Waspada Jebakan "Flexing" Finansial Tanpa Ikutan Hype Saham GorenganWaspada Jebakan "Flexing" Finansial Tanpa Ikutan Hype Saham Gorengan

MEDAN (Waspada.id): Maraknya konten financial influencer (finfluencer) di media sosial yang menjanjikan kekayaan instan dinilai perlu disikapi dengan bijak.
Literasi keuangan sejati bukan diukur dari seberapa besar risiko yang diambil, melainkan dari kemampuan membangun fondasi keuangan yang kuat.
Fenomena finfluencer yang memamerkan keuntungan besar dari investasi saham, aset kripto, maupun instrumen berisiko tinggi telah memicu tren flexing finansial.
Menabung di bank kerap dianggap tidak menguntungkan karena tergerus inflasi, sementara investasi berisiko tinggi dipromosikan sebagai jalan tercepat mencapai financial freedom di usia muda.
Kondisi tersebut mendorong munculnya fenomena Fear of Missing Out (FOMO), terutama di kalangan generasi muda.
Akibatnya, tidak sedikit mahasiswa maupun pekerja pemula yang mengabaikan tahapan dasar perencanaan keuangan, seperti membangun dana darurat dan memiliki perlindungan asuransi, lalu langsung menempatkan dana pada instrumen investasi yang belum sepenuhnya dipahami.
Saat pasar mengalami koreksi, kerugian yang dialami tidak hanya mengurangi nilai investasi, tetapi juga berpotensi menimbulkan tekanan psikologis hingga masalah keuangan yang lebih serius.
Pengamat keuangan menilai literasi finansial harus dikembalikan pada tujuan utamanya, yakni membangun kebiasaan mengelola keuangan secara sehat.
Keberhasilan investasi bukan ditentukan oleh keberanian mengambil risiko tinggi, melainkan kemampuan memahami profil risiko, mengelola aset secara disiplin, dan memanfaatkan pertumbuhan investasi dalam jangka panjang.
Ibarat membangun rumah, investasi yang sehat harus diawali dengan pondasi yang kuat. Dalam pengelolaan keuangan, pondasi tersebut berupa likuiditas yang memadai, dana darurat, serta instrumen yang aman dan memberikan kepastian imbal hasil.
Salah satu pilihan yang dapat dimanfaatkan adalah deposito digital, seperti fitur bluDeposit dari blu by BCA Digital. Produk ini menawarkan pembukaan deposito mulai Rp10 juta dengan bunga yang lebih kompetitif dibanding tabungan biasa, serta memberikan kepastian imbal hasil sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, aplikasi blu juga menyediakan akses investasi melalui mitra resmi sehingga nasabah dapat mulai berinvestasi secara bertahap sesuai profil risiko masing-masing.
Pada akhirnya, membangun kekayaan tidak ditentukan oleh tren pamer keuntungan di media sosial, melainkan oleh konsistensi menabung, disiplin mengelola keuangan, dan memilih instrumen investasi yang sesuai dengan tujuan serta kemampuan finansial. (id23)






























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda