Breaking News
Memuat breaking news...

Yahdi Dukung Samsat Berkah Malam, Dorong Validasi Data Kendaraan Sumut

Redaksi
Redaksi
Senin, 7 September 2026 - 8.09 PM WIB
Yahdi Dukung Samsat Berkah Malam, Dorong Validasi Data Kendaraan Sumut
Anggota DPRD Sumut Yahdi Khoir Harahap. Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

MEDAN (Waspada.id): Anggota DPRD Sumut Yahdi Khoir Harahap mendukung langkah Pemprov Sumut menghadirkan program Samsat Berkah Malam pada akhir pekan sebagai upaya memperluas akses pelayanan sekaligus mengoptimalkan penerimaan pajak daerah.

Yahdi menilai program yang dijalankan Bapenda Sumut melalui Samsat Medan Utara tersebut merupakan langkah proaktif untuk meningkatkan penerimaan dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

“Saya sangat sependapat dan mendukung langkah proaktif yang dilakukan Bapenda, khususnya Samsat Medan Utara. Kita berharap langkah ini dapat diikuti Samsat Medan Selatan dan Samsat lainnya,” ujar Yahdi kepada wartawan di Medan, Senin (7/9/2026).

Menurut politisi tersebut, pelayanan Samsat pada malam hari merupakan bentuk implementasi program ketuk pintu dan jemput bola yang selama ini menjadi salah satu program unggulan Bapenda Sumut.

Namun, ia mengingatkan agar program tersebut dilaksanakan secara konsisten dan diikuti berbagai inovasi pelayanan sehingga masyarakat semakin mudah memenuhi kewajibannya membayar pajak kendaraan.

“Program seperti ini harus dilakukan secara konsisten. Bapenda juga perlu terus menciptakan strategi-strategi kreatif untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak,” katanya.

Selain memperluas jam pelayanan, Yahdi menilai pembenahan dan validasi data kendaraan bermotor di Sumatera Utara menjadi hal yang tidak kalah penting.

Ia menyebut jumlah kendaraan bermotor roda dua, roda tiga dan roda empat yang terdaftar di Sumatera Utara mencapai lebih dari 8 juta unit. Namun, kendaraan yang tercatat membayar pajak hanya sekitar 2,4 juta unit.

Menurut Yahdi, kesenjangan tersebut menunjukkan perlunya validasi dan pemutakhiran data kendaraan secara menyeluruh. Data yang akurat akan membantu pemerintah memetakan potensi penerimaan sekaligus menentukan strategi penagihan dan pelayanan yang lebih tepat sasaran.

“Data kendaraan harus dibenahi. Dengan data yang valid, kita dapat mengetahui secara jelas potensi pajak dan menentukan langkah yang tepat untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara,” pungkasnya. (id141)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement