Wesly Silalahi Terpilih Ikuti KPPD Lemhanas 2026

PEMATANGSIANTAR (Waspada.id): Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi terpilih menjadi salah satu peserta Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Angkatan IV Tahun 2026 yang berlangsung sejak 2-12 September di Lemhanas dan Hotel St Regis Jakarta.
KPPD merupakan program kolaborasi Lemhannas RI, Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), dan Kementerian Dalam Negeri. Program tersebut dirancang untuk memperkuat karakter kepemimpinan daerah, wawasan kebangsaan, kemampuan membaca dinamika strategis, serta kapasitas kepala daerah dalam menerjemahkan tantangan global ke dalam kebijakan pembangunan daerah.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pembekalan mengenai geopolitik, ketahanan nasional, dan kepemimpinan visioner. Para kepala daerah juga diarahkan memiliki pola pikir yang komprehensif, integral, holistik, integratif, dan profesional dalam menjalankan pemerintahan.
Wesly dalam keterangannya bersyukur karena dapat mengikuti pendidikan KPPD oleh Lemhannas bersama Kemendagri dan Purnomo Yusgiantoro Center. Ia berharap dapat memberikan manfaat bagi pembangunan dan mewujudkan Pematangsiantar Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras.
Dikatakan, ia tetap memantau pemerintahan dan kondisi Pematangsiantar. "Semoga dari kegiatan ini nantinya bisa bermanfaat untuk semakin kokoh dalam memimpin Pematangsiantar," ucap Wesly dalam keterangan yang diterima, Minggu (13/9/2026).
Berbagai agenda dilaksanakan dengan menghadirkan pemateri dari pimpinan lintas kementerian dan lembaga. Selain pemberian materi, peserta mengikuti kunjungan lapangan serta diskusi dengan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Materi dari komponen Indonesia diberikan secara luring. Sedangkan materi dari Lee Kuan Yew School of Public Policy (LKYSPP) Singapura dilaksanakan secara daring.
KPPD sendiri diharapkan melahirkan pimpinan daerah yang memiliki karakter negarawan, bermoral, beretika, berwawasan nusantara, serta mampu menyelaraskan perubahan lingkungan strategis global dengan program pembangunan di daerah masing-masing.
"Kebijakan pusat harus linier dengan kebijakan daerah. Karena itu kepala daerah tak cukup hanya memahami daerahnya, tapi harus terus menaikan kapasitas dan kompetensi, salah satunya melalui pendidikan ini. Kita harapkan bangsa Indonesia semakin kuat saat kepemimpinan daerahnya hebat," kata Wamendagri Akhmad Wiyagus. (Ata)













Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda