Breaking News
Memuat breaking news...

Yahdi Khoir Harahap: Masjid Muhammadiyah Etalase Terdepan Persyarikatan Dan Pusat Peradaban Umat

Redaksi
Redaksi
Minggu, 30 Agustus 2026 - 8.54 AM WIB
Yahdi Khoir Harahap: Masjid Muhammadiyah Etalase Terdepan Persyarikatan Dan Pusat Peradaban Umat
Anggota DPRD Sumut, Ir H Yahdi Khoir Harahap MBA. Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Anggota DPRD Sumut, Ir H Yahdi Khoir Harahap MBA, menegaskan Masjid Muhammadiyah harus menjadi etalase terdepan Persyarikatan Muhammadiyah dalam pengembangan dan pemberdayaan umat.

Karena itu, menurut Yahdi, keberadaan masjid tidak boleh hanya difungsikan sebagai tempat ibadah semata, tetapi harus mampu menjadi pusat berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan sosial kemasyarakatan, pengembangan ekonomi dan UMKM hingga pusat peradaban umat.

Hal tersebut disampaikan Yahdi saat menghadiri pembukaan Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah (AM3) se-Sumatera Utara yang digelar Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR-PM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara di Masjid Taqwa PCM Kampung Dadap, Medan Timur.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 28–30 Agustus 2026, tersebut diikuti 63 peserta dari 17 Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Sumatera Utara.

Pembukaan kegiatan secara resmi dilakukan oleh Ketua LPCR-PM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jamaluddin Ahmad MPsi.

Turut hadir Ketua LPCR-PM PWM Sumatera Utara Prof Dr Anang Anas Azhar M, Wakil Ketua PWM Sumatera Utara Prof Dr H Hasrat Efendi Samosir MA, tim Steering Committee yang dikomandoi Dr Partaonan Harahap ST MT, serta panitia pelaksana yang dipimpin H Ramlan SAg MA.

Dalam sambutannya, Yahdi memberikan apresiasi atas pelaksanaan AM3 sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam pengelolaan dan pelayanan masjid.

Menurutnya, marbot tidak lagi dapat dipandang sekadar sebagai penjaga kebersihan maupun penjaga fisik bangunan masjid. Marbot harus memiliki kemampuan manajerial untuk mengelola masjid secara profesional dan menjadikannya pusat aktivitas masyarakat.

“Marbot bukan sekadar penjaga masjid, tetapi harus mampu menjadi manajerial masjid. Marbot harus mampu mengelola masjid menjadi pusat aktivitas masyarakat, tidak hanya untuk ibadah, tetapi juga aktivitas sosial kemasyarakatan, pengembangan ekonomi terutama UMKM, dan pusat peradaban umat,” tegas Yahdi.

Ia menambahkan, Masjid Muhammadiyah memiliki posisi yang sangat strategis dalam memperkenalkan nilai-nilai dan gerakan Persyarikatan kepada masyarakat.

“Masjid Muhammadiyah adalah etalase terdepan Persyarikatan Muhammadiyah dalam pengembangan dan pemberdayaan umat. Masjid juga merupakan etalase terdepan bagi syiar Muhammadiyah dan ke-Muhammadiyahan,” ujarnya.

Terus Ditingkatkan

Karena itu, kata Yahdi, kualitas pelayanan, tata kelola dan sumber daya manusia di lingkungan masjid harus terus ditingkatkan. Masjid yang dikelola dengan baik akan memberikan kesan positif sekaligus menjadi ruang yang terbuka, nyaman dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, marbot memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada jemaah. Kebersihan, keamanan, kenyamanan serta pelayanan yang ramah menjadi bagian penting dalam membangun daya tarik masjid, khususnya bagi generasi muda.

Yahdi berharap Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah dapat meningkatkan kemampuan peserta, tidak hanya dalam menjalankan tugas teknis sehari-hari, tetapi juga dalam manajemen administrasi, pelayanan jemaah dan pengembangan berbagai program kemasjidan.

“Kita ingin masjid tidak hanya ramai pada waktu-waktu tertentu. Masjid harus benar-benar hidup dan menjadi pusat aktivitas umat. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara profesional, inovatif dan terus mengikuti perkembangan zaman,” katanya.

Ia juga berharap pembinaan terhadap marbot dilakukan secara berkelanjutan. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama

AM3 diharapkan dapat diterapkan di masjid masing-masing serta ditularkan kepada pengelola masjid lainnya.

Peningkatan Kompetensi Dan SDM

Sementara itu, Ketua LPCR-PM PP Muhammadiyah Jamaluddin Ahmad MPsi, dalam pembukaan kegiatan, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam pengelolaan masjid.

Pembinaan marbot menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan pengelolaan masjid yang bersih, tertib, amanah dan profesional, serta mampu menjawab perkembangan dan kebutuhan masyarakat.

Ketua LPCR-PM PWM Sumatera Utara Prof Dr Anang Anas Azhar MA menambahkan bahwa Masjid Muhammadiyah harus terus dikembangkan sebagai pusat ibadah, dakwah, kaderisasi dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah, LPCR-PM PWM Sumatera Utara berkomitmen meningkatkan kompetensi, integritas dan kedisiplinan marbot, termasuk dalam pengelolaan administrasi, perawatan fasilitas dan pelayanan kepada jemaah.

Senada Prof. Dr. H. Hasrat Efendi Samosir, MA mewakili Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara, dalam arahannya menegaskan bahwa bahwa mesjid harus dikembalikan kepada fungsi startegisnya sebagai pusat peradaban, sehingga marbot sebagai ujung tombak harus mampu menjadi manajer yang profesional untuk menjalankan fungsi tersebut.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana H Ramlan SAg MA mengatakan para peserta AM3 mendapatkan pembekalan mengenai berbagai aspek pengelolaan masjid, mulai dari fikih praktis, perawatan fasilitas, administrasi hingga etika pelayanan kepada jemaah.

Selain pembekalan teori, peserta juga mengikuti praktik dan simulasi untuk meningkatkan kemampuan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di lingkungan masjid.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya menjadi marbot yang disiplin dan berintegritas, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial untuk mengembangkan masjid sebagai pusat ibadah, dakwah, aktivitas sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pusat peradaban umat. (id142)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement