Warga Puncak Sorik Marapi: "Kami Salah Pilih Wakil Rakyat"

PUNCAK SORIK MARAPI (Waspada.id): Warga Kecamatan Puncak Sorik Marapi menyampaikan penyesalan atas kinerja tujuh anggota DPRD Mandailing Natal periode 2024–2029. Hanya satu anggota dewan yang didengar menyuarakan perbaikan jalan menuju sentra produksi pertanian di Dusun Hutanamale Julu, Desa Hutanamale; enam lainnya dinilai bungkam terhadap keluhan warga.
Nasution, warga Desa Hutanamale, menyampaikan hal tersebut saat mendampingi wartawan meninjau kondisi jalan, Selasa (15/9). "Soal wakil rakyat yang kami pilih pada Pemilu Legislatif 2024, kami sudah salah pilih. Hanya satu yang mau memperjuangkan perbaikan jalan ke sentra produksi," ujarnya.
Satu-satunya yang menyuarakan aspirasi tersebut adalah H. Erwin Efendi Nasution, S.H. (Golkar). Ia menyatakan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal perlu memberikan perhatian khusus bagi peningkatan akses jalan tersebut. "Harapan masyarakat harus menjadi perhatian agar pembangunan dapat direalisasikan," ujar Erwin saat dihubungi Selasa malam. Ia menambahkan, pembangunan dapat dikaji melalui kemampuan anggaran daerah maupun kerja sama dengan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang beroperasi di wilayah tersebut.
Sementara itu, enam anggota dewan lainnya diketahui tidak menyampaikan pendapat maupun tanggapan terkait keluhan warga. Mereka adalah Indah Annisa (Golkar), Muslim Pulungan (PKB), Awaluddin (NasDem), Muhammad Rizky Habibi (Gerindra), Irham Syururi Nasution (PAN), serta Rahmat Risky (Demokrat).
"Padahal wakil rakyat digaji untuk berbicara dan memperjuangkan kepentingan masyarakat, bukan bungkam dan membisu," ungkap warga yang diketahui bermarga Rangkuty.(id100)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda