Breaking News
Memuat breaking news...

Yanti Yustam: Program Revitalisasi Berdampak Positif Buat SMP Negeri 2 Babalan

Redaksi
Redaksi
Jumat, 16 Oktober 2026 - 1.21 PM WIB
Yanti Yustam: Program Revitalisasi Berdampak Positif Buat SMP Negeri 2 Babalan
SUASANA di SMP Negeri 2 Babalan tampak sepi karena pihak sekolah berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat paparan kabut asap.Waspada.id
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

LANGKAT (Waspada.id): Program Revitalisasi Satuan Pendidikan adalah program strategis pemerintah dalam hal ini Kemendikdasmen. Program ini tidak hanya membangun sarana fisik, tapi juga menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman guna mendukung peningkatan kualitas para siswa.

Program revitalisasi ini berlangsung secara nasional, untuk sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SD Negeri, termasuk di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN-2) Babalan di berada wilayah eks 'kota minyak' P. Brandan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Kepala Sekolah SMPN-2 Babalan, Yanti Ustam, dikonfirmasi waspada id, Jumat (16/10), menyampaikan rasa syukurnya sekolah yang dipimpinnya mendapat program revitalisasi tahun 2026 ini dari pemerintah pusat.

"Alhamdulillah, program revitalisasi tahun 2026 berdampak positif, bukan hanya ke anak-anak didik, guru, warga sekolah, tapi juga berdampak kepada masyarakat, seperti pekerja atau tukang bangunan, toko penjual material dan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di P. Brandan," ujarnya.

Kemudian, dalam proses belajar mengajar, lanjutnya, kini sekolahnya menggunakan perangkat teknologi Papan Interaktif Digital (PID) yang terhubung dengan internet. Fungsi PID menggantikan papa tulis konvensional.

Lewat PID, guru dapat mengakses materi pembelajaran daring secara langsung di depan kelas sehingga membuat pembelajaran lebih menarik, lebih praktis dan efisien karena guru tidak lagi menggunakan kapur tulis atau pun spidol.

PID adalah papan tulis versi modern yang membuat pembelajaran lebih hidup, interaktif, dan kekinian. Bukan menggantikan guru, tapi membantu guru mengajar lebih baik dan menarik.

"Kami mengajar secara bergantian dengan menggunakan PID," kata Yanti Istam seraya menambahkan, untuk kondisi saat ini sebanyak 818 siswa/i terpaksa mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat paparan kabun asap.

Beberapa guru menyatakan mereka sangat terbantu dengan adanya perangkat teknologi modern berupa PID untuk mendukung kelancaran dalam proses belajar mengajar.(id24)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement