Warga Pulo Nas Baru, Lawe Rutung, dan kute lainnya mengaku khawatir akan terjadi banjir susulan jika curah hujan tinggi. Banjir dikhawatirkan merusak permukiman dan fasilitas umum.

"Sekarang tanggul yang dibangun BPBD lenyap tak tersisa. Rumah warga tinggal menunggu waktu dihantam arus lagi," timpal Wendy.

Edi, warga lainnya, heran karena di sepanjang aliran sungai, mulai dari Pulo Kemiri, Penampaan, Pulo Nas Baru, hingga Pulo Latong, tidak ditemukan papan nama proyek.

"Pekerjaan pengerukan dasar sungai dan pemasangan bronjong di Kute Pulo Nas Baru terus berlangsung, tetapi volume, titik lokasi, rekanan, dan sumber dana tertutup. Mirip proyek siluman," katanya.

Informasi dari berbagai sumber menyebutkan, pengerukan dasar sungai dan pembuatan benteng darurat dikerjakan BPBD Agara, sedangkan pemasangan bronjong di Pulo Nas Baru dikerjakan Asrizal alias Obol Camcun.

Selain pokok-pokok pikiran (pokir) DPRK, BPBD, dan proyek bronjong yang dikerjakan Obol Camcun, pada 2026 Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I juga mengalokasikan proyek penahan tebing Sungai Lawe Bulan dan Sungai Lawe Kinga senilai Rp100 miliar.

Kepala Pelaksana BPBD Agara, Mohd. Asbi, saat dikonfirmasi Waspada.id, Jumat (9/10), tidak menjawab pertanyaan terkait total alokasi dana, volume pekerjaan, sumber dana, maupun pelaksana pengerukan Sungai Kali Bulan tersebut. (id79/id80)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement