Wujudkan Asta Cita Presiden, IAIN Langsa Hadirkan Pendidikan Unggul, Moderat dan Berbudaya

LANGSA (Waspada.id): Mendukung terwujudnya Asta Cita Presiden melalui pembangunan sumber daya manusia dan kesetaraan gender, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa terus memperkuat perannya sebagai lembaga pendidikan tinggi keagamaan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, penguatan moderasi beragama, serta pelestarian nilai-nilai budaya.
Rektor IAIN Langsa, Prof. Dr. H. Ismail Fahmi Arrauf Nasution, MA, Senin (05/10/2026) mengatakan, pendidikan merupakan salah satu instrumen penting dalam mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas. Karena itu, IAIN Langsa berkomitmen menghadirkan ekosistem pendidikan yang mampu mengintegrasikan keunggulan akademik dengan nilai-nilai keislaman, kebangsaan dan kebudayaan.
“IAIN Langsa berkomitmen untuk terus menghadirkan pendidikan yang unggul, moderat dan berbudaya. Pendidikan tidak hanya bertujuan mencetak lulusan yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga membentuk generasi yang berkarakter, berintegritas, memiliki kepedulian sosial dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” ujar Prof. Ismail.
Hingga saat ini, kata Prof. Ismail Fahmi, IAIN Langsa telah memiliki 11 Program Studi (Prodi) terakreditasi unggul, tiga diantaranya merupakan Prodi Magister pascasarjana, capaian ini menjadi program prioritas lembaga sebagai salah satu upaya melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas sebagaimana yang termaktub dalam asta cita Presiden Republik Indonesia.

Selain itu, lanjutnya, kampus yang terletak di ujung timur provinsi Aceh ini memiliki 9 Guru Besar dan menjadi satu – satunya perguruan tinggi dengan jumlah Profesor terbanyak di Kota Langsa.
“Yang tidak kalah penting adalah, tahun ini perdana kita menerima mahasiswa asal luar negeri, ada dari Mesir, Afganistan dan Nigeria. Ini juga merupakan program dan kebijakan prioritas IAIN Langsa,” imbuh rektor.
Selain keunggulan akademik, nilai moderasi beragama menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di IAIN Langsa. Mahasiswa didorong untuk memahami dan mengamalkan ajaran Islam secara inklusif, toleran, seimbang, serta menghargai keberagaman yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia.
“Moderasi beragama harus menjadi bagian dari karakter sivitas akademika. Kita ingin lulusan IAIN Langsa mampu menjadi insan yang memiliki ilmu, akhlak, wawasan kebangsaan dan kemampuan untuk hidup serta bekerja di tengah masyarakat yang beragam,” tambah Prof. Ismail.
Di sisi lain, penguatan budaya juga menjadi perhatian IAIN Langsa. Kampus terus mendorong pelestarian nilai-nilai budaya lokal Aceh sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan perkembangan budaya dan peradaban global. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan memiliki identitas yang kuat tanpa kehilangan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman.
Lebih lanjut Prof. Ismail Fahmi menjelaskan, saat ini IAIN Langsa juga sedang berproses untuk bertransformasi dari IAIN Langsa menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Zawiyah Cot Kala Langsa, hal ini menjadi ikhtiar untuk membuka pemerataan akses Pendidikan bagi generasi di tanah serambi mekkah, selain itu, transformasi Lembaga ini juga sebagai penguatan integritas keilmuan.
Menurutnya, transformasi kelembagaan dari IAIN menjadi UIN bukan sekadar perubahan nama, tetapi merupakan investasi strategis negara dalam penguatan pendidikan tinggi, pembangunan sumber daya manusia, dan perluasan akses pendidikan Masyarakat.
"Dengan semangat tersebut, IAIN Langsa menegaskan perannya sebagai bagian dari pembangunan nasional melalui pendidikan tinggi Islam. Kampus terus bergerak menghadirkan pendidikan yang berkualitas sekaligus membangun generasi yang berkarakter, moderat, berbudaya dan memiliki daya saing," pungkas rektor.(Id74)


















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda