Waspada Gelar Survei Kinerja Wali Kota Medan, Tampung Aspirasi Warga


MEDAN (Waspada.id): Litbang Harian Waspada menggelar Survei Penilaian dan Akseptabilitas Masyarakat Kota Medan terhadap Wali Kota Medan Tahun 2026. Survei lintas‑platform ini bertujuan menampung suara warga guna menjadi bahan evaluasi dan masukan konstruktif bagi Pemerintah Kota Medan.
Kegiatan dipimpin langsung Pemimpin Redaksi Harian Waspada, Austin Tumengkol, M.I.Kom., dengan melibatkan seluruh elemen media dalam ekosistem Waspada Group, yakni Harian Waspada, Waspada.co.id, Waspada.id, Waspada TV, dan Waspada Aceh.
Melalui keterlibatan seluruh ekosistem media tersebut, Litbang Waspada berharap menjangkau warga dari beragam kecamatan, kelompok usia, profesi, tingkat pendidikan, dan latar belakang sosial.
Austin Tumengkol menyatakan bahwa survei ini merupakan bagian tanggung jawab pers untuk mendengar langsung apa yang dirasakan masyarakat. Ia menegaskan kegiatan tersebut bukan bertujuan mencari kesalahan apalagi mendiskreditkan Wali Kota Medan.
"Kami ingin mengetahui persoalan apa yang paling mendesak dirasakan warga, serta mengapa hal itu belum tertangani sebagaimana harapan masyarakat. Penilaian terhadap pemimpin harus ditempatkan dalam konteks pengalaman nyata warga dan hasil kerja yang mereka rasakan," ujar Austin dalam rilisnya yang dilansir Sabtu (31/10/26).
Survei ini menggunakan kuesioner yang mencakup sejumlah dimensi kepemimpinan dan kinerja pemerintah daerah. Di antaranya kemampuan Wali Kota memahami persoalan kota, menerjemahkan visi Medan BERTUAH menjadi program nyata, mengelola birokrasi, serta menangani jalan rusak dan banjir.
Selain itu, responden juga diminta menilai integritas, transparansi, konsistensi perkataan dan tindakan, kepedulian, keadilan, serta responsivitas pemerintah terhadap keluhan warga. Dimensi lain meliputi manfaat pembangunan, kondisi ekonomi, dukungan UMKM, pengelolaan sampah, drainase, pelayanan perizinan, serta pajak dan retribusi daerah.
Litbang Waspada juga menanyakan sejauh mana warga mengenal program prioritas Pemkot Medan, mulai dari penanganan banjir, perbaikan infrastruktur, layanan kesehatan UHC, revitalisasi kawasan Kesawan dan Lapangan Merdeka, pembenahan transportasi publik, pembinaan UMKM, hingga pengelolaan pajak daerah.
Warga diberi ruang untuk menentukan bidang yang paling mendesak dibenahi, yakni infrastruktur dan lingkungan hidup; ekonomi serta lapangan kerja; sosial‑budaya; pelayanan dasar kesehatan dan pendidikan; serta tata kelola pemerintahan. Melalui pertanyaan terbuka, mereka juga dapat menyampaikan apresiasi, harapan, kritik dan saran.
Menurut Litbang Waspada, penelusuran ini tidak berhenti pada keluhan banjir atau jalan rusak semata. Persoalan tersebut akan dilihat secara utuh melalui drainase, sampah, tata ruang, kecepatan respons pemerintah, serta dampak yang dirasakan masyarakat. Ia menegaskan analisis baru akan dilakukan setelah data terkumpul, bukan ditetapkan sebelum survei berjalan.
Waspada menegaskan bahwa survei ini bukan vonis terhadap individu maupun Pemkot Medan. Hasilnya akan mengakomodasi apresiasi sekaligus kritik secara berimbang, lalu diolah dan disajikan kepada publik dengan mengedepankan prinsip jurnalistik serta tanggung jawab.
"Kami berharap hasil survei ini menjadi bahan dialog yang sehat antara masyarakat, pemerintah dan pemangku kepentingan, demi Kota Medan yang lebih tertata, responsif, adil dan nyaman," tutup Austin.(wsp.id)
Berita Terkait











































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda